*** Mobil yang Mas Azam kendarai akhirnya menginjak paving block halaman rumah kami juga. Mas Azam memarkirkan mobilnya di sana. Kami turun dan segera masuk ke rumah. Kubawa makanan yang tadi sempat kami beli di jalan. Biar kuceritakan, ketika di jalan tadi aku tidak sengaja melihat sate kacang. Meskipun sudah menahan diri untuk tidak meminta mobil Mas Azam berhenti, nyatanya aku memaksa untuk menungguku sebentar karena tak tahan ingin makan sate kacang. Kupikir Mas Azam akan marah mengingat mood suamiku itu sedang tidak baik-baik saja, tapi Mas Azam justru tersenyum dan segera memberhentikan mobilnya. Bahkan Mas Azam sempat menawarkan diri untuk membelikanku, tapi aku menolak dan ingin membelinya sendiri. Mas Azam memberiku uang meskipun aku sudah menolaknya. Bergegas aku menuju ab

