" aku nyanyiin lagu buat kamu ya " ucap Rafka
" boleh " ucap Hani lalu meminum air putih
Rafka mulai memainkan senar gitar nya.
Melihat tawamu
Mendengar senandungmu
Terlihat jelas di mataku
Warna-warna indahmu
Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Terlihat jelas bahwa hatimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Sifatmu nan slalu
Redakan ambisiku
Tepikan khilafku
Dari bunga yang layu
Saat kau disisiku
Kembali dunia ceria
Tegaskan bahwa kamu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu
Hangat peluk janjimu
Sifatmu nan slalu
Redakan ambisiku
Tepikan khilafku
Dari bunga yang layu
Saat kau disisiku
Kembali dunia ceria
Tegaskan bahwa kamu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Rafka selesai menyanyikan lagu untuk Hani.
Hani terlihat sangat senang melihat Rafka menyanyikan lagi untuk nya. dia tambah terpesona pada Rafka.
" Hani, sudah malam buruan tidur ! " ucap Rafka
" kamu juga buruan masuk ke kamr Raf, dan tidurlah ! " jawab Hani
" iya Hani " ucap Rafka
" em Raf gimana memar di pipi dan gorean ditangan mu, masih sakit ? " tanya Hani
" ini gak sakit Hani, besok juga udah hilang " jawab Rafka
" jangan berantem lagi ya Raf ! " ucap Hani
" ya kalau ada cowo yang gangguin kamu ya aku gak tahan Hani " ucap Rafka
" ya tapi gak perlu berantem kan Raf " ucap Hani
" itu gunanya aku belajar ilmu pencak silat, supaya bisa melindungi orang yang aku sayang " ucap Rafka
" ah malah gombal sih " ucap Hani
" hahahaha, sudah ya video call nya, sudah malam kamu harus istirahat Hani. sampai ketemu besok pagi " ucap Rafka
" iya Raf, kamu juga buruan masuk kamar dan istirahat ya " ucap Hani
" good night Hanindya. Love you " ucap Rafka
" good night Rafka , love you to " jawab Hani
Rafka menutup telpon lalu turun dari rooftop.
Hani tampak terpesona mendengar kata love you dari Rafka.
//
" pagi kak sam " sapa Hani pada sang kakak yang sedang ngopi sambil menghadap laptop di ruang Tv
" pagi Hani " jawab Sam
" kakak sudah sarapan? pagi pagi dah ngadep laptop aja kak " ucap Hani
" belom, iya ini beresin kerjaan dikit. cepat sarapan nanti Rafka keburu jemput " ucap Sam
" iya kak " Hani berjalan menuju ruang makan.
nasi goreng ayam katsu sudah tersaji di atas meja makan.
" silahkan makan non " ucap mbk tri
" iya mbak tri, " jawab Hani
tak lama Hani selesai makan.
" mbak Hani minta di bawain bekel boleh? " ucap Hani pada mbak tri
" boleh non, ini juga masih banyak nasi goreng sama ayam katsu nya " jawab mbk tri
" siapin Satu aja ya mbak " ucap Hani
" baik non " jawab mbak tri
Rafka sudah berada di depan Rumah Hani. Sam mengetahui kedatangan Rafka. lalu keluar untuk nyamperin Rafka. mengobrol sebentar dengan Rafka.
" ini non, bekal sudah siap " ucap mbk tri sambil memeberikan bekal itu pada Hani
" makasih ya mbak , Hani berangkat dulu ya, kayak nya Rafka sudah sampai " ucap Hani
" iya non hati hati dan semangat belajar " ucap mbk tri
Hani mengambil tas nya yang ada di ruang TV lalu keluar rumah.
" sudah dari tadi Raf ? " tanya Hani pada Rafka
" enggak kok barusan aja " jawab Rafka
" ya udah kak Hani berangkat dulu ya sama Rafka " ucap Hani pada Samudera
" iya kalian Hati hati ya, oh iya telepon kakak kalau Rafka gak bisa antar pulang ya Hani ! " ucap Sam
" okey Kak sam " jawab Hani
Hani memakai helm dan naik ke motor Rafka.
lalu Rafka melajukan motor nya menuju sekolah.
//
" rere, dateng dateng kok wajah kamu kusut gitu kayak belom disetrika " ucap Hani yang melihat rere memasuki ruang kelas dan duduk di bangkunya
" Rengga sudah balik lagi Hani, aahhh padahal aku masih ingin bersama nya " ucap rere
" kan dia juga harus kuliah re, " ucap Hani
" tapi aku tu masih kangen Hani sama dia " ucap rere
" ya kapan kapan lagi re, ketemu lagi . audah jangan murung lagi ah re " ucap hani
" iya Hani " jawab rere
" bentar lagi bell masuk kelas, kita siap siap gabti baju olahraga aja yuk ! " ucap Hani
" semoga aja pak guru gak ada jadi pagi ini jam kosong " ucap rere
" ah kamu re, kalau lagi galau pasti gini deh males ngapa ngapain " ucap Hani
"tet tet tet tet tet" bel masuk sekolah sudah berbunyi.
siswa siswi kelas 2 IPS 1 menuju ruang ganti bajubolah raga. ada sebagian yang sudah berada di lapangan.
" Hani, kamu dipanggil guru piket ! " ucap salah satu teman sekelas Hani pada Hani
" oh ya ada apa yaa ? " ucap Hani
" nggak tau Han, mending kamu segera ke ruang guru deh ! " jawab temannya
" mungkin guru olahraga kita lagi gak ada Hani, makanya kamu dipanggil guru piket " ucap rere
" ah itu kan harapan Kamu re, udah ah aku ke ruang guru dulu ya " ucap Hani lalu pergi ke ruang guru
Tak lama di ruang guru. Hani segera menuju lapangan, semua teman sekelas nya sudah berada di lapangan.
" Rafka minta tolong pimpin barisan nya biar Rapi ! " ucap Hani pada Rafka
" iya " jawab Rafka lalu memberi instruksi pada teman teman nya.
Hani berdiri di sebelah Rafka yang sedang memberi instruksi.
" selamat pagi temen temen " ucap. Hani
" pagi " jawaban serentak
" Hari ini guru olahraga kita tak bisa Hadir, jadi pelajaran olahraga pagi ini kita isi dengan permainan basket untuk laki laki " jelas Hani
" yeyy,, , yesss.. . horee.. . " suara terdengar gaduh dari teman teman sekelas Hani.
" ssssttttttt " ucap Rafka
semua langsung terdiam.
" Hani lalu murid perempuan ngapain? " tanya salah satu teman sekelas Hani
" untuk perempuan, kita free. tapi tetep harus di area lapangan basket ya, memberi semangat anak laki laki "
jawab Hani
" oke Hani "
" kita pemanasan dulu ya teman teman " ucap Hani
" Raf ayok pimpin pemanasannya ! " ucap Hani lirih pada Rafka
" ohh aku, iya iya " jawab Rafka
Rafka mulai berhitung memberi instruksi untuk pamanasan dan memberi contoh gerakan. begitu juga Hani yang berdiri sejajar dengan Rafka juga melakukan gerakan pemanasan. di ikuti oleh semua teman teman sekelas Hani.
15 menit cukup untuk pemanasan. ada salah satu siswa yang mengambil bola basket di ruang penyimpanan alat olahraga.
para murid perempuan duduk di pinggiran lapangan basket. untuk menyaksikan permainan basket anak laki laki. lapangan Basket di SMA garuda outdour tepat bersebelahan dengan lapangan sepak bola.
Hani membagi murid laki laki menjadi dua tim.
Tim satu di pimpin oleh ilham dan tim dua di pimpin oleh Rafka. dan dengan siswa lainnya di undi untuk masuk tim satu atau dua.
permainan di mulai, para murid perempuan bersorak memberi semangat.
" gimana re, kamu senang karena guru olahraga kita gak ada ? " tanya Hani pada rere
" hehe, beruntung sekali kan aku Han " ucap rere terlihat senang
" syukurlah, muka kamu sudah nggak kusut lagi " ucap Hani
" hahahaha iya ya, jam kosong aja sudah membuat mood ku balik lagi Han " ucap rere
" kemarin kamu kencan kemana sama Rengga ? " tanya Hani
" ke puncak " jawab rere
" enak banget sih udah ke puncak lagi " ucap Hani
" abis aku sama rengga juga binggung mau kemana jadi ya udah kita ke puncak aja. nongkronh di cafe yang lagi hits " jelas rere
" tumben belom share foto hasil nongkrong " ucap Hani
" iya masih belom, semalem sepulang dari puncak aku langsung anter Rengga ke stasiun dia langsung balik luar kota. dan sampek rumah ngantuk banget aku " jelas rere
" owh syukurlah kamu ngantuk semalem kalau enggak kamu pasti nangis semaleman karena LDR lagi " ucap Hani
" hahaha tau aja Han " celektuk rere
Skor Tim ilham lebih unggul di banding tim Rafka. karena memang yang berada di tim Rafka kebetulan anak anak yang kurang mahir dalam basket.
" Rafka ayoooo masuk bola nya ke ring " teriak Hani menyemangat i Rafka
Rafka mendengar suara Hani menyebut namanya. dia tersenyum melihat Hani dan tambah bersemangat bermain basket.
" ciyeee Hani... " ucap beberapa teman sekelas Hani yang ada di sana bebarengan karena melihat Hani berteriak menyemangati Rafka
Hani tersipu malu diliatin temen temen nya.
" Hani kita kantin aja yuk ! aku pengen ngemil " ucap rere sambil berdiri di depan Hani
" eit, gak boleh re. ini belom waktunya istirahat " ucap Hani
" yah Hani bentar aja " ucap rere
" gak boleh re, nanti kenak marah guru piket " jawab Hani
" ya kita alasan aja kalau kita lagi haus, harus minum " ucap rere
" ehhh reeee awassss bola ! "
ucap salah satu temen sekelas nya yang duduk tak jauh dari Hani
" hah ap.. . .
" brruukkkkk " suara orang terjatuh
" rere kamu gak pa pa ? ilham kamu gak pa pa ? " tanya Hani
bola tak mengenai rere karena ditangkis oleh ilham, tapi ilham kehilangan keseimbangan jadi menyenggol rere lalu mereka berdua jatuh bersama.
" ah ilham kok loe malah nyenggol gue sih " ucap rere dengan ekspresi sebal
" lah kan gue gak sengaja re, gue nangkis bola biar gak kena kepala loe " jelas ilham
" sudah yang penting kamu gak papa re " ucap Hani
" ilham ayoo main lain " ucap Rafka dari tengah lapangan
" iya iya " ucap ilham lalu berdiri
" loe gak papa Ham ? gak ada yang luka ? " tany Hani pada ilham
" gak papa kok Han, gak ada yang luka " jawab ilham
lalu ilham kembali ke tengah lapangan mulai bermain basket lagi.
" rere kenapa cemberut lagi ? " tanya Hani
" malu banget diliatin anak anak gue jatuh, gara gara ilham nih " jawab rere
" rere ilham itu justru mau nyelamatin kamu supaya gak kenak bola basket. tapi dia kehilangan keseimbangan " jelas Hani
" ah au ah " ucap rere
" sudah sudah jangan cemberut, " ucap Hani
--_
Rere, Hani, lili dan mika sedang makan camilan di kantin. karena ini sudah waktunya istirahat.
Hani membuka bekal yang di bawakan mbk tri tadi pagi, dan memakan nya bersama sama dengan ke 3 sahabat nya itu.
" Hani, sudah lama kita tidak main ke rumah kamu " ucap lili
" kalau begitu mainlah ke rumah ku li, biar aku ada temennya hehehe " jawab Hani
" gimana kalau besok " ucap mika
" mika besok itu malam minggu looh " celetuk rere
" la ya kan justru karena malam minggu, kita punya waktu agak panjang " ucap mika
" eherm mika, malam minggu itu waktu nya untuk berpacaran " celetuk rere
" uhuk uhuk uhukk " Hani tersedak air minum saat mendengar ucapan rere
" Hani pelan pelan minum nya " ucap lili
" ya kan kita gak punya pacar re " ucap mika
" aduh mika, dah di kodein masak gak ngerti juga. iya kamu gak ada pacar tapi Hani " jelas rere
" eh gak papa kok, kalau kalian mau main ke rumah gak papa datang aja. aku juga belum ada janji sama Rafka " ucap Hani
" emang kamu nggak pengen ngabisin waktu malam minggu sama pacar mu Han ? " tanya lili
" Hani besok itu malam minggu pertama kamu sama Rafka lo, yakin nggak mau jalan sama Rafka ? " tanya rere
" belom tau juga re, kan aku juga baru pertama kali berpacaran jadi ya menurutku malam minggu masih seperti biasa " ucap Hani santai
" ya sudah kita liat besok sajalah, kita ya jangan ganggu waktu Hani sama sang pacar. " ucap mika sedikit sewot
" eh gak papa kok kalian ke rumah ku aja. kan aku sudah bilang aku belom ada rencana sama Rafka " jelas Hani
waktu istirahat sudah selesai. semua siswa siswi kembali ke kelas masing masing.
-__
" samudera, katamu kemarin kamu minta tukanh untuk renovasi pagar rumah kamu " ucap om nya
" iya om, sam mau ninggin pagar rumah Sam, biar aman " jawab Sam
" sudah bicara sama papa mu ? " tanya om nya
" sudah om, papa dan mama setuju " jawab samudera
" in om punya kenalan tukang, kamu mau om kenalin ? "
" boleh om, kapan bisa ketemu ? " ucap Sam
" om hubungi dia dulu ya, nanti om info ke kamu " ucap adik dari papa sam
" oke om makasih " ucap sam
-_
Hani mengirim pesan pada sang kakak agar tak usah menjemputnya. karena dia ingin menemani Rafka menjalani hukumannya. tentu Rafka belom tau kalau Hani membuat rencana seperti itu.
Hani hanya memberitahu ilham dan rere.
Bell pulang sekolah sudah berbunyi. Hani keluar dari kelas barengan dengan rere. supaya Rafka tak curiga dengan rencananya. Rafka masih di kelas bersama ilham.
Hari ini Rafka harus mengecat lapangan basket.
Rafka keluat kelas menuju ruang penjaga kebun di sekolah. Rafka menanyakan tentang cat yang digunakan untuk lapangan basket, pastinya cat kusus bukan cat tembok.
penjaga kebun menunjukan beberapa alat cat nya. serta memberikan contoh cara mencampur cat.
ilham menunggu Rafka di lapangan basket, riko juga ada disana bersama anak buah nya.
Rafka kembali dengan membawa beberapa peralatan di bantu penjaga kebun sekolah. melihat itu ilham langsung berlari kecil menuju Rafka dan penjaga kebun untuk membantu mebawa peralatan.
cuaca hari ini sangat lah panas, ini akan membuat cat cepat mengering. tapi akan kondisi cepat lelah.
" cepat samperin Rafka dan minta alat lalu cat lah lapangan ini bersama nya agar segera selesai " ucap riko pada anak buah nya
" siap " jawab salah satu anak buah riko
riko hanya duduk di pinggir lapangan. melihat aktivitas Rafka dan anak buah nya sedang menge cat lapangan.
Hani sedang berada di salah satu minimarket yang dekat dengan sekolah nya bersama rere.
Hani membeli beberapa roti dan juga minum untuk di bawakan pada Rafka dan ilham.
" Hani gimana perasaan kamu saat ini ? " tanya rere pada Hani
" perasaan apa maksut kamu re ? " hani balik bertanya
" seneng nggak bisa pacaran sama cinta pertama ? " rere memperjelas pertanyaannya
" oh itu, tentu lah aku sangat senang re. Rafka itu tak terduga orangnya re " jawab Hani
" tak terduga gimana ? dia sering gombal gombalin kamu gitu atau gimana ? ayoo cerita sama aku Hani ! " rere terlihat penasaran
" Rafka itu perhatian banget re, beda banget sama waktu awal kenal dulu. dia juga pendengar yang baik saat aku cerita . trus juga aku suka sekali kalau dia nyanyi buat aku " jelas Hani
" aaa aku jadi iri " ucap rere
" la kenapa iri re? kan kamu sudah punya Rengga " ucap Hani
" aku sama rengga LDR Hani, kita gak bisa saling ketemu " jawab rere
" tapi kan bisa selalu kirim kabar, bisa VC. sekarang zaman udah canggih re " ucap Hani
" apaan akir akir ini dia tuh susah banget dihubungi Han, syukur syukur kemaren waktu aku sakit dia nyamperin kesini " jelas rere
" ya mungkin tugas kuliah nya lagi banyak re " ucap Hani menenangkan rere
" ah udah ah yuk balik ke sekolah " ucap rere
" iya, aku bayar di kasir dulu " jawab Hani
setelah membayar belanjaannnya Hani dan rere kembali ke sekolah. sebenarnya Hani tak mengajak rere, hanya minta tolong pada rere untuk tak memberitahu Rafka. tapi rere bilang dia ingin ikut bersama Hani menemani Rafka. karena dia merasa gabut di rumah.
Hani menuju lapangan basket. nampak dari kejauhan Rafka sedang mengecat lantai lapangan basket. ada ilham juga di sana dan ada anak buah riko. riko terlubat duduk di pinggir lapangan sedang memainkan ponselnya.
Hani menyuruh rere duduk di bawah pohon saja tak usah ikut ke tengah lapangan.
" Rafka, nih minum" sapa Hani lalu menyodorkan minuman untuk Rafka
" Hani, ngapain kamu disini ? " tanya Rafka kaget melihat Hani ada di hadapannya
" mau nemenin kamu " jawab Hani lalu memberikan minuman juga untuk ilham
" thanks Hani " terdengar suara ilham
" kamu kan sudah pulang tadi " ucap Rafka
" maaf ya, aku bohong ! aku nggak pulang tadi hanya ke luar sekolah sebentar sama rere " jelas Hani
" ya sudah kamu pinggir lapangan ya ! aku akan segera selesaikan ini dan mengantar mu pulang " ucap Rafka
" gak mau Raf, aku kesini mau bantuin kamu ngecat ini. mana kuas nya ! " ucap Hani
" Nggak usah Hani, ini pekerjaan laki laki. dan cuaca lagi panas panas nya " ucap Rafka
" pokok nya aku mau bantu kamu " Hani mengambil kuas dan mulai memoles lapangan dengan cat
" Hani jangan lakukan ini " ucap Rafka
" udah lah Raf, biarin aja " ucap Ilham
" tapi ini cuaca sangat panas ham dan ini pekerjaan laki laki " ucap Rafka
" Hani hanya ingin menunjukkan kalau dia sayang padamu, dia ingin selalu berada disisimu apa pun yang terjadi " ilham memberi penjelasan pada Rafka
" tapi aku tak tega melihat nya mengerjakan ini " ucap Rafka
" Rafka anggaplah ini bagian dari kencan mu ! " ucap ilham
" hemmm "
Rafka mendekat ke arah Hani. memakaikan topi yang dia pakai pada kepala Hani.
" biar kamu nggak kepanasan " ucap Rafka
" makasih Raf " ucap Hani
Rafka lanjut nge cat lapangan. Hani tampak menikmati setiap polesan cat yang dia lakukan pada lantai lapangan. Hani sangat senang bisa membantu Rafka.
sesekali mereka bercanda bersama.
riko tampak kesal melihat Hani dan Rafka bersama.
Riko melihat ke arah samping nya, terlihat ada rere duduk di bawah pohon.
Riko menghampiri rere.
" heh loe temen Hani kan ? " tanya Riko pada rere
" iya, ada apa ? " jawab rere dengan nada malas
" jadi bener Hani sama cowo s****n itu pacaran ? " tanya Riko seperti tak percaya dengan yang dikatakan Rafka waltu di kantin
" ya bener dong kak, Hani berpacaran sama Rafka " jawab rere
" s****n " gumam riko
" kak riko saran aku ya, kakak jangan ganggu Hani lagi deh ! kalau kakak gamau lebih bonyok dari ini " ucap rere
" loe kira gue takut sama cowo s****n itu " ucap riko
" kak riko, liat keadaan kak riko yang sekarang aja pasti tuh rasanya badan kayak remuk. itu aku liat Rafka mukul biasa aja loh kak " ucap rere
" ehh loe ngledek gue " ucap Riko kesal
" eh bukan gitu kak. gini ya rere kasih tau. Rafka itu belajar ilmu pencak silat langsung dari kakek nya. kakek Rafka adalah ketua ikatan pencak silat di kota kita kak. Rafka sudah bisa ilmu pencak silat dari masih kecil " jelas rere
" gue gak percaya sama loe " ucap riko
" yee dibilangin juga kak " ucap rere
" gue minta minuman nya " ucap riko
" beli sendiri napa kak " ucap rere
" ehh ini tuh ada banyak, loe pelit banget sih " ucap riko
" kak riko, ini tuh Hani beli buat Rafka dan ilham karena mereka lagi ngecat, lha kakak dari tadi cuma duduk mau minta minum " ucap rere
" gue kan punya anak buah, ngapain turun tangan " ucap riko
" sudah re kasih aja untuk kak riko " ucap Hani berjalan ke arah rere bersama Rafka dan ilham
" Hani, tapi kan tadi Gak ada rencana buat beliin kak riko " ucap rere
" ini aku tadi beli banyak re, gak papa. ini kak buat kakak. kasih juga buat temen temen kakak ! nih ambil " Hani menyodorkan beberapa minuman pada riko.
" thanks Hani " ucap riko
" iya sama sama " ucap Hani
" woooyyy broooo sini semua ! " teriak riko memanggil anak buah nya
teman teman riko datang ke arah riko, dipinggir lapangan. riko memberikan minuman kemasan pada mereka. mereka tampak sangat tunduk pada riko.
" Raf, makan nih roti nya ! " ucap Hani
" iya Hani , kamu juga " ucap Rafka
" eherm eherrmmm disini ada orang woyyy dikira obat nyamuk " ucap rere menyindir Hani dan Rafka
" hahahah loe sirik ya re " ucap ilham
" ehhh kenapa loe bilang gue sirik " ucap rere
" loe keliatan sebel liat mereka berdua bermanjaan depan kita " ucap ilham
" gue gak sebel kok " ucap rere membela diri
" halah bilang aja sirik kan liat mereka bersama terus tiap waktu " ucap ilham menggoda rere
" ehh enggak lah loe apaan sih Ham " ucap rere
" heleehhh iyyaaa kan " ucap ilham
" kalian berdua berisik amat sih " ucap Rafka
" iya nih, akir akir ini kalian sering ribut perasaan " tambah Hani
" ilham nih Han nyebelin " ucap rere
" apaan, loe kali " ucap ilham membela diri
" stop ya jangan ribut mulu, lama lama jatuh cinta rau rada kalian " ucap Hani
" eit eit Hani, gak bakal gue jatuh cinta sama pacar orang. dah pacar orang manja banget pula " ucap ilham
" ehh loe kira gue mau sama loe, gue dah punya ayang yang perhatian sama gue . cinta sama gue. gak bakal gue ngeduaan dia " jelas rere
" perhatian lewat HP doang aja dibanggain " ucap ilham
" ya biarin yang penting kan gue punya ayanv, timbang loe jomblo " ucap rere
" sudah Hani kita pulang saja, biarkan mereka berdua ribut disini sampe besok " ucap Rafka
" lo eh, kalian mau kemana ? " tanya rere
" mau pulang, kan ngecat udah selesai " ucap Hani
" kalian pulang bareng trus aku gimana ? " tanya Rere
" sudah bareng ilham aja, biar ilham yang antar kamu pulang " ucap Hani
" ih gamau ah, nanti aku diturunin dijalan lagi Han " ucap rere
" eh loe kira gue cowo apa an nurunin cewe di jalan " ucap ilham
" sudah lah re bareng ilham aja, daripada nungguin supir kamu kelamaan " ucap Hani
" tapi Hani "
" mau bareng gak ? gak mau ya udah pulang sendiri " ucap ilham sambil berjalan melewati rere
" emm iya iya gue bareng loe " jawab rere lalu mengikuti langkah ilham menuju parkiran
Hani dan Rafka juga berjalan menuju area parkir.
riko berjalan dibelakang mengikuti langkah Hani dan Rafka.
" Raf, gue mau ngomong sama loe " ucap riko menghentikan langkah Hani dan Rafka
" mau ngomong apa ? " tanya Rafka
" bisa bicara berdua " ucap Riko
" Hani, kamu tunggu di kursi dekat parkiran ya ! " ucap Rafka pada Hani
" tapi Raf, " Hani tampak khawatir riko dan Rafka akan berantem lagi
" gue gak akan ribut sama dia lagi Hani " ucap riko
Hani menatap Rafka. Rafka tersenyum mengangguk pada Hani.
lalu Hani berjalan menuju kursi yang terletak di pinggir area parkir. Rafka dan riko sedang berbicara serius berdua.
" loh Hani Rafka mana, kok kamu sendiri ? " tanya rere pada Hani. rere dan ilham tidak tau kalau Rafka sedang bersama riko
" Rafka lagi sama Kak riko " jawan Hani
" hah Apa Han? Rafka sama riko ? " ilham terkejut
" Hani kok kamu biarin mereka berduaan " ucap rere
" nggak papa tenang aja, kak riko bilang gak akan ngajak ribut Rafka. aku coba percaya sama kak riko " ucap Hani
" semoga yang di bilang riko benar " ucap ilham
" sudah kita tunggu disini aja " ucap hani
" tapi memang dari kemaren aku merasa riko sudah berbeda. kemaren waktu ngejalanin hukuman membersihkan Kamar mandi, riko sama sekalu tak memancing emosi Rafka. " ucap ilham
" oh ya, apa mungkin riko sudah berubah secepat itu " ucap rere
" kita liat aja nanti " ucap hani.
-__
" mau ngomongin apa ? " tany Rafka pada riko
" loe beneran suka sama Hani ? " tanya riko
" loe pikir gue cowo apa an, ngajak cewe pacaran kalo gue emang gak suka " jawab Rafka
" gue minta maaf, karena sebelumnya gue dah kurang ajar sama Hani " ucap riko
" kenapa loe ngomong ke gue, harus nya loe sampein ini langsung ke Hani ! " ucap Rafka
" selama ini gue selalu gangguin Hani karena gue nggak mau ada cowo lain yang mendekati Hani hanya untuk bermain main " ucap riko
" lalu kenapa loe selalu mendekati Hani, lie sindiri hanya akan bermain main pada Hani, loe sudah punya pacar " ucap Rafka
" itu gue lakuin karena waktu pertama kali gue lihat Hani itu beda dari cewe cewe lain. awal nya emang gue berfikir b*****t mau mainin dia. tapi setelah berulang kali berusaha mendekati nya, gue sadar gue gak bisa mainin Hani. dia bukan cewe yang sama seperti cewe cewe yang selama ini ngedeketin gue walau gue sudah punya karina " jelas riko
" trus kenapa loe masih selalu ganggu Hani ? " tanya Rafka
" gue udah bilang, supaya cowo cowo buaya di sekolah ini gak deketin Hani. semua murid di sekolah ini kenal gue. mereka tau siapa gue. mereka gak akan berani deketin cewe yang gue deketin " jelas riko
" tapi kenapa loe malah bikin semua orang salah paham dengan sikap loe, loe membuat semua orang mengenal loe laki laki picik " ucap rafka
" biarlah orang berkata seperti itu. gue emang picik. gue emang cowo yang suka mainin cewe " ucap riko
" apa yang membuat loe punya niat jagain Hani ? " tanya riko
" gue punya adik perempuan, kalau dia masih hidup dia akan seumuran dengan Hani. dia persis seperti Hani. ceria, murah senyum, baik Hati.
kebaikan dalam diri nya membuat nya dia nggak tau kalau dia sedang dimainin sama orang. " ucap riko
" maksut loe, adik lo dah nggak ada ? " tanya Rafka
" sekitar 2 tahun yang lalu, waktu dia masih kelas 2 SMP. dia bunuh diri karena Hamil dan pacar nya nggak mau tanggung jawab " ucap riko
" hah " Rafka tampak terkejut
" waktu itu gue kelas 1 SMA, gue lagi suka suka mainin cewe. gue ngerasa kena karma karenaa mainin cewe, adik gue sendiri kena imbas nya dari kelakuan gue " ucap riko
" tapi loe masih b******k sampe sekarang " ucap Rafka
" itu hanya ucapan mereka " ucap Riko
" gue turut berduka atas apa yang terjadi sama adik loe " ucap Rafka
" thanks, loe jaga Hani. jangan jadi cowo b******k seperti gue ! " ucap Riko
" kenapa loe lain ? loe gak seperti biasa nya ketika sedang menggoda para cewe di sekolah ini " tanya Rafka
" itu hanyalah agar semua pada takut sama gue.
oke thanks udah mau ngobrol sama gue ! buruan balik samperin Hani,! dia sudah menunggu lama " ucap riko
" thanks udah jagain Hani, sebelom gue kenal dia " ucap Rafka
Rafka lalu berjalan menuju area parkir. "dia sangat berbeda, di balik sikap nya yang suka resek dan menggoda cewe ternyata ada maksut lain " gumam Rafka
" eh tuh Rafka " ucap rere melihat Rafka berjalan kearah nya
" maaf ya nunggu lama ! " ucap Rafka.
" gak papa kok Raf, kamu sama kak riko gak berantem kan? " tanya Hani
" enggak Hani, kita hanya ngobrol " jawab Rafka
" ngobrolin apa sih kok sampe harus berdua ? " rere nampak penasaran
" sudahlah kita pulang saja " ucap ilham
" iya hari sudah sore " ucap Rafka
" ya udah yuk pulang, " ucap Hani
" sampai jumpa besok ya Hani ! " ucap rere lalu naik ke motor ilham
" iya re bye, jangan berantem ya di jalan ! " ucap Hani
-_
samudera sedang mencuci motor nya di halaman rumah. terlihat Rafka dan hani baru saja sampai.
" sore kak " Hani menyapa samudera
" sore sekali pulang nya Hani ? " tanya samudera
" maaf kak, Hani tadi memaksa menemani ku disekolah, padahal aku sudah bilang gak usah ditemenin " jelas Rafka
" tapi sudah nge cat lapangan basket nya kan ? " tanya samudera
" emm kok kak sam tau kalau aku ngecat lapangan basket " ucap Rafka
" ya tau lah, Hani cerita " ucap Sam
" hehehe iya Raf, Hani yang cerita ke kak Sam " tambah Hani
" kamu mau masuk dulu Raf ? " tanya Sam pada Rafka
" oh enggak kak, aku mau langsung pulang aja " jawab Rafka
" hati hati ya Raf ! " ucap Hani
" iya, bye Hani, mari kak sam " ucap Rafka
lalu melajukan motor nya pulang ke rumah nya.
" Hani masuk dulu ya kak ! " ucap Hani
" iya buruan mandi ganti baju, dah bau cat kayak kuli kamu ! " ucap Sam
" wkwkwkwkwk masa sih kak," Hani tertawa lalu masuk ke dalam rumah. sesekali mencium baju nya yang memang bau cat.
Hani langsung bergegas masuk ke dalam kamar dan mandi.
mbak tri sudah memasak untuk samudera dan hani. hari masih sore tapi mbk tri minta izin pada Sam untuk pulang lebih awal. karena ada pengajian diruamh saudara nya.
untung saja Sam tak ada kuliah jadi sepulang dari kantor sam langsung pulang tadi.
" den, makanan sudah matang kalau mau makan tinggal siapin di piring aja, mbak pulang sekarang ya ! " ucap mbk tri
" iya mbak, makasih ya " ucap Sam
" sekalian den, besok mbk izin gak kerja. hari sabtu dan minggu. keponakan mbk ada yang nikahan " jelas mbk tri
" iya mbk, untung saya gak ada jadwal kuliah akir minggu ini jadi bisa nemenin hani di rumah " ucap Sam
" di kulkas ada bahan makanan kalau aden mau masak besok " ucap mbk tri
" iya mbk makasih ya, mbk pulang hati hati ". ucap Sam
" baik den "
samudera sudah selesai mencuci motor dan mengelap hingga kinclong motor nya. lalu dia pergi masuk ke dalam rumah untuk mandi.