Sampai dirumah sakit.
Hani sedang duduk diranjang ruang pemeriksaan, Dokter sedang memeriksa jahitan dikaki Hani.
"dokter nya sangat baik dan tampan" gumam Hani dalam Hati.
"jahitan Hani sudah kering, dan hasilnya bagus" ucap dokter
"apa setelah ini Hani masih harus kontrol lagi dok? " tanya Ratna
"saya akan meresepkan obat tolong ditebus, kaki luka jahitan harus tetap memakai plester ya agar tidak terkena air dulu. Hani bisa kontrol lagi kesini 4 atau 5 Hari lagi." jelas dokter
"apa luka ini bisa terbuka lagi dok?" tanya Hani penasaran
"jangan dibuat berlari dulu yaa. berjalan saja santai seperti biasa, jahitan sudah menyatu, tapi ini baru 3 hari takutnya yang bagian dalam masih basah"
"apa bekas jahitannya bisang hilang dok?" tanya Hani lagi
"emm bisa saja tetapi butuh waktu, tapi untuk sekarang fokus saja dulu untuk kesembuhan luka nya, nanti kalau sudah benar benar sembuh kulit nya sudah menyatu boleh jika Hani ingin menghilang kan bekas jahitannya, tapi ingat untuk sekarang fokus dulu yaaa untuk kesembuhannya "
"owh iya dok"
"jangan lupa obat nya ditebus ya buk'
" iya dok trimakasih "
Hani dan mama mampir ke Apotik yang ada dirumah sakit untuk menebus obat.
lalu mereka pulang kerumah.
di sekolah Rafka sedang duduk di kursi dibawah pohon dekat lapangan. dia sedang menunggu ilham yang pergi ke kantin untuk beli minum.
Rafka mencoba melihat akun sosmed nya, ada notifikasi disana.
Hanindya memberikan love untuk story Rafka,
"hah... apaan ni anak,. dia kan gtw ini akun siapa kenapa kasih love, apa segampang itu kasih love'' guman Rafka pelan. tapi dia juga sedikit tersenyum
Rafka teringat Hani akan masuk hari ini tapi kenapa dia tidak datang kesekolah? apa kaki nya belum sembuh? Rere juga tak membahas Hani sedari tadi.
Rafka penasaran.
"apa aku hubungi dia aja" gumam Rafka pelan
"ah ngapain juga kok mikirin nih anak, bodo amat lah" .
"woy, ngomong sama siapa sih Raf? " ilham mengagetkan Rafka
"bikin kaget aja loe" ucap Rafka kesel
" gue liat dari jauh loe kayak ngomong sendiri, loe gpp kan? gue takut loe kesambet Raf" ledek ilham
"enggak lah loe aja salah liat" jawab Rafka
"eh ngomong ngomong Hani kok belum masuk sekolah sih, bukannya waktu kita kerumah dia bilang mau masuk Hari ini" ilham mencoba mengajak Rafka membahas Hani
"mana gue tau" jawab Rafka singkat
"eh loe kan kemaren chat dia ngasih tau tugas, loe gak nanya gitu apa kaki nya masih sakit"? selidik ilham
" enggak, gue cuma kasih tau tentang tugas ke dia"
"ah loe emang gak ada basa basi nya jadi orang, peduli dikit napa Raf, "
"kan gue udah kasih tahu dia tentang tugas, trus apa lagi,? masak gue harus nanyain kaki nya terus?"
"ya kan sebagai temen gpp donk nanyain keadaan temen yang lagi sakit"
"ya kalik gue Harus mantau sakit nya dia, ogah banget"
"loe kenapa sih Raf, segitunyaa banget gamau deket sama cewe? "
"ngomong apaan sih? gak nyambung sama topik nya"
"ya kan Hani cewe, loe cuek banget tauk"
"gue emang gini orangnya kan loe dah kenal gue"
"jangan cuek cuek jadi orang, ntar bisa jomblo seumur hidup loe" ledek ilham
"boodooo"
"emang loe nggak ada rasa penasaran sama Hani? "
"udalah loe kok bahas dia terus sih ham", Rafka kesal
" y gue penasaran aja gitu sama loe, ada banyak anak cowo yang suka Hani, gue juga suka tapi lebih milih jadi temennya aja, emang loe gak ada gitu rasa Penasaran pada Hani" ilham mencoba memancing RAfka
"loe tau gue ilham, kenapa masih bertanya?
" gue fikir, baru kali ini loe bantuin cewe, mau gendong mau dipegang dan berada disamping nya. gua baru lihat ini loe ke Hani. gue gak pernah lihat sebelumnya "
"ya itu karna dia jatuh tepat didepan gue, dia juga yang minta gue gak pergi ninggalin dia di ruangan bersma dokter,"
"nahhh itu Raf, kok loe mau mau aja gitu loohh? dulu aja waktu SMP ada anak cewe yang jadi idola di sekolah kita loe aja gak peduli waktu dia jatuh dari sepedah nya didepan mata loe sendiri, loe inget nggak?"
"ya itu emmmm ahhh tau ah " Rafka berdiri berjalan pergi meninggalkan ilham
Ilham terkekeh, karena berhasil menggoda Rafka Hari ini. setidaknya sehabis ini Rafka pasti akan berfikir tentang kenapa dia peduli pada Hani.
sambil berjalan Rafka terus berfikir apa iya dia peduli apa Hani? tapi kenapa gue peduli? dan kenapa harus Hani?
Rafka hiang fokus tanpa sengaja menabrak mika yang sedang berjalan berlawanan arah dengan nya.
"eh sori" ucap Rafka singkat lalu melanjutkan jalannya
mika hanya tersenyum. dia suka melihat Rafka. ada getaran dihati nya ketika melihat Rafka. tapi mika tak akan memberi tahu siapa siapa tentang ini.
dirumah Hani sedang membaca baca buku. dia melihat jam dinding dikamar nya menunjukkan jam 13.00
" temen temen pasti sudah pulang sekolah, kok gak ada yang ngabarin aku tentang tugas, rere juga" gumam Hani
Hani mengambil ponsel nya dan coba menghubungi rete untuk menanyakan tuagas, tapi Rere tak mengangkat telpon dari Hani. dichat juga ndak dibales.
"kemana sih Rere kok gak bales chat aku? " Hani sedikit kesal
"apa aku chat Rafka aja ya, emmm tapi jangan jangan dia kan cuek banget, kemaren aja dia mau ngasih tau karna rere yang nyuruh" gumam Hani
"tapi gimana donk, kalo ada tugas dan aku gatau, aku juga belom belajar sma sekali hari ini, aku harus tahu apa yang dipelajari hari ini dikelas"
Hani mondar mandir di dalam kamar nya.
sedangkan Rere belum juga membalas pesan Hani.
ternyata memang si Rere sengaja nggak bales pesan Hani dan nggak angkat telpon dari Hani. agar Hani menghubungi Rafka.
"huuuhhhh buang gengsi mu Hani, kamu harus menghubungi Rafka, " Hani mengambil nafas lalu menulis chat untuk Rafka
"Rafka malik". isi chat Hani, sengaja hanya menyebut nama karena kemaren Rafka juga chat Hani seperti itu
" klung" ponsel Rafka berbunyi , Rafka bekom pulang kerumah dari sekolah dia langsung nongkrong bersama ilham, roni dan johan di cafe
Rafka memeriksa ponsel nya. "hah Hani chat," gumam nya sambil sedikit tersenyum.
"Hanindya" balasan dari Rafka
"apakah gue ganggu loe Raf?"
"tidak, ada apa? "
"gue mau nanya, apa ada tugas hari ini? "
"ohh itu, ada pelajaran Matematika"
"bab berapa Raf? bisa kasih tau Aku?"
Rafka membuka buku matematika di tas nya, melihat bab yang ditugaskan oleh guru.
" Bab 1 halaman 5"
"makasih Rafka Malik" Hani menambah kan emot senyum
"sama sama. loe masih sakit?" tanya Rafka penasaran
"enggak kok, kaki ku sudah sembuh, tadi gue kedokter buat kontrol jahitannya"
"oh gitu"
" yaudah gue mau ngerjain tugas dulu ya, makasih Rafka malik".
Rafka terus tersenyum meihat chat dari Hani. Rafka sangat senang jika Hani menyebut namanya seperti itu. ada perasaan ingin membalas chat Hani lagi tapi udah keburu gengsi.
temen temen Rafka dari tadi hanya memperhatikan Rafka yang senyum senyum melihat ponsel nya.
"kan loe mulai lagi senyum senyum sendiri Raf" celetuk ilham
"iya nih Raf, loe kenapa? dapet chat dari siapa sih kayak nya seneng banget? " sambung johan
" apaan sih kalian, gak dari siapa siapa" Rafka langsung memasukkan ponsel nya kedalam saku.
"Raf, gue tuh seneng lihat loe bisa tersenyum. gue kenal loe, loe gak akan pasang wajah tersenyum kalo nggak pas lihat pemandangan alam yang bikin loe nyaman", ucap ilham
" emmm udah lah gak usah di bahas" tegas Rafka
Rafka masih bingung apa yang terjadi dalam dirinya.
dia belum pernah merasakan hal seperti ini.
dia ingin cerita pada ilham, tapi gak mungkin. bisa bisa dia diledekin terus sama ilham.
diam diam ilham mengirim sebuah pesan pada Rere.
"kayak nya si Rafka udah ngasih tau tentang tugas ke Hani deh, coba loe selidikin! " isi pesan ilham kepada Rere.
"oke" balas Rere dengan cepat dan singkat
Rere mencoba menghubungi Hani. dia akan beralasan kalau dia tak tau kalo Hani menghubungi nya.
"tuuuuuuttttt,,,,, tuuuutttttt" suara pada speaker ponsel Rere tanda telpon tersambung
"hallo, Rere" jawab Hani dari seberang
"Hai Hani, maaf aku nggak tau kalau kamu tadi menghubungi ku", Rere mulai beralasan
" iya gakpapa, kamu ngapain aja sih re? tumben banget gitu loooh susah dihubungi, " tanya Hani
"emm tadi ada tamu dirumah aku Hani, jadi aku bantuin mama didapur",
" yaudah gakpapa"
"aku fotoin ya untuk tugas hari ini" Rere mancing Hani
"emm nggak usah re, Tadi aku chat Rafka untuk tanya tugas, dan dia udah ngasih tau kok" jawab Hani
"hah Rafka, " Rere tersenyum senang tenaga nya berhasil
"iya Rafka, habis kamu gak bisa dihubungi sihhh"
"ohh gituuu baiklah, ya emang harus nya gitu Hani lebih baik kamu tanya Rafka kalu aku tidak bisa kau hubungi", Rere tampak sangat senang
" sebenarnya gue males ree, dia tuh cuek jutek banget"
"ahhh kan belom lama kenal wajarlah kalo dia kayak gitu Hani, oh ya kamu kok belom masuk sekolah sih tadi Hani?
" ohh itu, aku kontrol ke dokter"
"trus gimana kata dokter? "
"udah kering tapi tetep harus minum obat karna emang masih terasa nyeri sedikit, "
"besok dah masuk sekolah kan Hani? "
"iyaa aku masuk besok"
.
"yeeee,.. aku gak akan gabut kalo loo masuk"
"ya elah padahal ada banyak temen dikelas, udah an ya telponan nya re, aku lagi ngerjain tugas nih, aku juga harus belajar sendiri dirumah apa yang di pelajari di kelas tadi"
"oh ok oke Hani byebye"
"bye"
Rere langsung mengirim pesan pada ilham.
"aku barusan hubungi Hani, dan bener dia menghubungi Rafka, rencana kita berhasil Ham",
" yess, udah nanti aja chat nya, aku lagi nongkrong sama Rafka dan anak anak lain, takut ketahuan"
balas ilham
"oke"
Hani sudah menyelesaikan tugas, hari pun sudah mulai malam.
seperti biasa makan malam bersama satu keluarga. lalu melanjutkan bercengkrama.
"pa, ma, samudera 3 hari kedepan ada acara camping sama temen temen. boleh ya" pinta samudera
"camping dimana sam? " tanya sang mama
"digunung mah", jawab samudera
" ohh ya hati hati yaa? apa keperluan kamu sudah lengkap? berangkat kapan? " tanya Kusuma pada anak lelaki nya
"sudah pah, besok pagi pah, sebelom nge cam aku sama temen temen akan mengexplore alam dulu" terang Sam
"terus besok siapa yang anter jemput Hani sekolah? " tanya Hani
"besok papa yang antar Hani, tapi pulang dijemput supir mama yaa! " jawab sang papa.
"besok mama akan mulai sibuk di kantor ya, Hani kalau butuh apa apa di rumah minta tolong mbak Tri!" jelas sang mama
"mama banyak kerjaan? tanya Hani
" iya mama harus ngecek semua laporan dan mempersiapkan rencana pengembangan bisnis mama diluar kota" jelas sang mama
"mama Hani belom setuju ya, mama keluar kota" jawab Hani kesal
"Hani, mungkin ini sudah saatnya Hani belajar mandiri", jelas sang mama
" tapi maa.... " Hani malah bermanja, tetep kekeh belom menyetujui keputusan mama dan papa nya.
Hani sudah berada di ranjang tempat tidur nya. dia sedang memainkan ponsel nya. tiba tiba Hap nya berbunyi.
"klung" tanda pesan masuk
"siapa yang mengirim pesan malam malam gini" gumam Hani
"Hanindya" isi pesannya
hah ngapain nih anak ngechat malam malam, yaaa itu pesan dari Rafka.
"Rafka malik", balas Hani, entah kenapa mereka selalu mengawali chat dengan memanggil nama.
" emmmhh gak jadi", balas Rafka.
"yeee gajelas banget sih" jawab Hani
Rafka sangatlah bingung kenapa tiba tiba dirinya mengirim pesan pada Hani. Rafka ingin sekali mengetahui Hani sedang apa?, tapi lagi lagi dia gengsi.
tanpa meneruskan chating nya pada Hani.
Hani merasa bingung, "si Rafka Gaje banget dah" gumam Hani.
"tapi kok aku senang ya, ada yang memanggil namaku seperti itu, kenapa ini? jantung ku berdebar lebih cepat?...
apa ini? apa yang terjadi pada ku? " gumam Hani
Hani membuka profil w******p Rafka. dia melihat foto profil Rafka. berfoto dengan posisi menyamping dan berada dia atas bukit dengan pemandangan awan yang indah.
"wah tampan sekali, pemandangan awan dari atas bukit nya juga indah. apa dia juga suka dangan Alam? " gumam Hani.
"ihhhh kenapa aku senyum senyum melihat foto nya,.?
dan kenapa waktu itu aku sangat nyaman memegang pergelangan tangannya. bahkan sampai aku tertidur. aku belum pernah seperti ini sebelum nya. hatiku juga berdebar. haaaaahhhh apa jangan jangaaaaannnnnnnnnnn...... ah tidak tidak... tidak mungkin.... aku baru mengenalnya.... itu tidak mungkin...
bahkan aku sangat kesal pada nya kalau keluar jutek nya". Hani terus bergumam lirih meraba raba apa yang dia rasa. apa yang terjadi pada dirinya. hingga akhirnya dia tertidur.
*****_-
Hani sudah sampai didepan gerbang sekolahnya. ya hari ini Hani sudah mulai masuk sekolah dan dia diantar sang papa.
Hani berjalan dengan santai karena mengingat kata dokter dia tak boleh berlarian dulu.
"hai Hani... " rangga berjalan disebelah Hani
"eh rangga, Hai"
"loe udah sembuh Han? tanya rangga
" udah alhamdulillah dah membaik," jawab Hani
"syukurlah, ayookk ku antar ke kelas mu", ajak rangga
" eh nggak usah gpp aku bisa jalan sendiri kok, cuma nggak boleh berlari kata dokter"
"gpp Hani kan kelas kita searah,"
"oh gitu ya baiklah"
mereka berdua berjalan menuju kelas sambil mengobrol. sampai didepan kelas Hani Rangga bermaksud mengantar Hani masuk kedalam tapi Hani menolak. kemudian rangga pergi ke kelasnya.
"Hani.." Rere kegirangan melihat Hani berjalan masuk kedalam kelas.
Rafka yang duduk dan memandang kearah luar jendela langsung menolehkan pandangannya saat Rere memanggil Hani. Rafka tersenyum kecil melihat Hani benar benar sudah masuk sekolah. ilham melihat senyum Rafka, tetapi ilham tak mau membuat Rafka malu. ilham ikut menyambut kedatangan Hani dikelas. teman teman sekelas Hani berbondong-bondong mendekat pada Hani untuk menanyakan keadaan nya.
Rere mengajak Hani untuk duduk dulu. Hani merasa senang bisa sekolah lagi. Hani juga senang melihat semua temannya perhatian.
"tet... tet.... tet" belum tanda masuk kelas pelajaran harus dimulai
tapi guru belum hadir dikelas 2 IPS 1, anak anak masih mengobrol dengan teman sebangku masing masing ada yang membaca buku, ada yang hanya berdiam.
Rafka merasa kikuk untuk menyapa Hani, Hani pun juga begitu. mereka berdua bingung untuk memulai pembicaraan.
tapi Rafka sebagai laki laki memberikan diri.
"Hai, Hanindya" Rafka memulai obrolan nya seperti itu
"emmm Hai Rafka malik" Hani pun menjawab
mereka berdua saling tersenyum salting.
"emm loe dah baik baik aja? tanya Rafka
"iya udah kok, tapi kata dokter aku belom boleh berlari". jawab Hani
" syukurlah"
"ohh iya, trimakasih yaa sudah ngasih tau tugas selama aku nggak masuk", ucap Hani
" ya sama sama", jawab Rafka
TES TES TES.... EHERM ( terdengar suara dari speaker sekolah)
"Pengumuman untuk para ketua kelas seluruh anak dari kelas 1 sampai kelas 3 dimohon kedatangannya diruang guru. menghadao Wali kelas masing masing., terimakasih"
Hani berdiri bergegas untuk turun ke lantai satu menemui pak Rian.
tapi Rafka menahan dengan memegang tangan Hani.
"ada apa Raf? tanya Hani
" biar gue aja yang menghadap pak Rian, loe duduk aja disini" jelas Rafka
"gpp Raf aku bisa kok, aku dah sembuh beneran", Hani mengeyel.
" gue bilang loe duduk, gue yang akan kesana ", tegas Rafka
"tapi... Raf....
belum selesai Hani bicara Rafka mendudukkan Hani kembali di kursi nya. lalu Rafka pergi keluar kelas untuk menemui pak Rian.
Hani sedikit senang dengan perhatian Rafka, tp dia merasa aneh, dia berfikir mungkin Rafka kasian padanya.
" Hani udahlah biar Rafka yang kesana loe disini aja oke" ucap ilham
"iya Han gpp, Rafka kan wakil ketua", sambung Rere
" tapi aku merasa tidak enak, selalu merepotkannya, sejak pertama bertemu aku selalu merepotkannya, bahkan kita pernah bertengkar " jawab Hani
"gpp Hani, namanya juga temen harus saling bantu, masalah bertengkar kan waktu itu emang Rafka masih terlihat kaku sekali" jelas ilham
"tapi Ham, emang si Rafka kayak gitu ya dari dulu, kaku gitu? loe kan temen dari kecil pasti tau donk, " tanya Hani
"ya emang kayak gitu orangnya. tapi waktu aku melihat dia mau membantu menjaga mu. aku rasa Rafka sekarang sudah mulai berubah setelah melihat mu" ilham berbicara sambil tersenyum
"hah kenapa aku? masak bisa gitu? "
"Hani.. Rafka itu tidak pernah bersikap seperti itu pada orang lain atau wanita lain," jelas ilham memancing Hani
"benarkah? apa dia belom pernah punya pacar?" tanya Hani
"tentu saja belom Hani, banyak yang suka, tapi loe tau kaku nya dia kayak gitu, dia gak pernah ngerespon cewe cewe yang menyukai nya" jelas ilham
"wah sama kayak Hani donk, Hani juga belum pernah berpacaran. padahal banyak yang suka" sambung Rere
"ah mungkin Rafka bersikap baik apda ku karena kasian melihat ku terluka" jawab Hani
"tapi aku rasa sepertinya Rafka tertarik padamu Han, " celetuk rer
"sssttttt apaan sih re, ngawur banget ngomongnya" Hani melirihkan suara nya dengan ekspresi sedikit salting
Rere dan ilham hanya tertawa bersama melihat ekspresi Hani.
Rafka audah sampai dikelas. dia berdiri di muka kelas dan menjelaskan apa pesan Dari wali kelas.
guru belom bisa hadir karna sedang ada Rapat jadi anak anak harus belajar sendiri dikelas.
tidak boleh gaduh.
Rafka juga menuliskan beberapa tugas dari guru pada Papan tulis.
Hani terus menatap Rafka. Hani kagum melihat Rafka menjelaskan semua nya dimuka kelas dengan tegas. Hani seperti terpesona melihat Rafka.
Tugas kali ini adalah tugas kelompok, per kelompok 2 orang. anak anak tak perlu mencari teman untuk berkelompok karna sang pesa dari sang guru adalah cukup dengan teman sebangku.
Rafka kembali ketempat duduknya disebelah Hani.
"thanks" ucap Hani
"iya " ucap Rafka singkat
Hani membuka buku dan mencoba memulai mengerjakan tugas, tapi Rafka hanya tertunduk di mejanya.
"Rafka Malik".. ucap Hani pelan sambil menggoyang tangan Rafka
Dada Rafka terasa berdebar Hebat mendengar suara Hani memanggilnya. tapi Rafka tak kunjung beralih dari posisi kepala tertunduk di meja. Rafka merasa berhalusinasi bahwa Hani memanggilnya.
" Rafka malik,.. apa loe tidur? " ucap Hani kembali sambil menggoyang tangan Rafka
Rafka langsung tersadar. dia sedang tak berhalusinasi. Rafka menolehkan kepala nya menghadap Hani.
Hani tersenyum pada nya.
Dada Rafka kembali berdebar hebat. Rafka benar benar terpesona melihat senyum manis Hani. "Rafka ayoo loo harus fokus tidak boleh begini" batin Rafka
"iya Hanindya, ada apa? kenapa kau menggaangguku? "
jawab Rafka
"kita harus mengerjakan tugas ini, tapi loe malah tidur", Hani terlihat cemberut sedikit
'bahkan ekspresi cemberut nya tetap membuat nya terlihat manis' batin Rafka.
" Rafka ayoookkkk, kita mulai" suara Hani membuyarkan pandangan Rafka
"oh yaaaa ayokkk," Rafka berbicara dengan terbata bata.
semua murid serius mengerjakan tugas kelompok dengan teman sebangku masing masing.
ilham dan Rere juga sedang mengerjakan tugas, walaupun terkadang mereka tertawa kecil ketika mendengar Rafka dan Hani saling berbicara.
Hani memang anak yang cerdas, bahkan waktu mengerjakan tugas bersama Rafka, Hani lah yang terlihat aktif. Rafka hanya mengiyakan apa hm kata Hani.
"Raf, besok waktu kita mempresentasikan ini dimuka kelas, kita harus terlihat kompak" ucap Hani pada Rafka
"emang Gak bisa loe aja yang presentasi" jawab Rafka malas
"ya kan ini tugas kelompok Raf, kita ngerjain bareng bareng kita presentasi bareng bareng donk, loe pelajari ini bener bener dirumah nanti. gue gak mau yaa kalau besok kita salah waktu presentasi" jelas Hani.
"iya iya bawel" jawab Rafka
"kok loe ngatain gue bawel sih", Hani sebel
" lha emang loe bawel" jawab Rafka
"ihhh loe tuh kenapa sih ngeselin banget, bentar bentar baik, bentar bentar jahat" hani terlihat cemberut
"tuh kan, loe emang bawel" jawab Rafka sedikit menggoda Hani
"loe ngeselin" Hani memalingkan muka nya dari Rafka
Rere dan ilham hanya terkekeh mendengar perdebatan Hani dan Rafka.
"trus ini gimana ngerjain tugas nya? kok loe malah ngambek sih? tanya Rafka
Hani tak menjawab pertanyaan Rafka.
Rafka malah merasa gemas pada Hani tapi dia mencoba menutupi nya.
" Hanindya" ucap Rafka
Hani tetap tak menoleh pada Rafka. padahal dalam Hati Hani merasa aneh, Dad nya berdebar mendengar Rafka memanggilnya seperti itu.
"Hanindya putri...... kalo loe ngambek kayk gini terus gue gak bakal ikut presentasi besok" Rafka kembali mencoba mengajak Hani berbicara dengan ancamannya
Hani menoleh pada Rafka
"tuh kan loe emang nyebelin Raf", Hani mencoba memulai mengerjakan tugasnya
"ya makanya jangan ngambekan" ucap Rafka
Mereka berdua kembali mengerjakantugas bersama sama. walau tetap sajalah ada perdebatan perdebatan kecil diantara mereka.
Para siswa dan siswi sedang beristirahat, kebanyakan dari mereka pergi ke kantin.
namun Hani tidak pergi ke kantin, Hani dibawakan bekel oleh sang mama, supaya Hani tak perlu pergi ke kantin untuk atri membeli makanan. hanya ada Hani di dalam kelas, Rere pergi ke kantin juga bersama ilham. mereka sering bersama.
Rafka, Rafka pergi ke toilet.
Hani duduk sendiri di kelas nya, belum juga membuka bekal dari mama.
"Hani,. dari mana aja nggak masuk sekolah lama banget? "
Hani melihat itu adalah riko. riko datang ke kelas Hani.
"kak Riko ngapain ke kelas Hani?" tanya Hani
"aku dengar dari anak anak loe terjatuh dan kaki loe terluka, dan baru masuk sekolah lagi Hari ini, aku mengkhawatirkan mu Hani" goda Riko
"Hani gpp kok, Hani sudah sembuh", Hani merasa risih Riko datang ke kelas nya
"loe gak ke kantin? ayook pergi sama gue"!
.
"gue gak mau kekantin, mau dikelas aja"
"yaudah gue temenin yaa" Riko duduk didepan Hani
"nggak usah kak, Hani nggak perlu ditemenin"
"gpp lah gue pengen nemenin loe, dah lama juga nggak liat loe kan gue kangen" goda Riko
"ishhhh apaan sih ni orang, risih banget aku" batin Hani
"kok diem aja sih Hani,
oh yaa gue minta no. telpon loe, " Riko menyodorkan ponsel miliknya pada hAni
"buat apa kak? "
"ya emang gak boleh apa gue punya nomor loe? "
"tapi.....
" udah buruan tulis nomor loe" perintah Riko
"aduh gue males banget harus ngasih nomer gue ke dia, gimana inih,. "
Hani bingung sambil memegang ponsel milik Riko.
tiba tiba ada yang masuk kelas lagi.
" kalian berdua ngapain berdua duaan disini"?
karina mendekat
"eh karin gpp kok cuma nyamperin Hani aja, dia baru sembuh dari sakit" jawab Riko sedikit kaget pacar nya datang
.
"loe ngapain pegang pegang ponsel Riko"? karin melihat Hani masih memegang ponsel Riko
" emmmhhh egak kok kak..
"mau alesan ya loe, loe godain pacar gue ya,.
ehh seluruh sekolah tau yaa kalo Riko itu pacar gue, loe gak usah macem macem" memotong perkataan Hani
"Hani nggak godain kak Riko kok" Hani sedikit takut melihat karina marah
"trus kalian ngapain disini berduaan"? karina semakin emosi
" kak Riko mending keluar dari kelas Hani deh," sambil menyodorkan Ponsel Riko
"tapi Hani...
" Riko loe nggak denger dia bilang apa? " karina memotong perkataan Riko
Dari luar jendela depan kelas terlihat Rangga sedang menatap dalam kelas Hani. Rangga penasaran kenapa mereka bertiga seperti bertengkar.
"eh loe Hani, loe cantik jangan godain pacar gue, ngerti? " ucap karina sambil menarik tangan Riko kekuat kelas.
"Hani hanya menunduk" rasa sebal rasa takut tumpuk menjadi satu.
Rangga hendak masuk ke kelas Hani. Tapi dia melihat Rafka sedang berjalan masuk kelas. membawa s**u kotak. Rangga menghentikan langkah nya. dia hanya berdiri diluar kelar menatap kedalam melalui jendela.
Rafka memberikan s**u kotak itu pada Hani.
"nih minum dulu, loe pasti syok karena mereka",
" Rafka, loe lihat tadi mereka disini? "
"tentu, nih buruan minum! "
"thanks, " Hani meminumnya, perasaan Hani sedikit tenang karena minum s**u, "apa Rafka tau aku suka s**u kotak? " batin Hani
"makanya jangan gangguin cowo orang" ucap Rafka
Hani menatap Rafka dengan tatapan kecewa.
"menurut loe gue godain kak riko?" tanya Hani
"buktinya, cewe nya marah kan sama loe" jawab Rafka.
"Rafka, gue tegasin yaa. gue nggak godain kak Riko. gue juga nggak suka deket deket sama dia. " suara Hani meninggi
"benarkah? " kata Rafka dengan ekspresi menyebalkan
"terserah loe deh, buat apa coba gue debat sama loe, percuma juga, loe gak akan percaya sma gue" Hani menunduk lesu
Sebenarnya Rafka juga merasa kesal melihat Riko sampai datang ke kelas nya untuk mendekati Hani. tapi Rafka nggak mungkin menunjuk kan itu pada Hani.
Rangga yang sedari tadi melihat perdebatan Rafka dan Hani memutuskan untuk masuk ke kelas Hani.
"Hani Hai, " sapa Rangga berjalan memasuki kelas Hani.
Rafka hanya menatap rangga yang sudah berdiri disebelahnya.
"eh Rangga, ada apa? " Hani menjawab sambil tersenyum
"ciiihhhhh apaan pake senyum senyum, tadi aja abis marah marah sam gue sekarang ada anak ini datang dia senyum senyum" Batin Rafka
"gue lihat loe gak ke kantin, nih gue bawain roti buat loe" menyodorkan roti pada Hani
"emm trimakasih ngga"!
" oh iya apa kalian sudah saling kenal? tanya Hani
"owh belom, aku hanya sesekali pernah melihat nya" jawab rangga
"gue Rangga" menjulurkan tangan nya pada Rafka
"gua Rafka," tanpa membalas tangan rangga
"sombong selalu tidak mau menjabat tanganku" batin Rangga
"Hani........ " sahabat Hani masuk kedalam kelas Hani langsung membuat suasana kaku menjadi ramai
"Hai....
" Hani gue kangen tau sama loe" ucap lili sembari memeluk Hani
"sama gua juga" jawab Hani ,
mereka mengobrol bersama
Rafka duduk di kursi kepala menunduk di meja. mengabaikan Hani yang sedang bercengkrama dengan sahabat nya.
"loe ngapain disini ngga" bisik mika pada Rangga
"nyamperin Hani lah" jawab Rangga
"usaha yang bagus" kata mika
bell tanda istirahat sudah selesai para murid kembali ke kelas masing masing.
kali ini dikelas Hani sudah Hadir guru matematika. menjelaskan rumus rumus di muka kelas.
semua murid tampak tenang dalam pelajaran.
"tetetet... . . tetetet.. . . tetetet" bell tanda pulang sekolah berbunyi
semua murid ber siap untuk pulang sekolah.
Hani tak langsung pulang dia akan menemui pak Rian, karna pak rian ingin bertemu.
"Hani ayuk pulang! loe dijemput? " ajak Rere
"aku gak langsung pulang re, aku mau kekantor guru, pak Rian ingin bertemu dengan ku" jawab Hani
" eum mau aku temenin? " tanya Rere
"gak perlu re, kamu pulang aja! aku cuma sebentar kok"
ucap Hani
"beneran gak mau ditemenin Han?"
"iya gpp gak usah re, kamu pulang duluan aja"
"oke bye Hani".
Hani memasukkan bukunya kedalam tas. sedangkan Rafka sudah berjalan keluar kelas tanpa berkata apa pun pada Hani.
Hani berjalan menuju ruang guru. dari kejauhan tampak Rafka sedang melihat Hani dari kejauhan.
Rafka ingin sekali menemani Hani, tapi mendengar percakapan Hani dengan Rere tadi membuat Rafka mengurung kan niatnya untuk menemani Hani.
Cukup melihat nya dari kejauhan.
"woy loe liatin apaan?" tanya ilham mengagetkan Rafka
"ah gpp" jawab Rafka singkat
ilham sebenarnya sudah tau kalo Rafka sedang ngkiatin Hani.
"ayook pulang" ajak ilham
"loe duluan aja, Gue mau ke toilet dulu" jawab Rafka
"mau gue tungguin?" tanya ilham
"gak usah loe pulang duluan aja" Rafka pergi ke toilet
ilham berjalan menuju parkiran untuk mengambil motor nya lalu pulang.
Hani ada diruang guru sedang berbincang dengan pak Rian. Pak Rian memanggil Hani hanya ingin memastikan kalau kondisi Hani sudah membaik.
selesai berbicara dengan Pak rian, Hani berjalan menuju gerbang utama sekolah. Hani menghentikan langkah nya karna mendengar Ponsel miliknya berbunyi.
supir mama nya menelpon:
"hallo pak sarip"
"hallo nona Hani, "
"ada apa pak? "
"non, ban mobil bocor non, ini pak sarip lagi di bengkel ganti ban"
"masih lama ya pak? "
"15 menitan kurang lebih non,"
"yaudah gpp pak, Hani tungguin pak sarip aja ya. Hani tunggu didalam sekolah. nanti kalo pak sari sudah sampe depan sekolah Hani pak sarip hubungi Hani ya"!
" baik non"
Hani tak jadi berjalan keluar sekolah, dia berbelok arah menuju Lapangan.
Rafka melihat Hani dan mengikuti Hani.
Hani berhenti dibawah pohon dekat lapangan laku duduk disana.
Rafka mendatangi Hani, duduk disebelah Hani.
"loe gak balik? " tanya Rafka
"loe ngapain disini? Hani malah berbalik bertanya
" gue nanya loe gk balik? kok loe malah balik nanya sih" ucap Rafka
"tadi supir mama telpon katanya masih di bengkel Ban mobil bocor. jadi aku tunggu disini aja" jawab Hani
"owh, mau gue anter pulang? " tanya Rafka
"nggak perlu, aku dah bilang akan menunggu pak sarip di sekolah" jawab Hani.
"krrruuuukkk... cccukkkk... kruuuukkkk" suara perut Rafka terdengar sangat jelas, pertanda dia sedang lapar
Hani mendengar suara perut Rafka lalu dia tertawa kecil.
"loe ngetawain gue? " Rafka memasang ekspresi kesal sbenarnya dia malu.
"loe laper? " tanya Hani
Rafka tak menjawab, hanya diam.
"nih makan"! Hani menyodorkan bekal yang dibawakan sang mama yang belom sempet dia makan.
Rafka menatap Hani.
" buruan makan, nihh!" Hani membuka bekal tersebut
berisi nasi goreng dan ayam kriuk yang sangat menggoda
Rafka hendak menolak tapi dia sangat lah ingin mencicipi nasi goreng tersebut. Rafka juga menyukai nasi goreng.
"nihh cepetan ambil, nih sendok nya," Hani memberikan sendok pada Rafka.
"Thanks" ucap Rafka lalu memasukan satu sendok pertama ke mulutnya
"emm ini enak sekali" batin Rafka
"kok bekal loe masih utuh, loe nggak makan tadi?" tanya Rafka pada Hani.
"hehehehehe" Hani hanya menjawab dengan tawa
"loe enggak laper"?
"engg..... krrrrrrruuuukkkkkkkk (suara perut Hani, tentu saja Hani lapar)
belom selesai bicara perut Hani malah menjawab pertanyaan Rafka duluan.
" perut loe bunyi Hanindya" ucap Rafka
"heheh gpp loe makan aja Raf, ini gak laper kok ini cuma kebanyakan minum aja makanya perut gue bunyi" Hani mencoba beralasan.
Rafka tersenyum mendengar perkataan Hani. tanpa pikir panjang, Rafka menyendok nasi goreng dan menyuapkan Pada Hani,.
"hhhakkkkkk, buka mulut looo! " perintah Rafka
"Ta.......
" hep Rafka menyuapi Hani.
Dada Hani berdebar kembali, Hani bener bener salting. baru kali ini disuapin sma cowo selain kak Sama dan papa.
Rafka pun merasa salting. tapi biarin lah gak ada orang juga disini, gak akan ada yang liat.
"kita makan bareng bekal ini, karena kamu juga lapar, " Rafka mengajak Hani bicara
"emmm emmm" Hani kaku tak bisa menjawab
"udah gak usah gengsi" ucap Rafka
"iyaa" jawab Hani malu
mereka melahap satu kotak nasi goreng berdua. Rafka sangatlah menikmati nasi goreng tersebut. karena menurut nya rasane enak seperti nasi goreng bikinan nenek nya.
"nih minum," Hani menyodorkan air putih pada Rafka
"em thanks" menyaut air itu lalu meminumnya
"loe suka nasi goreng? " tanya Hani
"emm iya suka" jawab Rafka
"sama donk, gimana nasi goreng bikinan mama ku enak kan?"
"oh ya,? iya enak aku suka"
Hani tersenyum.
"apa kamu suka pemandangan gunung? " tanya Rafka
pada Hani
"iyaaa, aku sangat menyukai alam, apalagi gunung beserta kabut kabutnnya" jawab Hani
Rafka tersenyum melihat Hani menjawab pertanyaan smabik tersenyum, melihat ekspresi Hani menandakan kalo Hani sangat senang dengan alam, sama seperti dirinya, yang sangat menyukai gunung. Hawa dingin ketika berada di pegunungan membuat nya merasa damai. udara sejuta yang dihirup mampu membuat fikiran menjadi tenang.
Rafka berfikir jika ada kesempatan dia akan mengajak Hani pergi ke pegunungan.
"tapi apa dia mau pergi dengan ku? kenapa aku kayak gini,? kenapa aku berfikiran mengajak nya pergi? selama ini aku tak pernah berfikiran mengajak siapapun pergi ke gunung bersama ku. ada apa denganku? " gumam Rafka dalam Hati. dia memikirkan rencana tapi dia gengsi untuk merealisasikannya......