Di Jakarta Setelah Dewi Menghilang Jumat Siang Adhiyaksa Adhi berjalan mondar-mandir di ruangannya, kedua tangannya saling menggenggam di belakang punggung, sudah menjadi kebiasaan jika dia merasa resah. “Jadi hari ini dia tidak masuk?” tanyanya, mendongak pada lawan bicaranya. “Tidak, Pak,” jawab Aldebaran sopan. “Apa dia memberi tahumu kenapa dia tidak masuk?” “Tidak, Pak.” “Kamu sudah menghubunginya?” “Saya sudah mencoba menelepon, tapi ponselnya tidak aktif. Lalu saya menghubungi apartemen Bu Dewi, kata satpamnya, Bu Dewi pergi pagi-pagi sekali dengan Pak Leon.” Intonasi suara Aldebaran berubah sedikit saat mengucapkan nama saudaranya, dia melirik Leonard yang spontanitas langsung mengubah posisi duduknya. “Okay, Aldebaran, kamu boleh pergi.” “Astaga … aku sama sekali tida

