part 17

1471 Kata

"Tidak ... hiks ...." Tian sudah menangis mendengar penuturan Abizar, yang lain hanya mengernyit bingung. "Ini masih perkiraan, Yan. Ya sudah, sekarang kalian bisa melihatnya. Kalau dia merengek ingin pulang, katakan aku memperbolehkan jika infus nya sudah habis. Dan kau Rafael, ikut paman untuk membicarakan kondisi Yogi lebih detail." Semua mengangguk lalu segera masuk ruangan Yogi, terkecuali Rafael yang mengikuti Abizar menuju ruangan nya. ▪▪▪▪ "Kak, katanya ikhlas membawa ku pulang. Lalu kenapa kalian semua diam?" Yogi yang sedari tadi diam mengamati sikap aneh para kakak nya sejak mereka masuk mobil pun akhirnya bertanya. Wajah ke enamnya lesu, seperti kehilangan sesuatu berharga. Bahkan Andreas yang biasanya selalu memasang raut bahagia pun menjadi murung. "Kalau kalian tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN