eps 3 Hanindya

5002 Kata
"han, loe sudah gak nangis kayak kemarin lagi kan?" tanya ilham sambil sedikit tertawa "apa an sih ham" Hani tersenyum malu sedangakan Rafka sedari tadi hanyalah diam, tidak sepatah kata pun dia ucapkan. tapi Hani merasa berhutang budi pada Rafka, dia kemarin belum sempat mengucap terimakasih pada Rafka. tapi Hani bingung mau mulai dari mana mengajak Rafka berbicara. "Han gue mau ke toilet donk, perut gue sakit nih" lili membangun perut nya "yawdah sana ke toilet, kan kami dah tau toilet nya dimana," jawab Hani. "mika temenin gue yuuukkkk!, lili mengajak mika mereka berdua berjalan menuju toilet, sedangkan ilham sedang merencanakan sesuatu supaya Rafka dan Hani bisa mengobrol, karena sedari tadi Rafka hanyalah diam, Hani pun seperti tidak berani mengajak Rafka berbincang. " eh re mau ikut ge beli ice cream gak?, kayak nya enak nih siang siang makan ice cream" ilham mencoba mengajak Rere "emmm boleh, hayo kita ke market depan sana", Rere langsung berdiri " bentar ya Han, aku bakal belikan ice cream kesukaan kamu," Rere berpamitan pada Hani Mereka berdua keluar rumah berjalan menuju market, ilham sengaja mengajak Rere berjalan agar sedikit lama sampai kembali kerumah Hani. agar Rafka dan Hani bisa berbincang. "dasar ilham, kenapa dia gak ngajakin gue aja ke market, dia pasti sengaja ninggalin gue disini sma Hani, siiittt" Batin Rafka "emmmmmm,... BTW makasih yah Raf kemarin loe dah nolongin gue"! Hani memberanikan diri mengawali mengajak Rafka berbicara dengan ucapan terimakasih " oh iya sama sama" jawab Rafka singkat "nih cowo emang kaku yaa, ishhh cuek kaku diem aja, kalo debat aja banyak banget omongannya hiiihhh" batin Hani Hani hendak mengambil minum dimeja, tapi karna kaki nya masih kaku dan dia sedikit takut dia pelan pelan maju mengambil gelas dimeja, waktu dia mau kembali duduk tiba tiba jempol kaki nya tersangkut kaki meja yang membuat nya tak bisa menahan keseimbangan "auhhh,... " Hani sedikit oleng... dia akan terjatuh kedepan tiba tiba Rafka sudah berada didepan nya dan menahan tubuh Hani agar tidak terjatuh,. menahan dengan sedikit pelukan. air minum dalam gelas seketika tumpah dicelana Rafka bagian bawah, tapi untunglah gelas tidak sampai terjatuh. Hani sedikit berdebar, berada dalam posisi dipelukan Rafka, walau tanpa sengaja. Rafka juga merasakan debaran di dadanya. Rafka langsung membatu Hani duduk disofa. "kenapa nggak minta tolong sama gue aja? kalo loe mau minum?" Rafka menurut gelas yang dipegang Hani lalu mengisi dengan air minum dan memberikan pada Hani. " trimaksih" ucap Hani lalu meneguk minum nya "celana kamu basah Raf, maafin aku dah numaohin air minumnya" Hani sedikit takut "gpp, cuma air nati juga kering," jawab Rafka Hani menyahaut tisu disamping sofa yang dia duduk i, lalu mengelap bagian celana Rafka,. Rafka kaget.. "eh eh lo ngapain, gak usah gue bisa sendiri" ucap Rafka sambil menahan tangan Hani yang mengelap celana nya "gpp ini salah gue, gue mau minta maaf dengan cara ini" ucap Hani sambil menarik Rafka yang berdiri didepan nya untuk duduk disamping nya "gue bisa sendiri Hani, loe ngeyel banget sih, loe nggak salah itu cuma nggak sengaja" ucap Rafka Rafka menarik tangan Hani agar berhenti mengelap celananya. dia sangatlah canggung melihat sikap Hani. Hani menghentikan aktivitas tangannya. "apakah kakimu sudah tidak sakit? " tanya Rafka sambil melihat plester besar yang menutupi bekas jahitan di kaki Hani. "emmh gpp kok, ini udah mendingan" jawab Hani "hhmm" Rafka hanya Berdehem "oh iya, apa benar kemaren waktu gue tertidur gue memegang tangan loe " Hani memberanikan diri bertanya pada Rafka karna dia penasaran dengan ucapan kakaknya "ohh itu, ... emmm iy" Rafka menjawab dengan suara agak pelan "emm maafin gue, kemaren gue ngrepotin loe", "Gue biasanya gak seperti itu, gak gampang memegang tangan orang sperti itu, maafin gue, mungkin waktu itu karna gue takut dan kesakitan", Hani sedikit menunduk malu "ehh iya gpp" Rafka menjawab dengan singkat "apa ada tugas hari ini, disekilah?" tanya Hani maklum Hani tidak mau ketinggalan pelajaran "tidak Ada tugas Hari ini, tapi ada catetan dari wali kelas untuk kita sebagai pengurus kelas" jelas Rafka "haah catetan apa,? loe bisa beritahu Gue!" tanya Hani "ini ada di HP gue" Rafka menunjukkan catetan yang dikirim wali kelas di HP nya pada Hani "panjang sekali mana bisa aku langsung menghafalnya" gimana Hani "emm bisa kah loe kirimin catetan itu ke HP gue" pinta Hani pada Rafka Rafka hanya melihat Hani. "emm sini aku kasih no. w******p ku" Hani mencatat kan no. w******p nya di HP milik Rafka Rafka lalu mengirim catetan yang diberikan wali kelas pada Hani melalui w******p. Rafka melihat profil w******p Hani. tertuliskan Hanindya dengan foto profil Hani dengan pemandangan gunung berkabut. "Hanindya, " ucap Rafka pelan Hani mendengar ucapan Rafka. "ohh itu nama ku Raf, Hanindya putri K", Hani menjelaskan pada Rafka Rafka hanya menoleh dan melihat Hani yang sedang membaca catetan di HP nya. lalu Rafka menamai kontak Hani dengan nama Hanindya. "nama yang indah" gumam Rafka samar kali ini Hani tidak bisa mendengar gumaman Rafka. Hani fokus Pada HP nya. Rafka yang duduk disebelah Hani sedari tadi melihat kearah plester kaki Hani. dia seperti merasakan atasan khawatir pada Hani yang manja, baru kali ini Rafka merasakan Hal seperti ini pada diri nya. dia juga heran kenapa d**a nya berdebar saat bersama Hani. "ada apa ini" gumam Rafka lirih Lili dan mika sudah kembali dari toilet, mereka berdua sedikit terkejut melihat Rafka duduk disebelah Hani. "ehem", mika Berdehem membuyarkan kepentingan diantara Hani dan Rafka, " eh udah selesai dari toilet nya?" tanya Hani sambil menaruh ponsel yang dari tadi dilihatnya "udah kok" jawab lili Rafka merasa tidak nyaman karena mika memepehatikannya. Rafka berdiri dan berjalan keluar pintu. "eh loe mau kemana? " tanya Hani sambil melihat langkah kaki Rafka "keluar bentar" jwab Rafka. mika dengan tenang memperhatikan Rafka, dia seperti penasaran pada Rafka. tapi mika adalah anak yang cenderung tertutup jadi dia tak akan membicarakan rasa penasaran nya terhadap Rafka pada teman teman nya. "Rere mana Han? " tanya lili "pergi ke market sama ilham, mau beli ice cream katanya" jawab Hani "eh kamu tadi baca apaan Han di HP? serius amat, " tanya lili " oh itu catetan dari wali kelas, aku baru dikasih sama Rafka, jadi aku coba mempelajari aja tadi", jawab Hani "ooo jadi Rafka beneran jadi wakil ketua kelas?" tanya mika "iya" jawab Hani singkat Rafka duduk di teras rumah Hani. memandang beberapa pepohonan didepan Rumah Hani. ada suara motor masuk kedalam halaman rumah Hani dan berhenti di garasi. ya itu samudera yang baru pulang dari kuliah. "eh ada tamu ternyata, " ucap Samudera sembari menghampiri Rafka "emh iya kak," jawab Rafka kikuk "sendiri aja Raf?" "sama temen temen kok kak" "ya udah gue masuk dulu ya enjoy aja anggep rumah sendiri", samudera berjalan masuk kedalam rumah Rafka kembali duduk di kursi menunggu ilham yang tak datang datang. dia merasa terganggu dengan mika yang selalu menatap nya. " assalamu'alaikum " "waalaikumsalam, kakak udah pulang" ekspresi ceria Hani melihat kakaknya sudah pulang " bagaimana keadaanmu, sudah mendingan kan?" tanya sang kakak "heheheheheheh" Hani hanya menjawab dengan tawa kecil "yaudah kakak naik keatas ya, enjoy ini aja ya kalian", " oke kak Sam" jawab Hani lili dan mika bebarengan. samudra naik keatas menuju kamar nya. Ratna masih bekerja didalam kamarnya. Ilham dan Rere berjalan masuk ke halaman rumah Hani. "loe kok diluar Raf? " tanya ilham " iya pengen nyari udara aja" jawab Rafka alesan "yaudah Raf ayuk masuk, kita makan ice cream bareng bareng", ajak Rere mereka bertiga masuk kedalam rumah Hani. " nih ice cream nya silahkan diambil" Rere menaruh ice cream diatas meja depan sahabat nya "ih lama bener yang beli ice cream", ucap lili " hehehehe" Rere hanya terkekeh saat diperjalanan membeli ice ilham menceritakan, maksud nya keluar beralasan membeli ice cream. menceritakan tentang Rafka yang belom pernah dekat dengan seorang wanita. ilham berniat mendekat kan Rafka dan Hani. Hal ini juga disetujui oleh Rere. karena REre sangatlah tau bagaimana Hani. Hani belum pernah berpacaran. Hani adalah gadis manja yang giat belajar. ilham dan Rere sengaja tidak memberitahu siapa siapa tentang rencana mereka. Hani menjulurkan tangan ke meja untuk mengambil ice cream. begitu juga Rafka dia akan mengambil satu ice cream. tanpa sengaja tangan mereka berdua saling beraentuhan. Hani terkaget lalu mendongak melihat itu tangan siapa, tak sengaja Rafka juga sedang mentap Hani. Hani terasa berdebar cepat melihat itu tangan Rafka. Hani cepat cepat mengambil satu ice cream dan membukanya untuk mengalihkan pandangannya. Rafka juga merasakan Hal yang sama dalam dirinya. "kenapa ini terjadi lagi, ada apa ini? apa yang terjadi pada diriku? " batin Rafka mereka ber enam asyik mengobrol, walau si Rafka tak banyak bicara. ilham lah yang membuat suasa jadi ramai, karena dia adalah tipe anak yang Humoris. Hari sudah mulai sore matahari akan segera tenggelam. Sahabat sahabat Hani berpamitan untuk pulang, begio juga Rafka dan Ilham. Rere dan supir nya mengantar lili dan mika pulang kerumah mereka. Begitu juga Rafka yang harus mengantar ilham pulang kerumah nya. Hani sedang bersiap dikamar nya untuk membersihkan diri. Hani sudah berani berjalan tanpa bantuan mama atau sang kakak. tapy saat naik atau menuruni tangga Hani tetap minta bantuan. selesai membersihkan diri, Hani duduk menghadap laptop miliknya didekat jendela di dalam kamarnya. Dia sedang menyalin catatan yang diberikan Rafka tadi siang. dia juga mempelajari tentang catatan itu. tiba tiba HP nya berbunyi tanda ada pesan masuk. "Hai Hani, sedang apakah dirimu? " begitulah isi pesannya ternyata itu pesan dari Rangga. "aku sedang belajar" balas Hani singkat "bagaimana keadaanmu?" Rangga mengirim pesan lagi "aku sudah baik baik saja ngga" balas Hani "tadi sahabat sahabat mu kerumah mu ya? kenapa tak menghubungi ku, aku bisa juga kesana untuk meramaikan rumah mu? " sebenarnya Rangga sedikit merasa cemburu melihat story IG rere, tadi sebelum pulang Rere membuat story foto bersama sama ber enam, saat itu posisi Rafka dan Hani berdekatan. Rangga tak suka melihat foto itu. jadi dia sedikit ingin menyelidiki ada apa sama Hani dan Rafka. "ohh maaf, gue nggak kepikiran tentang itu ngga!, karena kita sedang asyik bercanda dan mengobrol" jawab Hani "oh gitu, kapan kapan ajakin aku ngumpul juga sama kalian ya! " balas Rangga "iya" balas Hani singkat Lalu Hani melanjutkan belajar nya. Tadi untungnya Hani sempat bertanya pada Rere tentang Bab apa yang diajarkan Guru selama disekolah tadi. karena dia juga ingin mempelajari nya sendiri dirumah. Hari sudah berganti malam. keluarga Kusuma sedang makan menyantap makan malam bersama. lalu mereka berbincang didepan TV bersama. keluarga yang Harmonis. Dirumah Rafka. Rafka tinggal bersama sang nenek dirumah nya. hanya berdua dan ada 1 pembantu rumah tangga. orang tua Rafka tinggal diluar kota karena menjalankan usaha. Rafka memang sejak kecil tinggal bersama sang nenek dan kakek, tetapi Dua bulan yang lalu kakek nya meninggal dunia, saat itu Rafka sedang tinggal bersama orang tuanya di luar kota. itupun juga karna paksaan dari sang mama. sebenarnya Rafka tidak suka tinggal deng orang tuanya yang saben Hari sibuk kerja. Rafka memiliki satu adik perempuan yang sekarang masih duduk di bangku SD, dan tinggal bersama orang tua nya. Rafka memutuskan untuk kembali tinggal bersama sang nenek, apalagi melihat kondisi sang nenek sekarang tinggal seorang diri, karna kakeknya meninggal. Karna itulah dia pindah ke SMA Garuda. di sisi lain memang ada alasan yang mengharuskan Rafka pindah Sekolah. di sekolah yang lama dia terlibat perkelahian dengan kakak kelas. kakak kelas nya dibuat babak belur olehnya. itulah yang membuat sang mama merelakan kembali Rafka tinggal bersama sang nenek. Saat ini Rafka juga sedang makan malam bersama nenek. Rafka adalah anak yang mandiri. Dia bisa ilmu bela diri karna di ajari oleh alm sang kakek. alm kakek Rafka adalah seorang ketua organisasi pencak silat dikota ia tinggal. nenek Rafka adalah pensiunan guru. sekarang kegiatannya hanya dirumah merawat tanaman bunga di taman rumahnya, atau kadang kala juga berkumpul dengan teman teman seangkatannya yang juga sama sudah pensiun. "nek, Rafka boleh pergi main malam ini? " tanya Rafka pada nenek "mau kemana Rafka? " ini sudah jam 8 malam", "mau cari udara segar aja nek, " "kalau begitu jangan pulang terlalu malam, besok kamu harus sekolah," "siap nek" Karena sang nenek seorang pensiunan guru, sekolah adalah hal yang harus. Rafka juga tak berani membolos karena jika sang nenek sudah marah dia tak akan bisa mengahadapi. waktu Rafka duduk di bangku SMP Rafka pernah membolos sekolah, nenek dipanggil ke sekolah karena hal itu. nenek Rafka marah besar saat itu, bahkan Rafka sampai tak diperbolehkan keluar rumah. Rafka harus disiplin pergi kesekolah, walaupun disana dia tak belajar dengan serius, setidaknya nenek tak akan memarahinya. Rafka sangatlah sayang pada sang nenek, makanya dia tak mau membuat sang nenek marah. "Rafka menaiki motor sport miliknya, menyusuri jalanan kota yang tidak terlalu ramai. ya maklum mereka memang tinggal di kota kecil, bukan kota besar.dikota ini juga pedesaan, ada sawah ada gunung. Rafka sangatlah suka udara di pegunungan, begitu juga dengan Kabutnya. hanya butuh waktu 45 menit dari daerah yang Rafka tinggal ini untuk pergi ke daerah pegunungan. Rafka sudah berada di sebuah cafe diatas bukit, dengan pemandangan lampu kota di bawahnya. melihat bayangan gunung yang ada didepan matanya, karena hari sudah gelap gunung tak terlihat jelas. Rafka teringat Hani, Rafka membuka ponsel dan melihat foto profil milik Hani di sebuah pegunungan. "apa anak ini suka pegunungan juga sepertiku? " gumam Rafka lirih sambil melihat foto Hani. "ahhh apaan sih, kenapa aku jadi mikirin dia" Rafka meletakkan ponselnya didekat kopi didepannya tapi Tak lama dia mengambil ponsel nya kembali, di memotret pemandangan lampu kota yang terlihat indah dari atas bukit. Rafka sering nongkrong disini sendiri an. terkadang dia juga mengajak ilham kesini. Satu tahun Rafka bersekolah dan tinggal dikota besar bersama orang tuanya. tapi fikiran Rafka selalu ingin pulang ke rumah neneknya. Rafka memang tak terlalu dekat dengan orang tuanya. karna orang tuanya yang selalu sibuk. Rafka memutuskan untuk pulang karna hari sudah mulai malam, ia tak mau mebuat sangat nenek khawatir. di rumah Hani Hani sedang menatap layar ponsel nya, berselancar di akun media social miliknya. ada satu nama lewat saran pertemanannya yang membuatnya penasaran. Raf. M. A ya itulah nama aku yang membuat nya penasaran, karna terlihat foto profil dengan nuansa alam pegunungan. walau tidak jelas wajahnya. karna foto itu diambil dari belakang. Hani penasaran lalu membuka beranda akun itu, tak banyak foto disana, ada beberapa foto pegunungan berkabut yang membuat Hani takjub. Hani memanglah suka dengan alam. tanpa fikir panjang Hani nge follow akun tersebut, padahal Hani tidak tau itu akun siapa. dia juga tidak mengecek lebih lanjut, hanya karena ada foto pegunungan yang indah membuat nya nge follow akun tersebut. Ratna masuk kekamar Hani meminta Hani untuk segara tidur. Dan Rafka sudah sampai dirumah nya, sang nenek sedang menonton TV. Rafaka menyapa sang nenek lalu masuk kedalam kamarnya. "klung" begitulah nada notifikasi di ponsel Rafka. Rafka mengambil Ponsel nya dan berbaring di ranjangnya. ada notifikasi dari akun social media milik Rafka. _Hanindya_ nama sebuah akun yang ngefollow Rafka. Rafka teperanjat dari ranjangnya. dia terkejut apa bener ini akun Hani follow gue? gumam nya. Rafka membuka Akun tersebut dan yaa itu adalah akun Milik Hani. ada beberapa foto Hani disana, foto bersama sahabat, foto bersama keluarga dan juga foto Hani di pegunungan. Rafka kagum melihat foto foto Hani dengan senyum manis miliknya. Rafka juga kagum ternyata Hani suka dengan pegunungan. karang ada banyak sekali foto Hani di alam pegunungan. Rafka bingung apakah harus follback akun ini atau gimana? dia tampak Ragu. tau darimana Hani kali ini akun milik ku?. gumam nya pelan. tanpa sengaja Rafka memencet tombol follback. dia panik harus bagaimana. duduk berdiri duduk berdiri sampai minum air satu gelas baru membuat nya tenang. "ah bodoamat biarin lah" gumam Rafka lalu membaringkan Badan nya diranjang dan tertidur. ***** di SMA Garuda semua siswa siswi belajar dengan tenang. Hani belom masuk sekolah Hari ini, membuat Rere sedikit tidak bersemangat "kenapa sih re cemberut aja" tanya ilham " sepi banget Ham nggak ada Hani" jawab Rere "yang bikin rame itu kamu re, bukan Hani", ledek ilham " yeee apaan sih" Rere kesal "eh bro mana ini guru nya kok belom masuk kelas,? " tanya ilham pada rafka " napa loe tanya gue "? jawab Rafka malas " ya nih tugas loe Raf, loe cari sana gurunya!" Rere menyambung obrolan "lah kenapa gue? " tanya Rafka "Hani nggak masuk Rafka, jadi loe yang harus ambil tanggung jawab Hani" jawab Rere "iyap betul kata Rere, buruan cari gurunya! keburu anak anak gaduh nati loe kenak semprot pak Rian" sambutan Ilham Rafka dengan terpaksa keluar kelas menuju ruang guru untuk mencari guru pelajaran yang belom masuk ke kelasnya. tak lama kemudian Rafka sudah kembali ke ruang kelas. dia berdiri didepan papan tulis. menuliskan tugas apa yang harus dikerjakan hari ini. karna sang guru tidak bisa hadir ke kelas karena sedang menerima tamu. semua murid tampak tenang mengerjaka tugas. ada beberapa siswa yang mondar mandir saling bercanda. biasalah di setiap kelas pasti ada anak yang bandel. Rere pun juga tak mengerjakan tugas, dia malah asyik ngobrol sma ilham, sedangkan Rafka hanya duduk melamun memandang pada buka yang ada di meja nya. roni dan johan mendekati Rafka. "woi Raf, nglamunin apa sih? " tanya roni sembari menepuk pundak Rafka Rafka tersentak kaget, "eh apaan sih gue gak nglamunin" "heleh orang dari tadi gue liatin loe diem aja", sambung johan "apaan sih kalian," Rafka sedikit malu karna ketahuan melamun. dia malah menundukkan wajahnya diatas buku. "eh ham loe dah ngerjain tugas nya belom?" tanya johan pada ilham "hahahahahaha yang pasti belom" jawab ilham sembari tertawa "tugas nya kan gak perlu dikumpulin hari ini jadi kita aman lah," sambung Rere "kalian berdua kompak bener, jangan jangaaaaaannnnnnn....... " goda roni "jangan jangan apa sih?" Rere sedikit malu dan menutupi senyum kecil nya "wahh hahahahahah kayak nya lagi ada yang PDKT nih,.. " sindir johan "apaan sih kalian ini ada ada aja, " ilham juga salah tingkah "jangan berisik donk, gue butuh ketenangan" pinta Rafka "eh Raf loe kalau mau tenang itu nggak disini tempat nya, tapi di kuburan", celetuk Rere " apa loe bilang? " Rafka mendongakkan kepalanya dan melotot pada Rere "eh eh enggak enggak Raf gue cuma bercanda kok, hehehehe" Rere menutupi ketakutan nya dengan tawa kecil "loe kenapa sih Raf sensi amat? " tanya ilham "lagi PMS mungkin hahaha" sambung roni "apaan gak lucu" jawab Rafka Rere yang sedang memainkan ponselnya melihat akun sosmed Hani membuat story. foto didepan cermin berdiri tegak dengan kedua kaki nya dengan caption. "yey kaki ku sudah membaik" "eh liat ni ham, Hani bikin story di sosmed, dia udah bisa berdiri tegak" Rere menunjukkan story Hani pada ilham "wah syukur deh, semoga aja besok dah bisa masuk sekolah dia yaa! " ucap ilham "eh mana mana gue liat donk" roni dan johan juga penasaran Mendengar nama Hani, Rafka langsung salah tingkah. dia mencoba membuka akun sosmed nya. tapi dia urungkan karna ada teman teman nya disamping nya. gengsi donk kalo sampe ketahuan mereka gue follback sosmed tuh anak. "emm Raf loe chat Hani deh, kasih tau tentang tugas hari ini,!" ucap ilham pada rafka "kenapa gue? " tanya Rafka "elah Raf, sesama temen itu harus ngebantu, Hani kan lagi sakit apa salah nya coba loe kasih tau tugas hari ini. " sambung johan "tuh ada sahabat nya, kenapa nggak dia aja? " ucap Rafka sambil menunjuk Rere Rere uang sedang memegang ponsel nya langsung memikirkan sebuah alasan "emmm yah yah HP ku lowbat, kehabisan batrai nih Raf, loe aja ya yang ngasih tau Hani", " alesan loe, orang dari tadi loe mainan tuh HP, " ucap Rafka "nih liat ini beneran mati HP gua Raf" menunjukkan HP nya pada Rafka yang sudah dimatikan "udah loe aja yang ngasih tau Raf, loe kan temen sebangku nya dia juga" sambung ilham "iya iya nanti gue kasih tau dia" jawab Rafka ilham dan Rere saling melirik dan tersenyum kecil pertanda rencana berhasil hari ini. Rafka mencoba membuka halaman bUku yang harus dikerjakan. Rafka juga anak yang cerdas akan tetapi dia malas belajar. Hobi nya adalah bermain gitar sambil bernyanyi dan pastinya travelling ke alam. Rafka mencoba mengerjakan soal soal tersebut tapi dia keburu pusing melihat banyak nya tulisan, malas untuk membacanya. waktu sudah menunjukkan waktu istirahat, semua murid berhamburan ke luar kelas, tersisa Rafka yang tak beranjak dari duduknya. dia tak mau ke kantin hanya memesan minum pada ilham agar dibelikan. Rafka memegang ponsel nya dan mencoba mengirim pesan pada Hani. "Hanindya" yaaa itulah isi pesannya Hani yang sedang berada dikamar nya sedang mendengarkan lagu, langsung membuka pesan masuk yang ada diponsel nya. "hah rafka kenapa ngirim pesan kayak gini" gumam Hani "Rafka malik" Hani membalas seprerti itu Rafka tersenyum melihat pesan balasan Hani. "ternyata dia ingat namaku" gumam Rafka "apa loe sedang sibuk? " balas Rafka "emh enggak kok, ada apa Raf? " "gue cuma mau ngasih tahu tugas hari ini," "tugas apa Raf? " "Mata pelajaran ekonomi Bab 1 halaman, 8,910" "wah makasih ya Raf, udah mau ngasih tau tugas hari ini"! " Rere yang minta, dia gak bisa ngasih tau loe karena HP nya mati" "ooh gitu, kalo gitu gue minta tolong boleh ya! kasih tau gue kalau ada tugas lagi"! " oke" "makasih Rafka malik" Hani membalas pesan Rafka dan memberikan emot tersenyum Hani langsung berjalan ke meja belajar nya dan membuka buku ekonomi, lalu mengerjakan tugas nya. Rafka mencoba membuka Akun sosmed milik Hani, ya ternyata benar dia membuat story. "ternyata dia udah sembuh, bagus lah" gumam Rafka Rafka tersenyum senyum sendiri melihat foto Hani. dia tak tau kalo ilham berjalan mendekati nya sambil melihat nya tersenyum. "woyy, senyum senyum sendiri bro", ilham mengagetkan Rafka. Rafka langsung memasukkan Ponsel miliknya dalam saku. " apaan sih bikin kaget aja"? gumam Rafka "lagian loe senyum senyum sendiri ada apaan? menang lotre? nih pesenan loe" canda ilham sambil menyodorkan minum milik Rafka "thanks" ucap Rafka singkat "pasti rafka senyum senyum karna lagi chat sama Hani" gumam ilham pelan sambil tersenyum "ngomong apa loe gue gak denger? " tanya Rafka karna mendengar ilham seperti bicara sesuatu "ah enggak kok, nggak ada papa" ilham ngeles "GaJe banget" ucap Rafka bell tanda istirahat berbunyi. tanda siswa siswi mulai belajar di kelas masing masing. di rumah Hani samudra sedang bersiap berangkat kuliah. dia ada kuliah agak siangan Hari ini. samudra mengambil kuliah manajemen bisnis. dia belajar bisnis Karena dia harus meneruskan bisnis sang papa. samudra sudah 4 tahun berkuliah dan sudah menyandang gelar S1. sekarang dia melanjutkan S2. demi memperdalam ilmu nya tentang bisnis. dia juga sesekali ikut papa nya ke kantor. untuk langsung terjun ikut mengelola di bisnis papa nya. Bulan ini Kusuma Harus berangkat keluar kota, karena bisnisnya yang berada di kota besar sedang berkembang pesat. tapi Kusuma sangatlah tak sanggup untuk berjauhan dari anak dan istri nya. "Haannniiiii" suara samudera membuat Hani kehilangan fokus pada tugas nya. "apaan sih kakak? " teriak Hani samudera memang lah sangat suka menggoda Hani. "Hanj kakak mau berangkat kuliah" ucap sang kakak seraya memasuki kamar Hani "yaudah berangkat aja sih, kenapa harus gangguin Hani, Hani lagi fokus nih", gumam Hani " serius amat sih, emang udah sembuh? " goda sang kakak sambil mengacak acak rambut Hani "eeemmm Kakak jangan ganggu Hani, " gerutu Hani samudera semakin menggoda Hani dengan mengacak acak rambut nya. "kakak stoooppp, " Hani memasang wajah serius ingin marah "ehehehe gK boleh marah, ywda kakak berangkat dulu , muach (suara kecupan dipipi hani) bye bye" "iiyaa udah berangkat sana kak ati ati" Hani mencoba fokus kembali pada tugas nya, tapi tak bisa. Dia memegang ponsel nya, membuka akun sosmed nya. ada notif yang dia nggak tau. "haa dari semalam" gumam hani. " looohh ini kan yang semalem aku follow, dia follback aku" Hani berbicara sendiri. Hani masih belom tahu kalau itu akun milik Rafka. sedangkan Rafka malah sudah mengetahui kalau gitu akun milik Hani. Hani membuka story akun tersebut, "ini story nya semalem? " wowww indah banget" gumam Hani foto pemandangan pegunungan yang tampak samar dihiasi lampu kerlap kelip kota yang indah. "foto ini pasti diambil dari atas bukit, tapi dimana foto ini diambil? kenapa ndak ada lokasinya? gumam Hani penasaran Rafka memang tak pernah menyertakan lokasi di foto foto yang diambil nya. tanpa sengaja Hani menekan icon love pada story itu. " aduuuhhh apaan ini, kok aku pencet ini sih? Hani panik " kenapa sih tangan ku ceroboh sekali" Hani terus bergumam. "ah udah lah biarin Aja". Hani meletakkan ponsel nya diatas meja. lalu dia keluar kamar lalu turun menuju dapur. dia sedang ingin makan camilan sambil nonton TV. di kelas 2 IPA 2 muka sedang duduk sendiri membaca dan buku pelajaran. sedang kan lili asik mengobrol dengan teman yang lain. tidak ada guru di kelas ini. "mika lagi ngapain? " sapa Rangga lalu duduk disamping mika "ehh kamu ngga, nih lagi baca baca aja" jawab mika "kemaren loe kerumah Hani kok gak ngajakin gue sih", ucap rangga " ya gue gak tau kalo loe mau ikut ngga" jawab mika "kapan kapan ajakin gue juga kalo mau nongkrong bareng" pinta Rangga "emang loe mau nongkrong bareng cewe cewe? " tanya mika "kapan hari kan kalian ngumpul ada si ilham? " "oohhh itu kebetulan aja ilham dan Rafka kan teman sekelas Hani. Rafka teman sebangku Hani dan juga wakil ketua kelas" jelas Mika "haaa temen sebangku? " " iya, di kelas Hani. tempat duduk diatur oleh wali kelas" "apa Hani dan Rafka sudah mengenal sebelum anak itu pindah kesini? " belom lah, dia baru kenal juga waktu hari pertama masuk sekolah" "waktu Hani tertidur di ruang klinik, Hani memegang tangan Rafka. seperti mereka sudah kenal lama, aku tidak pernah melihat Hani sedekat itu sama laki laki", " oohhh itu Hani sudah cerita kemaren, katanya waktu kaki nya di tangani dokter Hani sangat ketakutan. dan Hani minta ditemani oleh Rafka, karna waktu itu Rafka lah yang mengantar Hani ke klinik" jelas Rangga "Oowh gitu" rangga sedikit lega dengan penjelasan mika "ada apasih kok loe kepo bener?, aaahhh loe cemburu yaaa? " goda mika "eh apaan sih", Rangga tersenyum malu " kenapa sih loe gak ungkapin perasaan loe sama Hani.? loe dah mendem ini lama banget looh ngga" tanya mika pada rangga "ahh gue belom punya nyali untuk itu, sepertinya Hani juga nggak suka sama gue", jawab rangga "makanya loe PDKT yang bener donk, biar loe tau Hani tuh suka apa nggak sama loe! " mika memberi saran "menurut loe gimana kalo gue beneran jadian sama Hani" tanya Rangga pada mika "ya gue sih setuju aja, toh gue juga dah kenal sama loe, loe cocok sama Hani kok. " jelas mika "beneran? " Rangga memasang ekspresi Percaya diri "ehh ngobrolin apa sih kok gue gak diajak? " sahut lili mendekat "lili, emmm gpp kok, ngobrolin pelajaran aja", jawab Rangga sambil memeberi kode pada mika agar tak bicara apa apa pada lili " tapi kalian tadi nyebut nyebut nama Hani".. lili penasaran "iya li, tadi Rangga nanya pas kemaren kita kerumah Hani, nanyain keadaan Hani." mika coba menjelaskan pada lili. "ohh gituu.... Tak terasa Hari sudah siang waktu pulang sekolah semua murid SMA Garuda berhamburan keluar sekolah untuk pulang kerumah masing masing. masih ada beberapa siswa siswi yang belom pulang. satu bulan lagi akan ada pemilihan ketua Dan anggota OSIS yang baru. sudah ada beberapa anak yang ditunjuk sebagai panitia oleh guru. beberapa dari mereka adl bagian dari pengurus OSIS yang lama. mereka sedang sibuk mempersiapkannya. biasa nya Anggota OSIS di isi oleh siswa siswi di kelas 2 dan kelas 1. karena siswa siswi kelas 3 tidak boleh andil dalam pengurus OSIS, dikarenakan harus fokus untuk menghadapi UJIAN Nasional. "Hani.. " Ratna masuk kedalam kamar anak perempuan nya "mamah, " Hani tersenyum "mamah mau bicara boleh? " Ratna mendekat disamping Hani "mau bicara apa mah? " "eemmm gini Han, kayak nya mama harus ikut papa untuk pergi keluar kota. menemani papa disana" "hah mama mau ikut papa, Hani disini sendiri donk ma" Hani bermanja pada sang mama "ada kakak samudera Hani", mama tersenyum " tapi Hani nggak pernah jauh dari mama selama ini" "atau kamu mau ikut mama sama papa?" tanya sang mama "Hani harus pindah sekolah? Hani gakmau maa.. . " "kenapa nggak mau? " nangguu banget mah, Hani udah kelas 2 SMA loo sekarang, 2 tahun lagi lulus, kalo mau pindah sekolah nanggung banget mah"jelas Hani "lalu mama harus gimana Hani,? mama gak akan bisa membiarkan papa mu menjalankan bisnis nya diliat kota tanpa ada mama disisi nya. " "terus usaha butik mama gimana? " tanya Hani "mama sudah suruh tante anita (adik Ratna) menghandle butik mama, mama tetep akan bantu dari luar kota, mama juga berniat mengembangkan bisnis mama disana" jelas sang mama "tapii masa Hani gimana kalo gak ada mama disini"... Hani terus merengek manja pada sang mama ini sangatlah berat untuk Ratna dan juga semua keluarga, karena selama ini mereka selalu bersama. waktu sudah menunjukan waktunya makan malam, keluarga Kusuma sedang makan malam bersama. setalah makan malam Kusuma dan Ratna mencoba menjelaskan niat mereka untuk keluar kota pada kedua anaknya. Samudera sudah dewasa jadi dia setuju aja dengan keputusan papa dan mama nya. beda dengan Hani, dia masih sangat berat untuk setuju pada rencana papa mama nya. Hani terus bermanja menggoda merayu sang papa agar mengurung kan niat nya untuk tinggal diluar kota. Rafka sedang bedara diteras samping rumah nya. dia sedang bermain gitar dan benyanyi lirih. Rafka sangatlah suka dengan musik. terkadang dimalam hari seperti ini dia juga menyempatkan berlatih pencak silat yang sudah diajarkan sang kakek, supaya dia tetap hafal dengan semua gerakan gerakan pencak silat tersebut. Rere sedang ber teleponan dengan ilham, mereka berdua tentu sedang ngebahas upaya mendekat kan Rafka dan Hani. meraka berdua sangat bersemangat untuk itu. ****___----- Hari sudah berganti Pagi hari ini Hani ingin pergi ke sekolah tapi Ratna masih melarang Hani untuk kesekolah, walaupun Hani sudah merasa baik, dia sudah bisa berjalan seperti biasa. Ratna berencana mengajak Hani kedokter untuk kontrol keadaan kaki nya. supaya tau kondisi sebenernya apa jahitan nya sudah kering sempurna. Ratna menghubungi wali kelas Hani untuk meminta izin lagi karena akan membawa Hani kontrol ke dokter. Hani bersama mama pergi kedokter diantar supir. selama perajalanan kerumah sakit Hani terus merengek pada sang mama agar mama tidak ikut papa tinggal di luar kota. Ratna hanya tersenyum melihat tingkah anak nya.. dan bersambung..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN