Bab 24

1718 Kata

Eternity Love melaju dengan tenang di tengah lautan lepas. Di atas dek terbuka, di samping Leon, aku berbaring dengan nyaman. Langit diselimuti awan-awan putih bak gumpalan-gumpalan kapas. Cuaca cerah, dengan kehangatan dari mentari yang bersinar lembut. Mataku tertutup, menikmati embusan angin yang memanjakan. Perlahan, aku mengintip Leon dari balik bulu mataku, memperhatikannya yang sedang mengisap rokok diam-diam. Salah satu lengannya ia jadikan bantalan bagi kepalanya, pandangannya menerawang, entah menatap langit atau burung-burung yang sesekali melintasi kapal kami. Aku memiringkan tubuhku, gerakan itu membuat bagian bawah gaunku yang pendek tersingkap. Leon melirikku, matanya yang hijau bersinar penuh arti. Kusentuh dadanya yang telanjang dengan ujung jariku, membentuk jalur panjan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN