eps 15 sakit dan kecewa

5000 Kata
Hani berbincang di telepon dengan sang mama cukup lama. untunglah Ratna ada waktu senggang saat itu. Hari sudah sore. matahari mulai turun di sebelah barat. sebentar lagi akan tenggelam. Hani sedang belajar di kamar nya. mencoba mempelajari pelajaran yang belom diajar kan guru nya. " Klung " suara ponsel Hani berbunyi tanda pesan masuk Hani mengambil ponsel nya dan melihat ada Rafka mengiriminya pesan. " Hanindya lagi apa ? " itualah isi pesan dari Rafka " lagi belajar Rafka. Rafka lagi apa? jangan lupa belajar ya ! " balas Hani " Rajin banget jam segini belajar Han. aku mau nya belajar di temani kamu Hanindya " balas Rafka " ya emang aku mengisi waktu luang ku dengan belajar Raf, ya aku temenin dari sini Rafka. hehehehe " balas Hani mereka berdua mengobrol lewat pesan. Hani menghentikan sejenak belajar nya. bercanda dengan Rafka lewat pesan cukup membuat nya senang. Rafka melontarkan beberapa kata kata gombalan nya untuk Hani. Rafka si badboy kok jadi bucin gini ya. Rafka terlalu menyukai Hani. dia tak ingin kehilangan Hani. pasangan baru wajarlah cinta nya menggebu gebu. " tok tok , non Hani " panggil mbk tri dari luar kamar Hani " iya mbak " jawab Hani lalu berjalan membuka pintu kamar nya " non, ini ada kiriman dari mas Rangga " ucap Mbk tri sambil menyodorkan bungkusan makanan berisi burger " Hah Rangga kesini ? " tanya Hani " iya non, tapi hanya menyerah kan ini lalu dia pulang " jelas mbk tri " Rangga nggak ngomong apa apa mbk ? " tanya Hani " nggak non, Hanya bilang titip berikan makanan ini untuk non Hani " jawab mbk tri " ohh ya sudah mbk makasih " ucap Hani " iya non, mbk turun lagi ya " ucap mbk tri " iya mbk " jawab Hani Hani mengambil buku pelajarannya lalu duduk di balkon tak lupa dia juga membawa makanan kiriman dari Rangga. Hani juga mengirimi Rangga pesan untuk mengucapkan terima kasih. " Rangga, makasih makanannya. lain kali nggak usah repot repot ya ngga ! " isi chat Hani " sama sama. Nggak repot kok Hani. makanan untuk menemani belajarmu " balas Rangga " tapi lain kali jangan gini lagi yaa ngga,! gue gak enak sama loe terus terus an dikirimi makanan " balas Hani " nggak papa Hani, dah lah loe lanjut belajar nya! gue gak mau ganggu waktu belajar loe " balas Rangga " ok, sekali lagi thanks " balas Hani Hani memakan burger tersebut. dia juga mengatakan pada Rafka kalau Rangga mengirimi nya makanan. karena Hani dan Rafka punya komitmen harus saling menjaga. jadi Hani memberitahu pada Rafka tentang ini. karena menurutnya Rafka harus tau tentang Rangga yang sering mengiriminya makan. // Hani sudah berada di ruang kelas nya. sedang membaca buku pelajaran. sedangkan Rafka sedang mengobrol bersama ilham, roni dan johan. rere baru datang dan duduk di kursi nya. dia terlihat lemas. ilham yang melihat itu langsung bertanya pada rere. " eh loe kenapa keliatan lemas banget? " " gue agak gak enak badan Ham " jawab rere " nah udah tau gak enak badan kenapa ke sekolah " ucap Ilham " lagian dirumah juga gue bingung mau ngapain " jawab rere " kamu gpp re ? udah minum obat ? " tanya Hani yang mendekat pada rere dan memeriksa kening rere apakah demam " udah minum obat tadi habis sarapan " jawab rere " kamu agak demam loh re , mau ke UKS aja ? " tanya Hani " nggak usah Hani , aku kuat kok " jawab rere " nanti kalau kamu merasa lebih lemas bilang ke aku ya re ! " ucap Hani " iya Hani " jawab rere Hari ini pelajaran berjalan lancar. tidak ada jam kosong di kelas kelas lain juga. Hari juga sudah siang waktunya para siswa siswi pulang sekolah. " re masih lemas? " tanya Hani pada rere " sedikit Hani " jawab Rere sambil memasukan buku nya ke dalam tas " ayok ku antar kamu ke luar gerbang, supir kamu pasti sudah datang " ucap Hani " gpp Hani aku bisa sendiri kok " ucap rere " gak boleh sendiri re, aku antar kamu " ucap Hani " kamu kan mau pulang bareng Rafka " ucap rere " ya kan aku bisa tunggu Rafka di depan gerbang " jawab Hani " tapi Hani.. " sudah lah ayookk kita keluar " ucao Hani " baik lah " jawab Rere " Raf aku tunggu di depan gerbang aja yaa, aku antar rere ke supir nya dulu " ucap Hani pada Rafka " iya Hani " jawab Rafka Hani berjalan ke luar kelas bersama rere. " besok kalau masih demam jangan masuk sekolah dulu ya re ! " ucap Hani " tapi aku gabut Han dirumah " jawab rere " kami harus sehat dulu re " ucap Hani " ya liat besok aku pasti udah sembuh kok " jawab rere Hani dan rere sudah sampai di depan gerbang utama sekolah nya. Rere langsung masuk mobil dan supir melajukan mobil nya. Hani sedang menunggu Rafka di depan gerbang. ada motor berhenti didepannya. tapi itu bukan Rafka, tapi itu Rangga. " Hani mau pulang bareng gue ? " tanya Rangga " eh, gak usah ngga. aku bareng Rafka kok " jawab Hani " kenapa harus bareng Rafka sih Han? kan rumah gue sekompleks sama loe " ucap Rangga " ya gpp ngga, gue emang berangkat dan pulang sekolah bareng Rafka " jawab hani " bareng gue aja yuk, Rafka masih lama di dalam lagi ngobrol sama temennya " Rangga mencoba mengajak Hani pulang " gpp ngga loe pulang duluan aja, gue tunggu Rafka aja " jawab Hani dan saat itu juga Rafka menghentikan motor nya di depan motor Rangga. " Ayo Hani kita pulang " ucap Rafka " iya " jawab Hani melangkah mendekat pada Rafka " ehh Rangga gue balik dulu yaa " ucap Hani pada Rangga Rangga Hani mengangguk. dengan tatapan yabg tak bisa diartikan. Hani naik di motor Rafka. Rafka menarik tangan Hani kedepan supaya berpegangan agar tak jatuh. hal itu memang dilakukan Rafka untuk memperjelas hubungannya dengan Hani di hadapan Rangga. Rangga melihat hal itu, sangatlah emosi. rasanya pengen sekali nendang motor Rafka. itulah yang ada difikiran Rangga. Rafka menancap kan Gas motor nya menuju rumah Hani. dengan kecepatan sedang menikmati waktu berduaan walau hanya naik motor untuk mengantar Hani pulang ke rumah nya. " Rafka, nggak mau mampir dulu ? " tanya Hani ketika sudah sampai di depan rumah nya " kapan kapan aja ya Hani, aku nggak mau ganggu waktu istirahat dan belajar kamu " jawab Rafka " kan kita bisa belajar bareng Raf " ucap Hani " iya kapan kapan ya, aku mau balik dulu soal nya nanti sore ada janji main futsal sama ilham dan yang lain " jelas Rafka " oh gitu, ya udah ati ati ya ! " ucap Hani " iya Hanindya, sudah buruan Masuk ! " ucap Rafka " oke, bye Rafka Malik " Hani tersenyum pada Rafka lalu masuk ke rumah nya. Dan Setelah melihat Hani masuk ke dalam rumah Rafka langsung menancapkan gas motor nya untuk pulang ke rumah. Dari kejauhan nampak Rangga memperhatikan Rafka yang menjauh pergi dari rumah Hani. iya dari tadi memang Rangga mengikuti Hani dan rafka. dia sedang memikirkan cara agar bisa tetap dekat dengan Hani. -_ samudera sedang bersiap merapikan meja kantor nya. waktu di kantor sudah selesai. dia akan lanjut menuju kampus untuk kuliah. memang jadwal yang padat untuk samudera. bekerja sambil kuliah akan membuat nya sangat sibuk. kampus tempat kuliah Samudera cukup jauh dari kantor. perjalanan sekitar 1 jam dari kantor ke kampus. samudera memarkirkan mobil miliknya di area parkir kampus. " Sam " sapa salah satu teman seangkatan nya dika namanya " eh loe dik, loe ada kelas sore ? " tanya sam " iya hari ini gue ambil kelas sore tadi ada urusan " jawab dika " ohh gitu " ucap samudera " akir akir ini loe sibuk banget ya ? loe nggak aktif di grup chat anak pendakian gue lihat " ucap dika " iya gue lagi sibuk, pagi gue harus ngantor di kantor papa gue, sore sampe malem gue harus ngampus, nggak sempet buat bales chat di grup " jelas samudera " jangan sibuk sibuk napa Sam, masih muda mari bersenang senang, loe sibuk mulu makanya jomblo " ucap dika " gue harus bantu bisnis papa gue, karena paoa gue sedang mengembangkan bisnis nya di luar kota. soal jomblo emang gue aja yang lagi gak pengen pacaran " jelas sam " lah kenapa gamau pacaran? udah lama banget loe jomblo sam, sejak loe putus dari pacar loe yang dari waktu loe masih SMA loe dah putus 2,5 tahun yang lalu. apa loe belum move on? " tanya dika " ehh gak lah, gue dah move on bener dari mantan. emang gue aja yang gak mau pacaran sekarang, kasian kan nanti pacar gue kalau gue gak ada waktu gini buat dia " jelas sam " oh yaa, eh gue denger mantan loe baru aja tunangan " ucap dika " oh ya, syukurlah " ucap Sam " loe masih ada komunikasi sama dia? " tanya dika " semenjak dia ngajak putus, gue dah mutusin untuk nggak komunikasi lagi sama dia. no HP juga gue hapus trus sosmed dia juga gue unfollow " jelas Sam " lah kenapa ? loe takut gak bisa move on ? " tanya dika " bukan gitu dika, hanya memang sudah tak perlu komunikasi aja. jalani hidup baru masing masing " ucao Sam " waahhhh gila loe, emang loe gak penasaran tentang dia yang sekarang ? " tanya dika " dulu awal putus emang berat banget, secara ya gue dah pacaran kurang lebih 3,5 tahunan itu waktu yang cukup lama. berat banget loe tau kan waktu gue putus gue aktif banget naik gunung. itulah cara gue bangkitin semangat dalam hiduo gue " jelas sam " gue doain dah sam loe dapet pacar yang lebih baik dari dia " ucap dika " gue sekarang mau cari calon istri aja deh kayak nya hahahahaha " ucap sam lalu tertawa kecil " ah yang bener loe sam " ucap dika " enggak enggak gue bercanda , dah ah yuk ke kelas " ucap sam " oke " flashbach pada kisah cinta samudera ya. Dulu waktu samudera berada di sekolah menengah atas. dia jatuh cinta pada seorang wanita teman seangkatannya walau beda kelas. jihan namanya. itu adalah cinta pertama samudera. sekaligus pacar pertama samudera. mereka berpacaran cukup lama sekitar 3,5 tahun. waktu samudera dan jihan sudah mulai kuliah, mereka tidak berkuliah di kampus yang sama. tapi tetap mereka selalu meluangkan waktu bersama. suatu ketika di bulan bulan terakir hubungan mereka, jihan berkata pada Sam kalau dia ingin menikah di usia muda. jihan adalah anak orang kaya jadi tak perlu bersusah payah mencari pekerjaan. apalagi dia anak perempuan kesayangan di keluarganya. jihan ingin sekali menikah muda. tapi berbeda dari samudera. samudera tak ingin buru buru menikah, dia harus menyelesaikan kuliah nya hingga S2. samudera memang anak yang mengutamakan pendidikan. jihan sangat kecewa karena samudera lebih memilih pendidikan. jihan sempat marah pada sam. sam mencoba membujuk jihan, dia berjanji pada jihan akan menikahi jihan jika dia Sudah bergelar S2 dan sudah bekerja. karena sam sadar karena menikah adalah sebuah tanggung jawab. sedangkan kala itu dia baru kuliah menginjak semester 3. jihan sempat tenang, tak membicarakan tentang keinginan nikah muda nya lagi. walau ada perubahan sikap jihan terhadap samudera. suatu ketika saat itu samudera mendapat tugas dari kampus untuk memeriksa beberapa tempat pariwisata yang recomend, tugas ini di lakukan secara kelompok samudera juga pergi dengan beberapa teman sejurusan nya. ada 4 tempat pariwisata yang harus di survey oleh kelompok samudera. waktu samudera survey di tempat ke empat, hari memang sudah sore, matahari akan segera tenggelam. selesai survey teman samudera mengajak makan di area pariwisata tersebut dan semua setuju begitu juga samudera. teman samudera memesab makan, sambil menunghu makanan datang samudera berjalan jalan sendirian di tempat pariwisata tersebut. di tempat pariwisata pasti ada penginapan donk, mulai dari hotel mewah sampai motel atau villa juga ada disana. Samudera melihat kearah mobil yang baru saja sampai di area parkir dekat hotel berbintang. turun lah seorang wanita yang nampak tak asing baginya. dan juga seorang laki laki yang mungkin 2 tahun lebih tua dari wanita tersebut. samudera mengucek ucek mata nya, memastikan apa yang diliat nya itu benar jihan. jihan berjalan bersama laki laki yang datang bersamanya. laki laki tersebut merangkul bahu jihan. saling berbisik sambil berjalan. samudera mengikuti kedua orang tersebut diam diam. itu benarlah jihan dengan seorang laki laki. tapi siapa laki laki itu?, semua fikiran bercampur aduk di otak samudera. mereka berjalan ke arah villa samping hotel bintang 5. mereka berdua berjalan memasuk i villa tersebut, tampak ada penjaga villa yang mempersilahkan mereka masuk. Samudera menghentikan langkah kaki nya. dia bingung apa dia harus mengkuti jihan ke dalam. dia takut fikiran negative nya tentang jihan akan merusah hubungannya dengan jihan. dia mencoba tetap mewaraskan fikiran nya. dia memutuskan untuk mencari tahu apa yang dilakukan jihan bersama laki laki tadi. apakah dia saudara jihan. samudera berjalan menuju villa bertanya pada penjaga villa apa ada kamar kosong, ini adalah alasannya untuk menyelidiki jihan. tapi penjaga itu bilang kalau kamar sudah penuh. samudera hanya berfikir, mungkin memang belom waktunya dia tau apa yang dilakukan jihan. sebelumnya jihan mengirim pesan pada samudera agar samudera tak mengganggu jihan karena jihan sedang ada reuni bersama teman SMP nya. samudera terus mencoba berfikiran positive pada jihan. Dia kembali ke tempat makan yang dia datangi dengan teman kelompok nya. walau dihati samudera itu sangatlah terlihat tak wajar. seoramg laki laki dan perempuan masuk ke villa bersama dengan mesra. samudera terus merenung, samudera memang orang yang pandai mengendalikan emosi. setelah kejadian itu juga dia tak bertanya pada jihan karena dia ingin jihan sendiri yang bercerita pada nya. hubungan mereka tetap seperti biasanya. saling telpon dan chat. ketemu saat pulang ngampus walau tak setiap hari. meski sikap jihan sedikit cuek tak semanja biasa nya samudera tetap lah bersikap seperti biasa nya pada jihan. Hari sabtu malam minggu, biasa nya jihan dan samudera jalan bersama tapi malam minggu kali ini berbeda. jihan menolak diajak jalan oleh Sam dengan alasan dia sedang tak enak badan. dia ingin beristirahat dirumah. Samudera tak akan memaksa jihan pergi, akirnya Sam pergi nongkrong bersama beberapa temannya. kala itu hari sudah larut malam sam berboncengan dengan dika menaiki motor nya dalam perjalanan pulang kerumah. tapi di tengah jalan dia melihay jihan keluar dari sebuah minimarket lalu masuk ke dalam mobil. ya mobil itu sama persis dengan yang di lihat Sam beberapa hari yang lalu saat di villa. Samudera langsung mengkuti mobil tersebut, membuat dika kebingungan karena ini berbalik arah. samudera tidak fokus mengendarai motor nya. padahal dia harus fokus karena mengikuti mobil tersebut. fikiran samudera kemana mana hingga membuat nya tak fokus mengendarai motor nya. dia menepi dan meminta dika menyetir motor dan mengatakan untuk mengikuti mobil yang ditunjuk Sam. Dika sendiri sangat penasaran, kenapa Sam ingin mengikuti mobil ini, siapa yang ada didalam. dika tak bisa bertanya karena dia fokus nyetir. cukup lama mengikuti mobil tersebut sekitar 1 jam perjalanan. mobil tersebut berhenti di sebuah motel. dika menghentikan motor nya agak jauh dari motel. " loe tunggu sini, gue masuk dulu " ucap sam pada dika belom sempat dika menjawab sam sudah berjalan menuju motel. jihan dan laki laki itu ya laki laki yang sama saat mereka di villa. samudera masuk ke motel sedikit mengendap endap. melihat jihan dengan laki laki itu sedang di resepsionis. lalu mereka berdua berjalan menuju lorong. samudera ingin masuk kesana tapi dia haris cari akal agar dia bisa masuk. kali ini harus berhasil mengetahui apa yang disembunyikan oleh jihan. dia berjalan menuju ruang OB motel tersebut. disana sedang ada OB yang sedang menyiapkan beberapa minuman. samudera mempunyai ide untuk menyamar jadi OB. dia memakai sragam OB yang tergangtung disana. dan memakai topi untuk menyamarkan wajah nya. " buat minum untuk kamar nomor berapa ? " tanya sam pada OB disana " kamar 009 yang barusan datang " jawab OB tersebut " ohhh " ucap Sam dia tak banyak bertanya agar tak ada yang curiga pada nya. Sam mengokuti OB tadi ke kamar 009 diam diam. OB tersebut langsung masuk ke kamar tadi terlihat laki laki yang bersama jihan juga ada disana. berarti dugaan samudera benar itu adalah kamar yang dimasuki jihan dan laki laki itu. ponsel sam bergetar panggilan dari dika. ada banyak chat juga dari dika yang bertanya ada apa sam disana kenap lama sekali. sam membalas " loe balik aja, bawa motor gue nanti gue pulang naik taxi " dika malah semakin curiga pada samudera. dia tak langsung pulang. dia tetap menunggu di depan motel. Sam mengajak kariyawan OB tadi mengobrol. tanpa disadarinya sam mengambil kunci kamar 009 yang bergelantung di celana OB tersebut. tak berfikir lama, Sam membulat kan tekat untuk pergi ke kamar 009. dia disana sudah 2 jam lamanya. dia taj bisa menunggu lagi. samudera berjalan menuju kamar 009. cukup sepi karena memang hari sudah larut. dia memutar pelan pelan kunci kamar tersebut. membuka pintu perlahan dan melangkah perlahan. d**a nya berdetak lebih cepat. perlahan lahan samudera masuk ke dalam kamar sedikit memajukan baju nya dari sekat kamar mandi dan ranjang. terlihat dua orang sedang berbaring diatas ranjang badan nya tertutup selimut. itu jihan dia berbaring diatas ranjang bersama laki laki itu. baju nya berserakan di lantai. apa yang jihan lakulan disini. melihat dengan mata kepala nya sendiri jihan sedang bersama laki laki lain membuat samudera meneteskan air mata. dia mematung tak bisa berkata kata. rasanya otak dan jantung nya akan meledak. sakit dan kecewa bertumpuk menjadi satu dalam diri samudera. samudera membalikkan badan nya berfikir akan keluar dari kamar itu tapi tak sengaja tangannya menyenggol gelas minum diatas meja hingga terjatuh ke lantai. menimbulkan suara benda pecah yang cukup keras. membuat jihan dan laki laki tersebut terkaget dan terbangun. " woy siapa loe " ucap laki laki tersebut " siapa dia sayang? kenapa OB bisa masuk " ucap jihan samudera berusaha kuat, dia membalikkan badan nya ke aras jihan dan laki laki tersebut lalu membuka topi nya. laki laki itu terlihat berdiri disamping ranjang hanya menggunakan boxer pendek. sedangkan jihan masih terduduk diatas ranjang memegang selimut yang menutupi bagian tubuh nya dari d**a sampi ke bawah. " Samudera " ucap jihan pelan " kamu kenal dia sayang ? " tanya laki laki itu pada jihan jihan dan samudera saling menatap dari jauh. " jadi ini yang kamu lakukan saat kamu bilang kamu tak enak badan jihan? " tanya Sam " sam, aku bisa jelasin sam " ucap jihan " aku sudah memergoki mu dua kali jihan masuk ke sebuah kamar dengan laki laki ini, kurasa ini cukup jihan " ucap sam " aku bisa jelasin sam , please dengerin penjelasan aku ! " ucap jihan " sayang dia siapa? kamu akan menjelaskan apa pada nya ? " tanya laki laki itu pada jihan " aku akan mendengar penjelasan mu besok jihan " ucap Samudera lalu pergi keluar dari kamar itu. samudera berlari keluar motel. dan saat di halaman depan motel dia merasa lemas hingga tubuhnya terhungsur jatuh ketanah. dika melihat hal itu langsung berlari mendekati samudera. " sam, sam, loe kenapa ? " tanya dika " sam loe mabok atau pingsan ? " ucap dika dika menggoyang goyang badan Sam yang terlihat lemas. keringat dingin mengucur di tubuh samudera. ada satpam di motel tersebut mendekati sam dan dika. " ada apa mas? kenapa temannya ? " tanya satpam " gatau pak tiba tiba dia jatuh, sepertinya dia masuk angin, keringat dingin nya keluar terus pak " jawab dika " mari bawa ke pos saja, akan saya ambilkan air hangat " ucap pak satpam " oh iya pak terimaksih " ucap dika pada satpam tersebut saat dika memapah samudera menuju pos. tak disadari dika ada jihan juga mendekat ke arah nya. " Sam , Sam kamu kenapa ? ada apa ? kenapa dengan samudera ? " tanya jihan " jihan, loe ada disini " dika kaget melihat jihan ada disini. dia berfikir kapan jihan datang. dia tak melihat jihan datang sedari dia berada di depan motel. membuat dika berfikir jihan sudah ada didalam motel sebelum kedatangannya. apa mobil yang diikuti sam tadi itu ada jihan di dalam nya. pak satpam memberikan menum air hangat pada samudera. samudera saat itu sadar tidak pingsan. dia hanya lemas sampai tak bisa berkata kata. " sam kamu gpp kan ? kamu baik baik aja ? " tanya jihan pada Sam " gue baik baik aja, kenapa kamu ada disini masuk sana ! " jawab Sam " aku ingin bicara padamu sam, " ucap jihan " kita bahas ini besok, aku tak mau mengaggumu dengan laki laki mu itu " ucap sam " tapi sam aku ingin bicara sekarang " ucap jihan " kita bicara besok " jawab Sam " dika ayo kita pulang " ucap sam pada dika " eh emmm lalu jihan " ucap dika " sudahlah ayo kita pulang dik, dia sedang bersama seseoarang disini aku tak mau mengganggu nya " ucap samudera lali berjalan pergi dari sana. Jihan tampak sangat malu pada samudera. dia ketahuan berselingkuh dengan laki laki lain oleh samudera pacar nya sendiri. dia bahkan tidur dengan laki laki itu bukan hanya tidur dia juga berhubungan intim dengan laki laki itu. sangatlah jauh berbeda dari gaya pacarannya dengan samudera. samudera sangat menghormati jihan sebagai wanita. dika tak mampu bertanya apa apa pada sam, dia hanya melajukan motor milik Sam. Sam masih terlihat lemas di belakang. dika menghentikan laju motor di depan sebuah warung. dia mengajak sam untuk minum minuman hangat dulu. karena dia juga merasa mengantuk dia butuh kopi. " gue gak mau nannya tentang apa yang gue lihat tadi sam, tapi gue mohon kendalikan diri loe " ucap dika " thanks dik, loe dah nungguin gue daro tadi " ucap Sam " gue gak sanggup pulang sendiri ninggalin loe ditempat yang gue tau loe pasti baru kali ini kesana " ucap dika " thanks ya bro, dan jangan sampai ada orang lain tau tentang ini. " ucap Sam memanglah hanya dika yang tau tentang kejadian ini. sampai 2,5 tahun berlalu pun tidak ada yang mengetahui sebab samudera mengakiri hubungannya dengan jihan. keesokan hari nya setelah malam iti berlalu samudera sudah menunggu jihan di sebuah cafe tak jauh dari rumah jihan. dia sudah menyiapkan mmental hati fikiran nya. akan mengakhiri hubungan ini. " sam " sapa jihan " kamu mau pesan minum apa ? " tanya sam pada jihan " seperti biasanya aja sam " jawab jihan samudera memsan kan minuman yang biasa jihan pesan saat bersamanya. danjuga beberapa camilan untuk jihan. " samudera maafin aku ya ! perbuatan ku pasti membuat mu kecewa " ucap Jihan " apa kamu sudah lama melakukan hal seperti itu di belakangku ? " tanya sam " belom lama sam, satu bulan yang lalu aku memulai hubungan dengan dia " jawab sam " apa dia akan menikahi mu ? " tanya sam " di awal kenal dia, dia mengatakan akan menikahi ku segera mungkin " jawab jihan " lalu apa arti hubungan yang kita jalin selama 3,5 tahun ini jihan? apa karena aku belum bisa menikahi mu segera membuat mu tak mencintai ku lagi " ucap Sam " maaf kan aku " jihan tertunduk di hadapan samudera " baiklah sekarang apa mau mu ? " tanya samudera " maaf kan aku sam, kita tak bisa melanjutkan hubungan kita " ucap jihan " baiklah, mulai hari ini kita tak ada hubungan lagi. hapus no. kontak ku dari ponsel mu dan block akun sosmed ku juga, aku juga akan melakukan itu nanti " jelas samudera " apa kamu tak mau berteman dengan ku sam ? " tanya jihan " maaf tapi jika ini harus berakir sebaiknya kita tak saling menghubungi dengan alasan apa pun " ucap sam " tapi kenapa sam,? kamu benci sama aku ? " tanya jihan " kamu nanya ? kamu bertanya tanya ? ( baca nya pakai nada dilan KW ya hehehehehehe just kid gaes) setiap aku melihat mu aku merasa seperti pria bodoh. " ucap Sam " kamu takut gak bisa move dari aku ? iya kan ? " jihan malah memancing emosi sam " jihan apa kamu tak memikir kan perasaan ku? aku melihat sendiri kamu di dalam hotel dengan laki laki lain. jihan apa kamu tak malu pada ku atas apa yang kamu lakukan ? " jelas sam " aku fikir fikir aku benar melakukan hal itu, kamu tak bisa mengabulkan keinginanku. aku tak mau bersama laki laki yang seperti itu " ucap jihan sinis " ya sudah kita selesai sampai disini. maaf aku harus segera pergi ! aku ada janji sama teman teman ku " sam pergi meninggal kan jihan yang masih berada di dalam cafe. sejak saat itu sam bertekat akan melupakan jihan. walau itu berat. dia semakin aktif naik gunung. semakin aktif belajar. walau di awal awal saat dia baru putus itu sangat berat untuknya, kedua orang tua nya hanya tau mereka sudah putus tanpa tau alasan sebenar nya. flashback off // Hani sedang belajat di ruang TV, di temani mbak tri yang sedang nonton TV. dia sambil menunggu sang kakak pulang. sudah pukul 8 malam sebentar lagi pasti kakak nya akan pulang. biasanya sih sampek rumah set 9 nan. " mbk tri kalau mau pulang gpp mbak pulang aja ! " ucap Hani " jangan non , nanti non Hani sendirian. saya tunggu den sam pulang aja " jawab mbk tri " bentar lagi kak sam juga akan pulang mbk, gpp kok mbak pulang dulu Hani berani kpl sendirian " ucap Hani " ndak usah non gak papa, nunggu den Sam saja " jawab mbk tri terdengar suara teriakan dari luar rumah. biasanaya tak ada yang berteriak seperti ini. suara terdengar tak jauh dari rumah Hani. " mbk itu suara orang teriak teriak ada apa yaa? kok tumben banget " ucap Hani " sebentar non saya akan melihat nya " ucap mbk tri " aku mau ikut mbk " ucap Hani mengintil berjalam di belakang Mbk tri mbkntri membuka pintu depan rumah, lalu keluar ke halaman belom terlihat apa yang terjadi. lalu mbk tri dan Hani keluar dari pagar rumah mengintip apa yang terjadi. menoleh ke kiri dan kanan mengecek dari mana sumber suara itu, ternyata dari kanan ada ibu ibu tetangga Hani yang berteriak teriak. "maling maling, tolong tolong maling " suara ibu ibu tetangga Hani " Hah ada maling non " ucap mbk tri " iya hani jadi denger apa yang diteriakan ibu itu " ucap Hani " tolong tolong,.. tong tong tong,,, deng deng deng " mbk tri ikut berteriak dan memukul tong sampah yang ada disamping nya. maling itu berlari kearah rumah Hani karena dikejar beberapa warga. Hani dan mbk tri berteriak dengan kencang. tak disangka maling itu malah berlari kearah Hani. menarik Hani lalu membekuk tangan Hani kebelakang dan menodong kan pisau pada leher Hani. dia memakai topeng. " kalau kalian tak berhenti gue akan bunuh anak ini " ucap maling itu " non Hani non, jangan apa apain non hani ! " ucap mbk tri Hani tak bisa bergerak. dia mencoba melawan tapi tak bisa. semua warga menghentikan langkah nya. melihat maling itu mengancam. " lepasin gue " ucap Hani " diem loe " ucap maling itu mbk tri menangis melihat Hani di todong pisau oleh maling itu. warga tak ada yang berani mendekat, takut kalau maling iyu melukai Hani. " lepasin anak itu ling, dan menyerah lah. dia tak bersalah apa apa kenapa kamu malah menodong kan pisau pada nya " ucap Pak RT " diem loe, kalian bubar dulu ! gue akan lepasin anak ini " ucap maling itu mbak tri yang tersu menangis di tenang kan oleh beberapa ibu ibu yang ada disana. cengkraman tangan maling itu sangat kuat, membuat tangan Hani terasa sakit. " sakit, tangan ku sakit " ucap Hani " minta mereka bubar, aku akan melepaskan mu " ucap maling itu " loe harus bertanggung jawab atas perbuatan loe " ucap hani " loe nglawan gue, dasar bocah bayi " ucap maling itu sambil semakin menekan tangan Hani " sakit, tangan ku sakit " ucap Hani " diam " ucap maling itu " maling lepas kan dia, jangan menyakitinya ! " ucap mbk tri sambil menangis " diam lie berisik. jangan ada yang menghubungi polisi. jika kalian menghubungi polisi " ucap maling itu. " bruuuukkkkk " suara pukulan. sebuah pukulan dari belakang mengenai punggung maling itu membuatnya melepas cengkraman nya pada Hani dan tersungkur ditanah. iya Rangga yang memukul maling itu dari belakang. dia langsung membekuk tangan maling itu kebelakang, lalu warga disana membantu Rangga mengikta tangan dan Kaki maling itu. " non hani gpp ? " tanya mbk tri " gpp mbk " jawab Hani mbk tri memeriksa apa Hani terluka, dan memeluk Hani. " Hani loe gak papa ? " tanya Rangga " gak papa ngga , makasih ya ! " jawab Hani " loe kenapa jam segini diluar rumah Hani ? " tanya Rangga " gue denger ada yang teriak, jadi aku keluar sama mbk tri " jawab Hani warga membawa maling itu ke pos satpam. barang curian perhiasan dan juga uang yang ada ditas maling itu juga dibawa untuk barang bukti. " ya sudah loe masuk Hani ! " ucap Rangga " iya ngga makasih " ucap Hani Hani berjalan masuk kedalam sama mbk tri baru sampai dihalaman rumah hani berteriak. " auuu auuuu sakit " ucap Hani agak keras " apa yang sakit non ? " tanya mbk tri " tangan ku mbk ini sakit " jawab Hani " Hani kenapa apa terjadi sesuatu? " Rangga masuk kehalaman rumah Hani mendekati Hani " tangannya sakit mas Rangga, mungkin terkilir akibat cengkraman maling tadi " jelas mbk tri " emm mbk tri ambilkan minyak urut yaa, saya akan bantu mengurut tangan Hani " ucap Rangga " eh gak usah Rangga ! " ucap Hani " gak papa Hani, ayok kita masuk rumah Kamu dulu " Rangga mengajak Hani masuk ke dalam. " "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN