"Andira!" Fadli celingak-celinguk di depan pintu kamar. Ia mencari keberadaan Dira yang pagi-pagi buta sudah menghilang entah kemana. Fadli menghela nafas panjang, kemudian melangkahkan kakinya untuk mencari sang istri. Saat hendak menuruni tangga, langkah kaki laki-laki itu terhenti kala mendengar suara musik dangdut yang terdengar cukup kencang. "Siapa yang dangdutan?" Fadli bermonolog, alisnya disatukan kala suara musik dangdut itu terdengar semakin kencang. "Andira sayang!" Fadli mencoba memanggil istrinya, namun sama seperti sebelumnya, tidak ada jawaban dari istrinya. Fadli kembali melangkahkan kakinya menuruni tangga. Semakin ia turun semakin kencang juga musik dangdut itu. "Masa setan yang dangdutan? Mana lagu nya goyang dombret." Lagi, Fadli kembali bermonolog sembari terus c

