Bab 9

1094 Kata

“Kalian saling kenal?” tanyaku dengan kening berkerut. Kedua pria di dekatku menggeleng secara bersamaan. Kemudian mereka mengalihkan pandangannya ke arahku. Aku tidak mengerti, tapi rasanya ada sesuatu yang aneh di antara mereka. “Saya baru menemui seorang teman, kebetulan tadi melihat Bu Dewi jadi saya menyapa,” jelas Aldebaran sopan. Aku mengangguk-anggukkan kepala. Selain gym center tempatku berlatih, di gedung ini memang ada beberapa kantor lain dan cafe. Mungkin Aldebaran menemui mereka di salah satu tempat tersebut. “Kamu pulang naik apa?” aku menanyakan itu karena tahu Aldebaran tidak memiliki kendaraan. “Nanti saya naik ojek, Bu.” “Ikut aku saja, rumahmu searah dengan apartemenku kok.” “Ibu tahu?” Aldebaran terlihat terkejut. “Tentu saja, kamu termasuk karyawanku kan?” ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN