Aku menjerit, masih bisa melihat darah yang menciprat ke mana-mana, lalu kurasakan tubuhku melayang dan terjerembab di lantai yang dingin.... Jatuh terduduk. Jeritanku terhenti. Sesaat, aku terpana, menurunkan tangan yang kugunakan untuk menutupi wajah dan mencoba memandang berkeliling. Mataku berkabut, aku merasa pusing dan mual, tapi anehnya tidak kurasakan kesakitan sama sekali. Kuulurkan tangan ke depan muka, terbelalak gugup saat melihat darah berlumuran di sana. Getaran pada tubuhku mengencang. Aku ... sangat ingin berteriak, tapi sekeras apa pun aku mencoba, suara itu tidak pernah bisa keluar melewati tenggorokanku. Selama beberapa detik aku hanya mampu terpaku dengan tubuh bergetar. Jeritanku hanya berupa suara serak yang tertahan. Hingga akhirnya tubuh dan otakku kembali bisa be

