Empat Puluh Empat

2173 Kata

*** Seperti yang aku harapkan, dokter Laras bolak balik ke rumah membantuku untuk pulih. Tidak ada pertanyaan apapun pasal aku yang baru saja kehilangan anak dari dokter Laras. Mungkin ia memenuhi permintaan Ibu yang memintanya untuk tak perlu mempertanyakan hal apapun kepadaku. Cukup membantuku untuk pulih saja. Beberapa hari telah berlalu, selama itu pula aku benar-benar dijauhkan dari bayiku. Bahkan, Mbak Lia melarangku untuk melihatnya. Dia memerintahku untuk memalingkan wajah kala aku tak sengaja melihatnya. Hatiku sakit melakukan itu, tapi aku tidak berdaya. Kuturuti apapun yang dia mau karena aku tak ingin sewaktu-waktu Mbak Lia menyakiti anakku. Ngomong-ngomong hingga detik ini Mas Azam belum juga mendapatkan nama untuk putri kami tercinta. Ia juga menolak semua nama dari Mbak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN