"hei Raf, kok loe ngliatin hm gue gitu sih" perkataan Hani membuat Rafka salting
dia ketahuan menatap Hani.
"eh gakpapa" jawab Rafka sambil menundukan tatapan nya
"loe juga suka gunung kan Raf? tanya Hani
" kok loe tau? ''
"gue liat di profil w******p loe" Jawab Hani.
"oh itu"
"boleh nih kapan kapan Rafka ajakin Hani pergi ke pegunungan"! rayu Hani
" loe mau? " dalam Hati Rafka "yang bener aja ni anak malah nawarin dirinya mau ke gunung sama gue, sebelom gue ajakin dia dulu"
"ya mau lah, Hani dah lama gak pergi ke gunung, terakhir sekitar 2 bulan yang lalu", jawab Hani
" biasanya kesana sama siapa?" tanya Rafka penasaran
"sama Kak samudera, Gue belom pernah pergi ke pegunungan sama orang lain",
" ohh, lha sekarang kok malah nawarin mau ikut gue ke sana",!?
"gak tau juga, tiba tiba aja gue pengen aja kesana",
" emang dibolehin sama kakak loe, kalau loe pergi sama gue? tanya Rafka
"yaa nanti minta izin dulu donk, loe juga harus bantu izin. loe kan udah kenal sama Kak Sam"
"emm oke",
" beneran Rafka mau bantu izin ke kak Sam? " tanya Hani memastikan Sam beneran mau
"iya Hanindya" jawab Rafka sambil tersenyum
"eeemmmm trimakasih Rafka malik", Hani membalas senyum Rafka
mereka berdua sedang asyik mengobrol, berbincang tentang pegunungan. saling berbagi pengalaman saat pergi ke daerah pegunungan.
Dan HP Hani berbunyi...
" oh pak sarip telpon" gumam Hani
"hallo pak sarip"
"hallo non, ini pak sarip sudah didepan sekolah non Hani'"
"oh iya pak, tunggu sebentar yaa Hani akan keluar segera"
"baik non"
telepon berakhir.
"emmm Rafka, gue pulang dulu ya! Pak sarip dah sampai didepan sekolah" ucap Hani lalu berdiri
"iya ayoo ku antar keluar sekolah",! ajak Rafka
" ahh gue bisa sendiri kok"
"gakpapa gue sekalian mau ke parkiran, gue juga mau pulang" jelas Rafka
"ooh yaudah ayookkk"!
mereka berjalan menuju gerbang utama sekolah.
pak Sarip sedang menunggu di samping mobil.
" itu supir mama aku" ucap Hani
"oh yaa, yaudah pulang gih"!
" eeemmmm Rafka, trimakasih sudah menemani Hani"! ucap Hani
"ohh iya, gue juga makasih untuk nasi goreng nya".
" bye Rafka " Hani masuk kedalam mobil
Rafka menatap mobil itu sampai tak terlihat diujung jalan. lalu dia balik ke parkiran mengambil motor nya dan pulang kerumah.
"pak sarip dari kantor mamah?" tanya Hani
"iya non," jawab pak sarip
"mama Minta jemput jam berapa pak?
" kata nyonya, nyonya akan pulang agak malam non"
"mama pasti sibuk banget ya pak".
" iya non."
sesampainya dirumah, Hani langsung masuk kekamar dan mengganti baju juga membersihkan diri.
dirumah sedang sepi. hanya ada mbk Tri dan Hani.
"sepi banget rumah yaa, kak Samudera nggak ada, huhh" gumam Hani
Hani turun pergi kebelakang menemui mbak Tri yang sedang mencuci pakaian.
"mbak Tri"
"eh non Hani sudah pulang, mau makan siang non? " tanya mbak Tri
"nggak mbk Tri, Hani barusan baru memakan bekal yang dari mama, masih kenyang" jawab Hani
"atau non Hani mau dibikinin minum?
" nggak usah mbk, Hani kesepian Aja, dirumah nggak ada orang" jawab Hani
"iya non, kakak nona berangkat tadi setelah non berangkat sekolah,"
"iya nih sepi banget nggak ada kakak"
"nyonya tadi juga telpon, katanya akan pulang malam begitu nya tuan non. nanti mbak Tri akan temani non sampai tuan dan nyonya pulang"
(mbak Tri tidak selalu tidur dirumah Hani, walaupun sudah disediakan kamar. mbak Tri lebih sering pulang kerumah nya yang tak jauh dari kompleks perumahan Hani. kamar pembantu hanya digunakan untuk istirahat disiang Hari)
"oh yaa papa juga pulang telat," hani terlihat tak bersemangat
"iya non".
" yaudah mbk, Hani mau ke kamar dulu"
"baik non, kalo butuh apa apa panggil saja mbk Tri"
"oke, " jawab Hani singkat, lalu pergi
Hani mengambil satu botol air dingin lalu pergi kekamar nya.
dia mengambil laptop nya lalu pergi ke balkon.
Duduk di kursi yang ada dilbalkon, sambil mendengarkan musik dari laptopnya. Dia juga sesekali membuka akun sosmed nya dari laptop.
memikirkan rencana sang papa dan mama nya. Hani ingin mencari tahu tentang kota besar yang akan menjadi tempat tinggal orang tuanya. mengecek peluang bisnis dan tentunya mencari tahu sekolah atau universitas yang bagus disana.
ternyata beberapa universitas yang membuat Hani tertarik untuk berkuliah disana.
"wah seperti nya universitas ini bagus, yang ini juga" gumam Hani
Hani mencari informasi tentang universitas yang membuat nya tertarik.
"oke, aku akan menyetujui jika mama dan papa pinndah kesana untuk mengembangkan bisnis. tetapi aku akan ikut kesana jika Aku sudah lulus SMA, aku akan Berkuliah disana dan bisa tinggal lagi sama mama dan papa." gumam Hani
"aku akan bertahan disini selama SMA, aku akan belajar dengan giat supaya bisa masuk ke Universitas itu. oke Hani... hanya sekitar 2 tahun itu akan cepat berlalu supaya aku bisa ikut bersama papa dan mama, dan mama benar sudah waktunya untuk aku mandiri", Hani bersemangat
Hani sudah berfikir matang matang menyetujui keputusan mama dan papa nya.
hari menggelap, matahari terlihat akan segera tenggelam,. Hani bergegas masuk ke kamar nya untuk mandi.
Rere sedang memegang ponsel nya, ingin menghubungi Hani.
"tut.. tut... tut.... tut... tut... tut.. tuuuuttt"
"kok gak diangkat sih sama Hani", gumam Rere
beberapa kali rete mencoba menelpon Hani tapi tak diangkat.
Hani keluar dari kamar mandi mendengar ponsel nya berdering.
" Rere nelpon, ada apaan"? gumam Hani
"Hallo ree"
"Hani lama banget angkat telpon nya. "
"aku barusan mandi ree, ada apa? "
"kamu lagi sibuk?"
"enggak kok re, kenapa?
" aku boleh main kerumah mu Hani?, sekalian ajarin Aku tugas matematika! "
"ohhhh, boleh ke sini aja, dirumah ku juga sedang sepi, mama papa ku akan pulang malam, dan Kak samudera sedang berdampingan"
,"oke sehabis ini aku akan meluncur kerumah mu".
, "iya hati hati dijalan"
.
"oke Hani bye.. "
"bye... "
Hani turun ke lantai bawah menghampiri mbak Tri yang sedang berada di dapur.
"mbak Tri, ngapain? tanya Hani
" sedang beberes non, non Hani perlu sesuatu? "
"emmm Hani mau bikin sesuatu"
"pengen apa non?
" ada pisang mbk Tri?
"ada non, barusan tadi pagi saya ke pasar dan melihat ada pisang jadi saya beli. ".
" yaudah mbk Tri ajarin Hani bikin pisang goreng, Rere mau kesini malam ini"
"biar saya non yang bikin, non tunggu aja"
"nggak mau, Hani mau ikut bikin mbakk, Hani mau belajar mandiri"
"tapi non...
" udahh yukk kita mulai! mbak Tri ajarin Hani "
"baik non"
Hani memperhatikan step bye step yang diajarkan oleh mbk Tri. seumur umur Hani memang tak pernah belajar memasak. satu satu nya keahlian Hani didapur adalah bikin mie instan, hehehehe.
Hani mencoba mengadoni tepung, mengupas lalu membelah pisang dan juga menggoreng, Hani cukup cekatan padahal ini adalah pengalaman pertama nya.
"ting.. tong.. ting.. tong" bell rumah Hani berbunyi
Hani meminta tolong mbak Tri membukakan pintu. sementara Hani melanjutkan menggoreng pisang yang tinggal beberapa buah lagi selesai.
"silahkan masuk non!" mbk Tri mempersilahkan masuk Rere
"Hani dimana mbk? " tanya Rere pada mbk Tri
"non Hani sedang menggoreng pisang didapur" jawab mbk Tri
"apaaaaaaa, Hani.. goreng pisang? nggak salah mbk? " Rere penasaran seperti tak percaya
"iya non, non Hani sedang belajar menggoreng pisang"
"yaudah Rere mau lihat Hani mbk"
"oohh, mari non ikut saya kedapur" mbk Tri mengajak Rere kedapur
"Hani..... " terdengar suara Hani memasukkan dapur
"apa ree" sahut Hani
"aku sempat nggak percaya waktu mbk Tri bilang kamu sedang goreng pisang" Rere mendekati Hani
"iya nih hehehehe" Hani tertawa kecil
"ada angin apa gitu looh, seorang Hani tiba tiba belajar masak? "
"emmmm kayak nya emang udah waktunya deh ree",
" maksud kamu apa Han? "
"taarraaaaa dah jadi pisang goreng by Hani"
"aku nanya loohh Hani, maksudnya sudah waktunya apa? "
"ayok kita kedepan TV, gue ceritain", ucap Hani sambil membawa satu piring nasi goreng yang diatasnya ditaburi serutan keju dan coklat
Rere berjalan mengikuti Hani ke ruang TV, dan mbk Tri juga untuk membawakan minum. diruang TV sudah ada laptop dan beberapa buku Hani.
" aku penasaran Hani" ucap Rere sambil duduk lesehan bersandar pada sofa
(tentunya diruang TV ada sofa yang cocok untuk nonton TV yang bawah nya dialasi karpet tebal?
"papa dan mama aku berencana untuk mengembangkan bisnis nya dikota besar dan akan tinggal disana re, "
"hah serius, terus kamu sama kak Sam ikut kesana? "
Rere terkejut
"sebenarnya aku gk mau berjauhan dari papa dan mama, tapi kalau ikut aku merasa nanggung banget, 2 tahun lagi aku lulus SMA, dan kalau kak Sam malah 1 tahun ini adalah semester terakir nya untuk gelas S2".
" jadi kamu gak akan ikut papa mama mu?
"berat sih, tapi aku sudah memikirkan nya, aku berfikir setelah lulus dari SMA aku akan nyusulin mama papa dan tinggal bersama lagi, untuk sekarang aku akan fokus belajar untuk dapat nilai yang bagus, aku sudah mencari tahu beberapa universitas disana. sudah ada beberapa yang membuat ku tertarik"
"syukur lah Hani, seenggaknya untuk sekarang kita masih bisa bersama disekolah, kalo kamu ikut pindah sekarang aku bakalan galau banget nggak ada kamu"
"heheheh, maka dari itu aku coba belajar masak, karena aku juga berfikir mungkin emang sudah waktu nya deh re, aku harus belajar mandiri"
"aaaaaa Hani aku kagum padamu, aku sangat setuju dengan keputusan mu," Rere memeluk Hani
"tapi gimana ya nanti waktu papa dan mama sudah bener bener tinggal diluar kota? aku pasti akan kesepian", ekspresi Hani memelas
" Hani kan ada Rere, ada lili dan muka juga, Kak Sam juga ada, disekolah ada banyak teman kamu tak akan kesepian. kamu harus dukung keputusan orang tua mu. karena mereka juga pasti butuh dukungan untuk kerja kerasnya. dan juga pasti papa mama mu sebenarnya akan berat sekali berjauhan dari mu, apalagi selama ini kalian selalu bersama ", Rere mencoba menenangkan Hani
" iya sih re kamu bener,"
"Hani lihat aku, aku berjauhan dari papa ku semenjak umur aku 6 tahun sampai sekarang, malah papa ku diluar negeri, yang dimana kalau mau nyusulin kesana butuh uang yang lebih banyak butuh juga surat surat yang lainnya kalau itu belom se sejahtera dan segampang sekarang. ya walaupun mama ku hanya terkadang ikut kesana terkadang disini sih.
papa mama mu masih didalam negri, kamu akan sangat gampang nyusulin jikalau kamu kangen", Rere terlihat sangat dewasa
"aaahhh Rere kamu dewasa sekali hari ini", Hani memeluk Rere
" tenang Hani, apa yang dilakuin orang tua kamu itu juga pasti untuk masa depan keluarga kalian",
"iya re, mulai sekarang aku akan dukung keputusan mama papa ku, aku juga akan belajar mandiri, memang sudah saat nya", Hani bersemangat
" nah gitu donk, jangan sedih sedih ya! "
"thanks ya re! "
,"hehehehehehe iya... ""
mereka berdua mulai belajar bersama, Hani mengajari Rere mengerjakan tugas matematika. Rere memang tak Secerdas Hani. Rere sering datang kerumah Hani untuk belajar bersama. kalau lili dan mika semenjak masuk SMA mereka jarang bersama karena beda jurusan hanya beberapa pelajaran yang sama terkadang belajar bersama, hanya terkadang.
karena lili dan muka juga berasal dari keluarga pas pas an. keluarga lili mempunyai warung makan sederhana di dekat rumah nya. dan orang tua mika mempunyai toko kelontong didepan rumah nya. rumah mereka berdekatan berada di satu RW di satu daerah padat penduduk, tidak berada di daerah perumahan seperti rumah Hani atau Rere. lili dan mika selalu membantu orang tua nya.
tak terasa waktu menunjukkan pukul 21.00, Hani dan Rere sudah selesai belajar. Rere akan pulang karena sudah malam.
setelah Rere pulang tak lama kemudian papa mama hani sudah pulang juga dari kantor. Hani membukakan pintu untuk orang tuanya karna mendengar ada mobil datang.
"lohh Hani belom tidur? " tanya san mama
"belom ma, rere barusan pulang, abis belajar bareng" jelas Hani
"sudah malam, Hani harus tidur supaya tidak telat besok sekolah nya" pinta sang papa
"iya pah, Hani akan segera naik ke kamar dan tidur, night papa mama",
Hani pergi ke kamar nya.
"nyonya dan tuan sudah pulang?, mau dibikinin minum? tanya mbk Tri
" emh ndak usah mbak, mbk Tri kalau mau pulang gpp pulang sekarang nanti keburu malam"! jawab Ratna
"iya nyonya, saya beres beres ini dulu", mengambil piring pisang goreng buatan Hani
" pisang goreng" ucap kusuma
"iya tuan" mbk Tri mengangguk
"apa masih ada didapur? saya juga mau" kusuma meminta pisang goreng
"masih tuan, sebentar saya ambilkan! "
mbk Tri mengambil pisang goreng didapur dan meletakkan dimeja depan kusuma dan ratna
"ini tuan pisang goreng nya, ini adalah pisang goreng bikinan non Hani" ucap mbk Tri
"apaaaaaaaa.... Hani....... " kusuma dan Ratna terkejut mendengar ucapan mbk Tri
"iya tuan nyonya",
" ada apa dengannya mbak ? tiba tiba bikin nasi goreng sendiri,? " Ratna penasaran
"kata non Hani, non Hani pengen belajar masak nyonya, pengen mandiri, tadi nya saya tidak mau mengajari tapi non Hani memaksa, lalu saya ajari caranya, non Hani sangat cekatan nyonya, cepat sekali memahami" jelas mbak Tri
"oh yaaa, waaahhhh hani kita sudah besar pah" Ratna tersenyum lebar
"mama cobain, ini enak maa, ini pertama kalinya papa makan makanan buatan anak perempuan papa", ucap kusuma sambil memakan pisang goreng
" iya pa enak", Ratna juga ikut memakan nya
. "mbak Tri pulang sekarang nggak aja, nanti saya akan bereskan ini sendiri, " ucap Ratna
"baik nyonya, " mbk Tri mengangguk
"oh ya besok mbk Tri pulang malam lagi gpp ya mbak, tolong temani Hani lagi" pinta Ratna
"siap nyonya, dan saya permisi pulang dulu tuan nyonya",
mbak Tri lalu pulang kerumah nya yang tak jauh.
****____-
Hari berganti pagi, Hani sudah bangun dan mandi, bersiap turun ke bawah untuk sarapan, dia bangun lebih awal berniat untuk membantu sang mama bikin sarapan.
"pagi mama" sapa Hani melihat sang mam didapur
"pagi Hani, tumben Hani sudah kebawah" ucap ratna
"Hani mau bantuin mama bikin sarapan", jwab Hani
" oh ya benarkah? "
"iya maa, mama masak apa pagi ini? tanya Hani
" ini mama bikin capjay"
"hani bantuin ma"
"iya nihhh potong seperti ini sayur nya yaa! " jelas sang mama.
Ratna sangat senang dengan perubahan Hani. dia mengajari anak perempuannya memasang dengan senang Hati.
"eh ma, kemaren ada salah satu temen Hani kelaperan waktu pulang sekolah, trus Hani kasih bekel yang mama bawain, kita dia nasi goreng bikinan mama enak loo"
"benarkah? , tapi apa waktu istirahat kamu tak makan Hani?
" waktu itu Hani masih kenyang mah, jadi Hani nggak makan, trus juga dibeliin s**u kotak sama Hani, dan rangga beliin Hani roti "
"oh ya, teman teman kamu perhatian sekali,"
"mungkin karena Hani tak pergi ke kantin jadi mereka pikir untuk membeli kan Hani"
"ooh gitu, kata pak sarip kemaren kamu nunggu sedikit lama disekolah karna ban mobil bocor ya? "
"iya mah" nggak lama kok
"kenapa kamu nggak pulang naik taksi aja Hani"?
" Hani sudah terlanjur bilang ke pak sarip mau nunggu, waktu itu juga ada teman Hani yang mau anter pulang tapi Hani nggak mau, trus dia malah nemenin Hani nunggu pak sarip,
"oh ya, baik sekali dia, siapa namanya?"
"namanya Rafka,"
"Rafka? mama seperti prnah dengar. "
"ya tentu donk ma, kapan hari rafka kesini sama sahabat sahabat Hani"
"oohh iya iya mama inget, kata samudera juga si Rafka yg nolongin kamu waktu terjatuh, dia juga nang jaga kamu waktu di klinik"
"iya maa itu Rafka, "
"baik ya dia, apa kamu sudah kenal Rafka lama?
" belom ma, Rafka itu baru pindah aWal mSuk sekolah itu, dia dari luar kota"
"ooohh gitu, sekelas sama kamu?
" iya sekelas, sebangku, Hani jadi ketua kelas dia wakilnya"
"wahhh sering bersama Hani donk"? mama sedikit menggoda
" ya Hani juga baru masuk sekolah bagi kemaren mah"
"mama liat Rafka anak baik, mama suka"
"maksud mama?
" mama gpp kalo Hani punya pacar" Ratna berbisik pada Hani
"iiihhh mama Hani belom kepikiran kesana"
"lolooo gpp sayang, mama mengizinkan kamu berteman berpacaran supaya kamu menikmati masa remaja kamu,. tapi kamu harus tau batasannya" jelas Ratna
"ahh mama Hani jadi malu tau'..
Hani tersenyum malu
sarapan sudah siap. kusuma juga sudah berada di ruang makan.
Hani membantu sang mama menyiapu makanan dimeja makan.
" wah anak papa rajin sekali " puji kusuma
"hehehehee" Hani hanya tertawa kecil
"mau mandiri pah" sambung Ratna
mereka bertiga duduk bersama untuk sarapan.
"mah pah, sambil sarapan Hani mau ngomong sesuatu"
ucap Hani.
"ngomong apa Hani? " tanya sang papa.
"eemmmm Hani menyetujui jika papa dan mama tinggal diluar kota", jawab Hani
" benarkan Hani? " tanya Ratna
" iya maa, Hani akan menjadi mendukung keputusan papa dan mama" jawab Hani
"kamu serius nak? atau kamu mau ikut papa mama? " sang papa juga seperti tak percaya
" iya pah, Hani akan giat belajar disini setelah Hani lulus SMA Hani akan nyusulin papa dan mama, Hani sudah melihat beberapa universitas disana, ada beberapa yang membuat Hani tertarik " jelas Hani
"emmmmh Terima kasih sayang, kamu semakin dewasa sekarang", ucap sang mama sambil mengelus rambut Hani.
Hani tersenyum dan melanjutkan sarapannya.
Hari ini Hari sabtu, Hani sekolah bareng papa nya pergi kekantor.
biasanya bari sabtu papa Hani gak ngantor, tetapi karna ada banyak yang harus dipersiapkan untuk pengembangan bisnis nya, dia haris ngantor di hari sabtu bahkan pulang malam. begitupun juga mama Hani.
Pelajaran pertama dikelas Hani pada hari sabtu adalah penjaskes. semua murid dikelas Hani memakai seragam olahraga. begitupun juga Hani.
Pak guru mempersilahkan ketua kelas untuk memimpin pemanasan. Rafka bicara pada Hani kalau dia yang akan melakukannya, Rafka juga meminta pada Hani untuk tidak mengikuti gerakan yang akan membuat kaki bya tertarik.
Hani merasa Rafka benar benar baik padanya.diakir pemanasan para murid berlari memutar i lapangan sebanyak 3 Kali.
Hani tak boleh berlari dulu.
sang guru menyuruh Hani untuk duduk saja.
Hani duduk di pinggir lapangan bersama pak guru.
setelah berlari anak anak barlatih voli. Hani adalah tim sorak, karena pak guru melarang Hani ikut latihan.
sebenarnya Hani kecewa karena dirinya tak bisa mengikuti latihan voli, tapi mau gimana lagi daripada nanti sakit lagi kaki nya.
waktunya siswa siswi beristirahat , semua anak berhamburan ke kantin.
Hani bersma rere juga pergi ke kantin, di kantin sudah ada lili dan mika yang menunggu.
" emm malam ini kalian ada rencana kemana? " tanya Hani pada ketiga sahabat nya
"gak kemana kemana Hani" jawab Rere
"aku ya bantuin orang tua ku di toko" jawab mika
"aku bantu di warung" jwab lili
" kenapa sih Hani? tanya Rere
"kalau gak ada acara aku mau kalian ngumpul dirumah ku, kita ngobrol ngobrol makan makan, mama papa ku pulang malam lagi hari ini" jelas Hani
"boleh, nanti aku akan ke rumah mu Han,. lili dan mika akun jemput yaaa" jawab Rere
"aku harus izin dulu ke orang tua ku re,".jawab mika
" aku juga.. ", jawab lili
" ya nggak papa nanti pulang sekolah kalian izin ke orang tua kalian pasti dibolehin kok. nanti kalian hubungin aku yaa kalau orang tua kalian ngizinin" jelas Rere
"oke deh nanti ku hubungi kamu" jawab lili
"emm Han, kenapa kita nggak ajak temen temen lain? " Rere memikir kan sebuah ide untuk Hani dan Rafka
"temen temen? " ucap Hani
"iya ilham, Rafka, roni dan johan aku ajak mereka ya Han! " pinta Rere
"tapi apa mereka mau? " Hani sedikit bingung
"pasti mereka mau, biar aku yang atur, kan seru kalo rame rame" jawab Rere
"wahhh Rafka ikut, aku harus ikut" batin mika
"eMm Han kenapa kita gak ajak Rangga sekalian, ? dia kan se kompleks sma kamu, " usul Mika
"emm iya bener tuh Han, rangga kan rumah nya deket" sambung lili
"boleh gpp, nati kalian sampein ke rangga ya, ka kalian sekelas" jawab Hani.
Hari sabtu sekolah pulang satu jam lebih awal dari hati biasa nya. Hani berencana akan mampir ke market waktu pulang sekolah untuk membeli camilan.
Rere menemui ilham yang berada di dekat lapangan.
"ilham", panggil rere.
" Hai ada apa re"? tanya ilham
"Hani nanti malem ngajakin aku dan sahabat ku ngumpul dirumahnya. dan gue udah minta izin ke Hani untuk ngajak loe, Rafka, roni dan johan" jelas Rere
"oohh yaa, bagus donk, nanti gue ajakin rafka roni dan johan",
" Inget ya ham, Rafka wajib ikut", tegas Rere
"bereeesss re". jawab ilham
bell pulang sekolah berbunyi. anak anak bersiap pulang. Hani juga sedang memasukkan buku kedalam tas nya.
dia melihat kearah Rafka. dia berniat akan mengundang Rafka untuk kerumah nya nanti malem, tapi Hani bingung bagaimana bicaranya.
" hanindya, loe kenapa ngliatin gue" ucap Rafka
Hani tak sadar jika Rafka menyadari kalo Hani sedang melihatnya.
"ohhh emmm ituuuu.. . emm loe malem ini ada acara nggak?" tanya Hani memberanikan diri
"kenapa emang?" Rafka selalu seperti itu ditanya balik nanya
"emmm gue tadi ngajakin Rere buat ngumpul dirumah gue nanti malem, rere pasti juga sudah bilang ke ilham,. . emm loe mau dateng? " jelas Hani seraya berharap Rafka mau dateng kerumah nya
"oohhh,. yaa gue usahain" jawab Rafka
"kalo loe sibuk gpp gak usah dipaksain sih",
" iya" jawab Rafka singkat
"enn yawda gue balik dulu bye"
Hani pergi, keluar kelas untuk pulang.
sebenernya dalam hati Hani berharap Rafka akan mau datang. "sepertinya dia tak akan datang", batin Hani.
Rafka ingin sekali datang tapi sedikit gengsi.
" Raf ntar malem ikut yaa! " ucap ilham
"kemana? " tanya rafka
"kerumah Hani, "
"gak janji gue" jawab Rafka
"pokok nya nanti gue jemput kita naik mobil sama sama" ucap ilham
Rafka hanya terdiam lalu berjalan untuk keluar kelas dan pulang.
Hani sudah sampai di sebuah Minimarket. dia masuk sendiri ke minimarket dan pak sarip menunggu di parkiran. Hani membeli beberapa camilan, dan juga beberapa kotak s**u, dia juga membeli beberapa kantong ftozen food.
membeli buah jeruk dan juga Apel.
setelah selesai belanja Hani langsung pulang kerumah nya.
Hani juga sudah mengirim pesan kepada Sang mama kalau nanti malam teman teman Hani akan datang kerumah.
Pak sarip membawakan beberapa kresek jajanan yang dibeli Hani masuk kerumah. Hani langsung masuk kamar untuk ganti baju
"mbak Tri, ini belanjaan non Hani" pak sarip memberikan belanjaan tersebut pada mbk Tri
"banyak bener pak, jajananya? " tanya mbk tri
"kata non Hani nanti malam akan ada teman non Hani main kerumah" jawab pak sarip
"ooo gitu, yaudah biar ku bereskan pak"! ucap mbk Tri
setelah Hani berganti baju santai, Habib turun kedapur, dia membantu mabk Tri merapikan jajanan yang ia beli.
" non, biar mbk Tri saja yang beresin" ucap mbk Tri
"gpp mbk Tri, kan Hani sudah bilang Hani harus belajar mandiri" jawab Hani sambil tersenyum
"mbk tri senang melihat perubahan non Hani, non Hani sudah dewasa semakin dewasa sekarang" ungkap mbk Tri
. "hehehe, Hani masih belajar mbak,. Hani nggak mau bergantung pada orang terus. Hani harus bisa tanggung jawab untuk diri Hani sendiri" jelas Hani
"oh ya non, semalem tuan dan nyonya memakan pisang goreng buatan non Hani. "
"oh yaa, trus trus mama papa bilang apa? "
"tuan dan nyonya sangat senang non, sangat menikmati pisang goreng buatan non Hani. "
"hihihi kok aku jadi malu ya mbk, kenapa harus menunggu sebesar ini aku belajar didapur" Hani tertawa kecil..
"kenapa malu non, yang penting non Hani sekarang sudah sedang berusaha",
, hehe iya yaa, oh ya mbk nanti bantuin Hani buat jus jeruk yaa, tadi Hani beli jeruk, "!
" baik non",
Dirumah Rangga.
Rangga sedang memikirkan sesuatu, tadi siang dikelas mika sudah memberitahu Rangga kalau Hani mengajak nya untuk ikut kumpul dirumah Hani.
Rangga sedang berfikir ingin membawa sesuatu untuk Hani, Tapi dia masih bingung mau bawa apa?..
Dia sangat senang Hani juga mengundang nya untuk datang kerumah, dia berencana akan menggunakan kesempatan ini, untuk menarik perhatian Hani.
Hari sudah mulai sore, matahari akan segera tenggelam, Rere bersiap untuk kerumah Hani. Dia sengaja akan datang lebih awal karna juga harus menjemput lili dan mika. lili dan mika sudah menghubungi Rere karena sudah mendapatkan izin dari ortu nya.
dirumah Rere tinggal bersama ibu dan kedua adiknya. adik Hani yang satu duduk dikelas 6 SD, dang yang paling kecil baru berusia 4 th. papa Rere tinggal diluar negeri untuk mengurus bisnis nya disana, beberapa kali dalm setahun bisa pulang kalau sedang tidak terlalu sibuk. terkadang mama Rere dan adiknya nyusulin kesana.
Hari sudah mulai gelap, Rere sudah sampai di depan pintu masuk daerah padat penduduk untuk menunggu mika dan lili. rumah mika dan lili tak jauh dari pintu masuk.
terlihat samar samar mika dan lili sedang berjalan bersama.
"Hai Rere, maaf kamu nungguin lama ya" ucap lili
"Hai, enggak kok , gpp ayook buruan masuk" ucap Rere
"emm apa kita perlu membeli sesuatu re untuk Hani? " tanya mika
"tadi Hani pesen kita ndak usah repot bawa apa apa," jawab Rere
"oohh gitu"
Hani sudah berpakaian yang sopan. mengenakan Kaos lengan pendek bewarna merah muda, diapdu dengan celana semi jeans 3/8 bewarna cream, menguncur sebagian rambutan nya kebelakang dan membiarkan sisan nya tergerai.
Hani sedang membuat juss jeruk bersama mbak tri di dapur.
suara bell rumah Hani berbunyi, mbak Tri membukakan pintu.
"eh non rere, non lili dan non mika, silahkan masuk non!" mbk Tri mempersilahkan mereka bertiga masuk
Hani sudah selesai membuat jus, berjalan kedepan menghampiri sahabatnya,
"Hani,... "sapa Rere
"eh kalian sudah datang, yukk kita duduknya di teras samping rumah aja", ajak Hani.
" boleh, ayuukkk.. " jawab lili
didekat ruang TV ada teras samping rumah, disana disuguhi pemandangan kolam ikan yang tak terlalu besar milik papa Hani. dan ada beberapa tanaman bunga milik mama Hani.
tempat nya cukup luas dan enak untuk bersantai. dan adem karena da beberapa tanaman.
ilham sedang dalam perjalanan menuju rumah Rafka bersma Roni dan johan. mereka naik mobil ilham.
ilham sudah cukup umur untuk bisa mengemudikan mobil.
sudah sampai Rumah Rafka.
"Rafka." panggil ilham dari depan pintu
pintu terbuka, dan yang muncul adalah nenek Rafka
"ohh nenek" ilham terkejut
. "ooo kamu ham, ayoo masuk! " ajak nenek Rafka
sementara roni dan johan menunggu di mobil.
"Rafka adan kan nek?" tanya ilham
"ada dikamar nya." jawab nenek Rafka
"lha kok masih dikamar, ilham mau ngajakin Rafka ke rumah temen nek, tadi ilham udah kirim pesan ke Rafka" jelas ilham
"samperin aja kekamar nya!"
"oke deh. "
ilham masuk kekamar Rafka.
"eh bro kok loe belum siap sih", ucap ilham neroboa masuk kamar Rafka
"eeehhh masuk kamar orang harusnya ketuk pintu dulu" ucap Rafka yang sedang tiduran di ranjangnya.
"ayookkk buruan ganti baju,!" ilham menarik lengan Rafka untuk membuatnya terbangun
"gue gak ikut deh, males gue" ucap Rafka
"ehh Rafka gk boleh gitu, kita tuh harus menghargai undangan temen",
" tapi gue lagi males Ham"
"eh Rafka, pasti Hani sudah nungguin, dia akan berharap kita dateng, kasian dia loooh kalo kita nggak dateng", jelas ilham
," tapii...
"halah udah gak usah tapi tapi, buruan siap siap ganti baju. "! ilham memetong ucapan Rafka,
Rafka berdiri untuk mencuci muka dan bergnti pakaian
dia mengenakan tshirt bewarna hitam dipadukan dengan celana semi jeans bewarna cream.
sementara ilham. sedang menunggu diruang TV dengan bercanda bersama nenek Rafka.
ilham sudah sangat akrab dengan nenek Rafka karang sudah kenal dari zaman ilham dan Rafka masih duduk di sekolah TK.
Rafka sudah siap dan mereka berpamitan pada nenek Rafka. Rafka berpesan pada nenek jangan nungguin Rafka pulang, nenek bisa tidur duluan.
ilham menyuruh Rafka menyetir mobil miliknya. Rafka juga sudah bisa menyetir mobil, namun Rafka lebih suka naik motor. Rafka terpaksa menyetir mobil karna ilham memaksa nya.
sampai didepan rumah Hani Rafka teringat ingin membeli ayam kentaki untuk dibawa kerumah Hani.
"loe nggak turun Raf? " tanya ilham
"gue pinjem mobil loe bentar boleh ya, loe masuk kerumah Hani duluan, gue ada urusan bentar" ucap Rafka
"loe mau kemana? jangan loe ngeless agar bisa kabur yaa" ilham curiga Rafka akan kabur
"nggak lah, ni kan mobil loe, bentar aja gue ada urusan" jelas Rafka
"bener yaa, awas loo gak balik" ucap ilham lalu turun dari mobil.
Rafka tancap gas menuju sebuah resto makanan cepat saji terdekat. dia membeli beberapa Ayam kentaki dan memesan satu burger beef untuk Hani. dia pernah melihat Hani makan burger dikantin dengan lahap.
sedangkan rangga sedang berada di resto pizza. dia akan membawakan pizza kerumah Hani.
dirumah Hani.
"ilham, Rafka gak ikut? " tanya Rere
. "ikut kok dia ada urusan bentar nanti juga kesini" jawab ilham.
"ada urusan apa, apa bener dia akan datang, tapi kenapa nggak bareng ilham, roni dan johan? " batin Hani penasaran
mereka saling bercanda dan mengobrol, sambil memakan beberapa camilan.
Rangga sampai didepan rumah Hani dengan motornya.
begitu juga dengan Rafka yang datang dengan mobil ilham. Rangga penasaran siap yang berada didalam mobil. dia menunggu orang tersebut keluar dari mobil.
dan dia melihat itu Rafka, Rafka juga membawa beberapa kotak makanan.
"ting.. tong... ting ... tong". rangga memencet bell rumah Hani.
"biar gue yang buka Han," ucao Rere sambil berdiri menuju pintu depan rumah Hani
Rafka berjalan mendekat depan pintu rumah Hani, dia melihat ada Rangga disana juga membawa sekotak pizza.
"Hai, loe kesini juga"? sapa rangga
. " iya" jawab Rafka singkat dan menganggukkan kepala
"cek lek" pintu terbuka
"Rangga Rafka kok kalian bisa barengan, ayo masuk" ucap rere
"kebetulan aja sampe nya barengan" jawab rangga
"loe bawa apa ngga?" tanya Rere
"pizza, aku membawanya untuk Hani" jawab rangga lalu berjalan masuk kedalam duluan
"ohhh, Rafka juga bawa makanan" Rere juga melihat makanan yang dibawa Rafka,
"nih berikan pada Hani"!
" loe kasih sendiri donk Raf, " pinta Rere sambil tersenyum kecil
"loe aja yang kasih, oh ya didalam nya ada satu burger itu untuk Hani" ucap Rafka lalu berjalan masuk
"oh yaaaa Rafka tau kalo Hani suka burger" gumam Rere pelan.
Rere juga tahu kalo rangga menyukai Hani. dia tau waktu masih sama sama kelas satu SMA. tapi Rere pura pura nggak tau, dia juga tak memberitahu Hani. karena Rere kurang setuju kalo Hani sama rangga jadian.
"Hai" sapa rangga
"Hai" semua membalas sapaan rangga
"Hani ini aku bawain pizza" ucap Rangga
"oh iya makasih ngga, ayoo duduk juga sini sama temen temen" Hani mempersilahkan Rangga duduk.
Hani akan kedapur untuk mengambil gelas minum lagi, dia melihat Rafka berjalan didalam rumah nya,
"" hah dia beneran dateng" batin Hani
Hani berhenti di posisinya.
"Rafka.. hai " ucap Hani
"hai," balas Rafka
" emm makasih udah mau dateng! "
"iya, " jawab Rafka
"Hani,.... liat nihh yang dibawa Rafka" Rere berlari mendekati Hani
"apaan? " tanya Hani
"Rafka bawa ayam goreng kentaki, ini kan kesukaan kamu Han." .. jelas rere