*** Hari ini adalah hari perayaan Tujuh bulan kehamilanku. Sebenarnya acara ini dibuat untukku dan Mbak Lia, tapi karena di balik gaun panjang longgar yang sedang Mbak Lia kenakan saat ini adalah buntalan kain yang membentuk perutnya tampak seperti orang hamil, aku tak menyebutkan bahwa acara syukuran Tujuh bulan ini juga untuknya. Baiklah, akan kuceritakan sedikit mengenai persiapan tentang hari ini. Ibu antusias sekali. Mas Azam pun sama. Namun, kami masih tidak saling bicara. Aku sangat tidak nyaman terhadap situasi ini sebenarnya. Namun, aku tidak bisa apa-apa. Diriku sedih, tapi aku tak ingin menunjukkan kelemahanku. Aku hanya akan terlihat ikut bahagia di depan mereka. Meskipun sebenarnya hatiku sering sekali sakit saat melihat kebersamaan Mas Azam dengan Mbak Lia. Mas Azam tamp

