*** Aku tengah sibuk menidurkan Nira ketika ponselku bergetar. Nama Mas Azam menari-nari di layar ponselku. Belum sempat kuangkat, getaran itu sudah mereda. Maafkan aku Mas, aku harus membawa Nira ke box bayi dulu. Setelah itu akan kutelepon balik dirimu. Najla sedikit rewel sejak bangun dari tidurnya pagi tadi. Entah kenapa, mungkin dia ingin bermaja denganku. Baiklah, setelah berhasil menidurkan Najla, aku pun meraih ponselku yang ternyata kembali bergetar dan menampilkan nama Mas Azam di layarnya. Buru-buru aku membawa ponsel itu keluar agar tak mengganggu Najla saat aku menjawab panggilan dari ayahnya. “Assalamu’alaikum. Iya, Mas, ada apa?” tanyaku lembut setelah keluar dari kamar. Dari kejauhan Mas Azam pun menjawab. “Wa’alaikumsalam. Kamu sudah siap belum? Mas mau on the way p

