Nineteen | Confess

2483 Kata

Nadin mencebikkan bibirnya saat melihat Wira masih berada di dalam ruang kerjanya, padahal waktu istirahat hanya tersisa beberapa menit lagi. Pria itu sepertinya benar-benar marah padanya. Pria itu bahkan sama sekali tidak menanggapi apa yang ia katakan dan mengacuhkannya begitu saja bagai orang yang tak terlihat. “Dia pasti belum makan.” “Siapa?” Nadin menghela napas panjang saat menengok dan menemukan Rizal yang mensejajarkan kepala di sampingnya. Padahal ia masih terus menatap Wira yang sebenarnya tak terlihat sama sekali karena terhalang dengan korden di ruangan pria itu yang tertutup dengan rapat. Namun, ia tetap ingin menatapnya. “Mas sudah makan siang?” “Iya, baru saja selesai. Apa kamu belum makan?” “Belum.” “Waktu istirahat tinggal sedikit lagi, makanlah.” “Pak Wira juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN