“Kamu siap untuk hari ini, Busty Lady?” cengir Leon sambil berjalan ke arahku. Aku memutar bola mata. “Come on, dadaku nggak sebesar itu,” gumamku bosan. “That’s big!” seringai Leon sambil melebarkan kedua bola matanya kurang ajar. Aku kembali memutar bola mata, berdiri sambil membetulkan bagian bahu kaos oblong yang sengaja kukenakan untuk menutupi lipatan-lipatan lemak di tubuhku. “Ngapain dulu kita?” tanyaku berdiri dengan posisi tegak di depan Leon, bersiap memulai latihan dengan serius. “Pemanasan! Go go gerakkan kakimu sekarang!” teriak Leon keras sambil bertepuk tangan dan berlari-lari kecil di tempat. Aku mengikuti perintahnya, ikut berlari-lari di tempat. “Pemanasan harus dilakukan sebelum kita berolah raga, membantu meningkatkan denyut jantung secara perlahan,” terang Le

