Di dalam kamar di sebuah apartemen, Abyan duduk melamun di sisi tempat tidurnya. Dari arah pintu Gina dengan perut yang semakin membuncit datang membawakan secangkir kopi panas, berjalan dengan sangat hati-hati agar kopi yang tampak terlalu penuh di cangkir tersebut tidak tumpah dan mengenai tangannya. Sejak keluar dari penjara Abyan menjadi sangat pendiam. Bahkan dia selalu meminta sang istri untuk membuatkannya kopi hitam pahit panas agar dia bisa selalu terjaga di gelapnya malam. Pernah satu kali Gina menanyakan kenapa sekarang Abyan jadi sangat menyukai kopi, lalu Abyan hanya menjawab agar dia bisa fokus mengerjakan pekerjaannya pada malam hari. Padahal Abyan hanya ingin terjaga agar tidak tidur dan memimpikan Elvina terlalu lama dalam tidurnya. “Sayang, ini kopi panasnya. Aku taruh

