Bab 19

1130 Kata

Perlahan, kepingan puzzle yang berserakan di otakku mulai menyatu, membentuk sebuah gambaran yang samar. Namun semuanya belum terlalu jelas, aku masih membutuhkan kepingan puzzle lain agar gambaran dalam imajinasiku menjadi utuh. Nama pelayan wanita itu Mayang. Aku membaca kalimat yang dituliskan Tante Monic di badan email, menggumamkan nama itu beberapa kali. Apakah ini sebuah kebetulan jika Aldebaran bekerja di kantorku? Atau memang dia sudah merencanakannya sejak awal? Kalau iya, apa tujuannya yang sebenarnya? Apa dugaan Bram tentang dialah orang misterius yang berbicara dengan Viona di telepon itu benar? Potongan-potongan momen pertemuanku dengan Aldebaran masuk ke otakku dengan deras, bagai arus air bah yang baru saja menghantam dinding bendungan. Anehnya saat ini tergambar dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN