eps 9 Rindu

5000 Kata
"Hani", rangga memanggik Hani " eh Rangga ada apa? " tanya Hani "emm yuk kita pulang bareng,! rumah kita kan se kompleks" rangga mengajak Hani pulang bareng "maaf ngga, gue pulang sama Rafka", jawab Hani " "Rafka lagi, kenapa dia terus sih? " batin Rangga "kenapa gak bareng gue aja Han, kan Rafka rumah nya jauh, kasian donk harus repot repot anter loe pulang", rangga masih berusaha supaya Hani mau pulang bareng dia " Hani pulang bareng gue, tadi kakak nya nelpon gue", sahut Rafka "kenapa kakak nya Hani nelpon loe? " rangga tak percaya dengan perkataan Rafka "ya pokok e Hani pulang bareng gue, karna ini pesan dari kakak nya, ayok Han kita pulang! " Rafka menggandeng tangan Hani. dan pergi meninggalkan rangga. "gue pulang dulu ya ngga, bye? " Hani melambaikan tanggan satu nya pada rangga Tentu Rangga sangat kesal. kenapa kakaknya Hani minta Hani pulang bareng sama si Rafka itu. mereka kan baru kenal. toh aku denger anak itu disekolah dulu bikin masalah makanya dia pindah kesini. "gue Harus cari tentang anak itu, kalo di bener bener anak gak bener sampe bikin masalah disekolah kakak Hani harus tau, kakak Hani gak akan ngizinin Hani bareng sama tuh anak lagi, gue harus cari tau" gumam rangga lirih. ---_ Hani dan Rafka sudah berada sampi dirumah Hani. "gue langsung balik ya Han! " ucap Rafka "makasih ya Raf, dah anterin gue pulang! " "iya sama sama, gue hanya pengen mastiin loe selalu aman. oh ya besok pagi gue jemput loe lagi ok! " jelas Rafka "Raf, loe gak perlu repot repot tyap hari antar jemput gue!," padahal dalam hati hani seneng banget diantar jemput Rafka "kenapa? loe risih tiap hari bareng sama gue? " "eh enggak gitu Raf, gue cuma gak enak aja harus ngrepotin loe, dan apa alasan loe bersikap seperti ini? " "Hanidya, gue nggak ngrasa direpotin kok. ini gue yang mau. dan sebentar lagi loe bakal tau alasannya kenapa gue lakuin ini. " Hani hanya terdiam tak bisa berkata kata. dalam Hati nya dia takut ke GR an. dia takut Baper. padahal emang udah Baper. "udah buruan masuk Hani! " ucap Rafka "ohh iya, loe hati hati yaaa!, bye" "bye" Rafka melakukan motor nya untuk pergi ke suatu cafe. yaaa dia sudah janjian bertemu dengan samudera di sebuah cafe. dan Hani tak mengetahui hal ini. --_ "Hai kak, maaf udah nunggu lama ya? " ucap Rafka Sambil duduk didepan samudra di sebuah cafe "eh, enggak kok barusan aja, loe dah anter Hani pulang? " tanya sam "sudah kak, Hani sudah sampek rumah dengan aman, " jawab Rafka "ok thanks ya, eh loe mau pesen minum apa nih lihat sendiri di menu? " "americano aja kak, ". "loe suka kopi? " "hehe iya kak", " sama donk, bisa nih kapan kapan ngopi bareng? " "iya boleh kak". " mas mas " sam memanggil pelayan cafe "iya mau pesen apa?" "americano 2 ya! " "ok, mohon ditunggu"! " iya," "oo iyaah, kenapa loe ngajakin kakak ketemu disini, mau bicara apa? " sam memulai obrolan "emm gimana kak, gue bingung mau mulai dari mana", jawab Rafka " kok bingung sih, apa ini tentang Hani Raf? " "iya kak, " "hani Kenapa? apa ada masalah disekolah? coba jelasin! " sam khawatir terjadi apa apa dengan Hani "Rafka suka sama Hani kak", Rafka menundukan pandangannya " hah,. gue kira apa an Raf, loe suka sama Hani kenapa ngomong nya ke gue? " "sebelum gue nyatain ini ke Hani, gue emang dah niat mau bilang dulu ke kak Sam", " americano 2 , selamat menikmati " ucap pelayan sambil menaruh americano di atas meja "trus loe mau nya gimana sekarang? loe minum dulu americano punya loe! " "iya kak, kakak setuju nggak kalo Hani pacaran sama Rafka? " Rafka meminum americano milinya dan menatap Sam "ya kalo Hani juga suka dan mau jadi pacar loe, gue gak papa Raf" "huuhhhhh" Rafka mengambil nafas panjang "loe serius suka sama adex gue? " "iya kak gue serius, ini pertama kali nya, aku suka sama cewe kak, mungkin emang gue belom lama kenal Hani, tapi d**a gue selalu berdebar saat didekat nya. Dan hari itu harus pertama gue kenal Hani, dia terluka gue sendiri yang gendong dia ke klinik, dan gue juga nemenin dia disana, bahkan sampek kak sam dateng untuk jemput. sebelumnya gue belom seperti itu, gue belom pernah peduli sama orang, dan gue bukan lah orang yang lembut. gue selalu cuek dengan apa yang terjadi disekitar gue. bahkan gue bukan lah orang yang mudah ketawa atau pun hanya tersenyum. tapi bersama Hani, gue jadi bisa lebih lembut, gue juga bisa tersenyum bahkan ketawa. dan satu lagi kak gue mau mempelajari tugas untuk presentasi gue sama Hani, yang sebelumnya gue itu bukan tipe orang yang suka belajar, gue juga gak suka jadi yang no. 1. tapi waktu ngerjain tugas itu sama hani, karena gue lihat Hani sangat bersemangat ingin presentasi nya jadi yang paling bagus, gue mau belajar, gue nglakuin yang gak pernah gue lakuin sebelum nya. dan Hasil nya presentasi gue dan Hani bener bener jadi presentasi yang paling bagus. tiap hari gue selalu bawa s**u kotak seperti ya kak sam bawain waktu Hani di klinik. gue selalu sedia itu dalam tas gue, buat gue berikan ke Hani. awalnya gue gak percaya kalo gue jatuh cinta sama Hani. tapi ilham yang nyadarin gue kak. karna ilham sahabat gue dari kecil, dia menyadari perubahan yang terjadi dalam diri gue ". penjelasan Rafka sangat panjang " oke oke sekarang loe mau nya gimana Raf? " tanya Sam "gue lega udah ngasih tau tentang ini ke kak sam, gue akan berusaha menjaga Hani. gue minta tolong kak sam nggak ngomong tentang ini ke Hani" "loe gamau buru buru nembak dia? ngajakin Hani pacaran? " "gue ingin Hani mengenal gue sepenuhnya dulu kak, karena gue gamau ngecewain Hani kalau suatu saat nanti kita udah pacaran ternyata ada sesuatu yang gak Hani suka dalam diri gue itu akan membuat nya kecewa. gue gak mau Hani kecewa. Hani harus kenal siapa gue supaya jika gue nyatain perasaan pada nya dia bisa nolak gue karena kalo emang menurut dia gue bukan orang yang tepat untuknya. jadi gue minta izin ke kakak gue setiap Hari akan antar jemput Hani, dan mungkin juga akan gue ajak jalan, dan gue pengen Hani kenal sama nenek gue kak! " "huh, oke gue izinin loe. karena gue gak tau ya Hani suka gak sama loe, loe bener. Hani Harus kenal loe lebih jauh agar dia tahu siapa loe," jawab samudra "trimakasih kak" "satu lagi, jaga Hani baik baik walaupun dia belom jadi pacar loe. oh iya, cinta itu datang dengan semua rasa, rasa bahagia, rasa sakit, rasa kecewa dan masih banyak lagi, rasa rasa itu datang sendiri nya bersama cinta, jadi pesen gue karna loe sudah jatuh cinta berarti loe harus siap jika suatu saat rasa rasa itu datang juga pada loe. jika Hani tak menerima perasaan loe, ya loe harus nerima dengan lapang d**a, karena cinta gak bisa dipaksain. sakit pasti kecewa pasti, itu yang akan loe rasain, loe harus siap dengan itu.! " samudra memberi saran "sebelum gue ngomong ini ke kak Sam, gue sudah siap dengan segala keputusan Hani kak, trimakasih juga atas sarannya, gue lega udah ngomong ini ke kak sam, makasih kak! " "iya sama sama! " "maaf sudah menyita waktu kak sam! " "gpp Rafka, ini tentang adik gue, gue seneng loe mau cerita ini ke gue!," Rafka dan samudera berbincang begitu lama. samudera merasa Rafka sangat menghormati nya sebagai kakak Hani. setelah 2 jam berlalu dengan obrolan yang panjang, Sam harus segera balik ke kampus karena ada kelas sore. dan Rafka langsung pulang ke rumah nya. Rafka merasa lega sudah berbicara dengan kakak nya Hani. -__ Rangga sedang bersama mika di sebuah taman. Rangga mengatakan pada mika kalau sepertinya Rafka sedang mendekat Hani. karena sudah terlalu sering melihat Rafka bersama dengan Hani. Rangga ingin mencari cara untuk memisahkan Rafka dengan Hani. "loe harus bantu gue mik! " ucap rangga "loe mau bantuan apa ngga? " tanya mika "bantu dulu gue mikir untuk misahin Rafka dengan Hani" "gue juga bingung ngga, loe beneran suka banget sama hani? " "loe dah tau ini mika, gue udah lama suka sama Hani" "iya tapi gimana kalo Hani suka nya sama Rafka ngga? " "gak boleh mik, dia nggak boleh suka sama Rafka, gue dah gak bisa mendem perasaan ini lagi, " "gua punya rencana ngga, tapi ini gak boleh satu orang pun tau selain kita berdua, " ucap mika "ya apa tenaga mu mik? " mereka merencanakan sesuatu agar Rafka dan Hani tak sering sering bersama lagi. ---_ Hani sedang menonton TV sama mbk Tri, sudah jam 8 malam tapi Samudera belom pulang, Hani meminta mbk Tri menemani nya nonton TV. tak lama kemudian ada suara motor masuk ke garasi. "itu pasti Kak Sam " gumam Hani "assalamu'alaikum" samudera memasukkan Rumah "waalaikum salam, kok malam banget pulang nya kak" "maaf ya kakak ada urusan sebentar tadi!, Hani sudah makan? " "udah kak barusan, kakak udah makan? " "udah juga kok, kakak keatas dulu mandi ya! " "iya kak" Samudera masuk ke kamar untuk mandi. "em mbak Tri, mbk Tri pulang aja.! kak samudra sudah dirumah, jadi Hani enggak sendirian" ucap Hani pada mbk Tri "baik non, saya pulang sekarang ya non! " "iya mbk" Hani lanjut menonton TV, "klung" tanda pesan masuk pada HP Hani "Hanindya" begitulah isi nya, (pasti pada udah tau kan siapa yang chat hani) "Rafka malik", balas Hani " lagi apa Hanindya ? " "lagi nonton TV aja, ada apa Raf? " " emmm aku Rindu" "hah apaan nih si Rafka, dia bilang dia rindu, tapi apa rindu gue, gue jadi ke GR an Rafka, ya ampun kira kira donk kalo mau nge gombal" batin Hani " hah, rindu ? maksud Rafka, Rafka rindu sama Hani? " "hahahahaha begitulah" "Rafka, dilarang nge gombal yaa! " " gue nggak nge gombal, gue emang lagi rindu sama bawel nya loe Han" "tuh kan Rafka mulai nyebelinnya," " ya kan emang loe bawel", "ah males ah udah jangan chat Hani"! " kan si bawel ngambek " Hani tak membalas pesan Rafka karna Rafka mulai nyebelinnya. "si Rafka kenapa sih kumat kumat an gini, padahal gue suka sama dia, pengen banget bales chat nya tapi dia nyebelin banget sih" gumam Hani "Hanindya, kok gk di blas chat gue? " "Hanindya" "Hanindya" "Hanindya maaf! " "maaf gue nyebelin, yaudah karena udah malem Hanindya buruan tidur!, sampai jumpa besok pagi" " good night Hanindya, nice dream" Rafka terus mengirim kan pesan walau gak dibales Hani, Hani membaca sambil senyum senyum. Hani naik keatas akan masuk ke kamar. tapi Sam keluar dari kamar. "Hani mau tidur? " tanya Sam pada Hani "ya mau masuk kamar kak siapa tau bisa langsung tidur" "kakak boleh bicara sebentar Han? " "boleh dong kak, mau bicara apa? " "ayokk duduk di balkon! " mereka duduk di balkon rumah. " Hani seperti nya kakak akan sering pulang terlambat, gimana kalau mbk Tri kita suruh tidur sini, kan mbk Tri juga sudah punya kamar disini Han" "hani sih setuju aja kak, tapi apa mbk Tri setuju, mbk Tri punya suami loh kak, bagaimana suaminya kalau mbk Tri tidur disini" " oh iya ya, tapi gimana kalau sekalian suami mbak Tri nginep sini juga Han, kan ikan papa harus ada yang urus, kakak kadang gak sempet beri makan Han, kakak takut malah gak keurus ikan nya pada mati kan sayang, trus juga kebun bunga mama, walau kecil mama sangat merawat nya, masak iya kita biarin gitu aja Han " "iya sih kak, kayak nya kita emang butuh tenaga tambahan deh kak untuk merawat kebun bunga mama dan ikan ikan Papa," "kakak juga berfikir jika suami mbk Tri mau tidur disini kakak fikir kamu lebih aman dirumah, kalau hanya dengan mbk Tri kakak masih khawatir karna tidak ada laki laki. sedangkan kakak harus sering pulang malam karena kakak akan meng handle pekerjaan papa dikantor pada pagi sampai siang hari, lalu sore sampe malam kakak baru kuliah, kakak akan minta jadwal kuliah sore sampai malam saja" "yaudah besok kakak bilang dulu ke mbk Tri gimana gimana nya kak," "iya kakak akan bicara dulu sama mbk Tri" "kakak walau sibuk nggak boleh kecapean ya kak!, kakak harus jaga kesehatan" "iya Hani, maafin kakak juga kalau kakak jadi jarang punya waktu bersama Hani! " "gpp kak, kan kakak lagi bantuin papa, hanya kakak yang bisa bantuin papa, Hani belom bisa" "tugas mu adalah belajar Hani" "iya kak" "oh ya, maafin kakak kalau kakak gak bisa antar jemput Hani sekolah ! , Rafka dah izin ke kakak kalau dia akan antar jemput kamu setiap hari," "kenapa kakak nge bolehin Rafka antar jemput Hani setiap hari? " "kakak merasa, kakak di hargai sebagai kakak Hani. karena Rafka berani meminta izin dulu sama kakak" "kalau Hani gak mau bareng Rafka gimana kak? " "emang kenapa gak mau, bukannya dari kemaren kamu seneng diantar jemput oleh Rafka? " "ya seandainya gitu looh kak," "ya kakak akan menghargai keputusan Hani juga, jika Hani nggak suka di antar jemput Rafka, Hani bilang sama Kakak ya! " "heheheheh" "jujur deh sama kakak, kamu suka ya sama Rafka ? " "ah apaaan sih kak", hani terlihat malu " cerita donk sama kakak! kalau iya berarti Rafka adalah cinta pertama Hani, ya kan? " "kakak udah deh jangan godain Hani! " "Hehehehe ya udah tidur gih dah malem! " "ya kakak, kakak juga buruan tidur yaa! " "oke kakak mau telpon papa dulu ada hal penting yang harus kakak sampein soal kerjaan" "iya kak salam ya buat papa dari Hani" "iya" ****--_ "non Hani, kok belom bangun non, tok tok tok" suara mbk Tri dari luar kamar Hani "hah aku kesiangan" Hani terperanjat dari tempat tidur nya "non hani sudah jm 6 non" ucap mbk Tri terus membangunkan Hani "iya mbk Hani siap siap" Hani langsung bergegas mandi dan bersiap paki seragam sekolah. Mbk Tri memang selalu datang setengah 6 untuk membuatkan sarapan Hani dan samudera. biasanya jam 6 Hani sudah turun untuk sarapan. "ting tong ting tong" Rafka sudah datang menjemput Hani "eh temennya non Hani, " ucap mbk Tri ketika membuka pintu "saya Rafka mbk, " ucap Rafka memperkenalkan diri "iya mas Rafka saya mbk Tri, yang suka bantu bantu dirumah non Hani" "iya, em Hani mana mbk? sudah jam segini kok belom keluar?" "iya mas Rafka sebentar ya, non Hani tadi baru bangun jadi mungkin sekarang masih siap siap, mas Rafka tunggu dulu ya, saya akan buatkan bekal untuk non Hani, kasian nggak sempet sarapan pasti ini nanti" "oh iya mbk, silahkan" mbk Tri membuat kan 2 bekal, yang satu untuk Hani yang satu untuk Rafka. "Hani udah berangkat mbk?" tanya Sam pada mbk Tri "ini Hani mau berangkat kak, awas minggir kak hani dah telat" Hani turun dari tangga "lohh kirain daj berangkat" "bangun kesiangan aku kak, berangkat sekarang ya aku! " " Rafka udah dateng? " tanya Sam " mas Rafka udah nunggu non hani di depan den" mbk Tri yang menjawab "yaudah buruan berangkat, hati hati ya! " "iya kak" "non ini mbka bawain bekel buat non hani dan mas Rafka juga, non kan belum sempet sarapan" mbk Tri menyodorkan 2 kotak bekal pada Hani "makasih ya mbk Tri Hani berangkat dulu, kakak Hani berangkat assalamu'alaikum" "waalaikum salam" Hani menuju keluar rumah nya. "Rafka, dah nunggu lama? "tanya hani "ya lumayan,kamu bangun kesiangan Han? " "iyaaa, yuuukkk berangkat Raf! " "iyaah ayok". mereka berangkat sekolah, Rafka menancapkan Gas motornya agak ngebut, membuat Hani sedikit takut. Rafka menarik tangan Hani yang memegang pinggang Rafka, menariknya kedepan sampai memeluk Rafka. " jangan Takut Hani Rafka akan Hati hati, kamu pegangan yang erat yaa! " kata kata Rafka hampir tak terdengar karna angin begitu kencang Hani tak menjawab hanya mengangguk kan kepala nya. --_ mereka berdua sampai tepat sebelum pintu gerbang utama sekolah di tutup. Hani dan Rafka buru buru masuk kelas sebelum pak guru masuk ke kelas nya. untung lah mata pelajaran pertama hari ini adalah olahraga, jadi biasa nya ada waktu untuk berganti baju. bisalah buat Hani bernafas sebentar. "Hanindya, minum s**u kotak ini dulu! " Rafka menyodorkan s**u kotak pada Hani "eeemmm Rafka trimakasih, Hani sangat butuh ini" "buruan minum, dan bernafas lah dengan pelan pelan" ucap Rafka "huh... maafin Hani ya Raf, gara gara Hani bangun telat Rafka jadi harus ikutan panik! " "gpp Hani, maafin Rafka juga karena Harus nge gas motor nya ngebut, Rafka lakuin itu supaya Hani gak telat" "gpp Raf, karena Rafka ngebut jadinya kita nggak telat" "yaudah buruan sana ganti baju oleharaga, rere pasti panik karna loe belom dateng juga" "iya loe juga ya! " "iya" mereka bergegas ke ruang ganti, tentu cewe dan cowo ruangannya terpisah. "Hani.... kamu dari mana aja? " Rere langsung nyerocos saat melihat Hani datang "aku bangun kesiangan, untung aja ada Rafka, hampir nggak bisa masuk sekolah" "tumben banget kamu kesiangan,? " "semalem gak bisa tidur, trus aku iseng donk sambil belajar, eehhh gak tau nya malah bikin kesiangan" "ada ada aja deh kamu Han, dah buruan ganti baju aku tungguin" "iya" Hani sudah selesai ganti baju, dia berjalan menuju lapangan bersama Rere. seperti biasa pemanadan dulu. kali ini pak guru menyuruh Hani dan Rafka maju kedepan untuk memimpin pemanasan bersama sama. tentunya jika gerakan kaki terlalu berat pak guru menyuruh Hani untuk tidak melakukan nya, walau kata dokter sudah sembuh harus tetap berhati-hati. Hani juga tak berlari memutar i lapangan, cukup berjalan santai saja 1 kali putaran. sudah waktunya istirahat, Hani masih berada di dalam kelas, dia mengambil bekal yang di bawain oleh mbk Tri. "Rafka ini tadi mbk tri bawain bekel nya dia, satu buat loe" "oh yaa kok aku juga dibawain" "ya udah nih makan Raf! " "kita ke kantin yuk sambil beli minum, sini aku bawain bekel nya" "oke ayok" mereka pergi ke kantin bersama, sekarang memang Hani dan Rafka semakin dekat, setiap Saat selalu terlihat bersama. mau gimana lagi udah sekelas sebangku pula'. dan mereka juga jadi ketua dan wakil kelas. "hani, bukannya semalem loe marah sama gue? " tanya Rafka sambil makan "uhuk uhuk uhuk"... Hani keselek " minum ini, minum dulu Han!" Rafka menyodorkan minum. "thanks" "oh iya yaaa semalem gue kak sebel sama Rafka, gara gara bangun kesiangan nih gue jadi lupa kalau lagi marah sama dia", gumam Hani dalam Hati Rafka tersenyum melihat Hani yang seperti salah tingkah. " loe kenapa senyum senyum Raf? " "loh kenapa gak boleh ya! " "loe ngetawain gue karna gue lupa kalo semalem amarah sama loe". " apasih Hani, enggak kok, enggak ngetawain Hani" "itu buktinya" "kan gue cuma senyum bukan ketawa" "kenapa sih dikit dikit baik dikit dikit ngeselin" "sudah sudah maafin gue kalo bikin loe kesel" "jangan marah marah jangan ngambek ngambek! yaa" "emang kenapa kalo Hani marah kalo Hani ngambek, toh kita juga gak ada Hubungan apa apa," "huuuuhhhhh" Rafka mengambil nafas panjang "loe harus sabar Rafka, ini lah perempuan yang loe sukai, loe harus sabar ngadepin dia yang kalo ngambek kayak gini" batin Rafka "Hanindya" ucap Rafka "ada apa lagi? " hani jutek banget "maafin Rafka ya!" "buat apa minta maaf? toh gak ngaruh juga gitu kali Hani marah marah dan kalo lo ngeselin juga gak ngaruh apa apa" "Rafka nggak bermaksud membuat Hani marah, Rafka gamau membuat Hani marah! maafin Rafka, Rafka sudah bilang kan sama Hani kalo Rafka Rindu" "gak usah mulai lagi deh ngeselin nya, kemaren gara gara awal nya loe ngegombal trus bilang gue bawel kan itu yang buat Hani sebel" "kamu sebel kalo Rafka bilang kamu bawel? atau sebel Karena mengira Rafka hanya ngegombal? " "ya kamu emang nggombal" "hanindya dengerin Rafka" Rafka menganggap Tangan Hani Hani terkejut lalu menatap Rafka. "Rafka memang semalam sedang rindu sama Hani. jadi tolong berhenti ngomel ngomel Hani,! itu akan membuat mu capek" " aaahhh Rafka jangan bercanda,! " "Rafka serius Hani, nanti pulang sekolah Hani ikut Rafka ya! " " hah kemana ? " " pokonya ikut aja dulu, Rafka akan minta izin sama kak samudra " "pokok nya jangan bikin aku kesel! " "nggak akan Hani, Rafka janji" "oke" "lepasin tangan Hani Raf! " "ehh maaf Hani, Rafka hanya ingin membuat Hani tenang tadi" "Hani jadi gak enak kan diliat in temen temen" "maaf ya"! " " ya udah lah yuk masuk kelas lagi, bentar lagi pasti bell masuk kelas pelajaran selanjutnya akan berbunyi" "ayuk" semua anak sedang melihat Hani dengan Rafka. mereka berfikir Rafka dan Hani berpacaran. gosip menyebar begitu cepat, karena beberapa anak juga sering melihat kebersamaan Hani dan Rafka. "re loe tau nggak gosip yang baru aja tersebar hari ini? " "apaan? " tanya Rere "tuh si Rafka sama Hani, anak anak pada lagi gosipin mereka berdua pacaran" jelas ilham "oh yaa" "iya beneran" "tapi bagus donk, kalau semua orang tau mereka berdua pacaran, mungkin anak anak yang naksir sama Hani gak akan deketin Hani, ini bagus dan mendukung usaha kita ham", " iya juga sih" --__ sudah waktunya pulang sekolah. seperti biasa anak anak akan segera pulang. tapi Hani sudah janji akan ikut dengan Rafka, entah mau ngajakin Hani kemana. "Hani bareng Rafka lagi? " tanya Rere "iyaaa re" "gue liat liat emang kalian berdua cocok, ya kan ham? " "cocok apanya re? " "cocok, yang satu kaku yang satu bawel"jawab Rere " Rere.. . .. . eee.. . eeeeee " Hani terlihat kesal "Hani kamu itu emang bawel nah orang bawel itu emang cocok sama orang kaku. saling melengkapi, y kan Ham? " " Hani terdiam menatap rere" Rete seperti tau ekspresi apa itu " ham ham.. . . ayooo lariii ii iiii" rere menarik tangan ilham mengajaknya berlari Hani juga berancang ancang mengejar rere tapi baru satu langkah pertama, Rafka sudah ada didepan nya menghadang nya. itu membuat Hani menabrak Rafka. Hani kehilangan keseimbangan, dan hampir terjatuh tapi Rafka menahan Hani agar tak terjatuh. "kenapa mau ngejar mereka sih Han? " tanya Rafka "rere ngeselin hari ini sama kayak loe, " jawab Hani "loe nggak inget jahitan di kaki loe, sampe loe tiba tiba mau ngejar rere dan ilham? " "aku lupa kalo kaki ki ada jahitan" "sudah ya, kita kan akan pergi ke suatu tempat yuk kita berangkat, aku dah hubungi Kak Samudera" "yauda ayok" Rafka dan Hani segera berjalan ke area parkir. mereka segera pergi dari sekolah untuk pergi ke suatu tempat yang Hani gak tau, karena Rafka Nggak bilang. saat diperjalanan tiba tiba ban motor Rafka seperti oleng, Rafka menghentikan motor nya. "ada apa RaF? apa sudah sampek? " tanya Hani "turun dulu Han, kayak nya ban ku kempes deh" Hani turun dan melihat ban motor Rafka bagian beneran belakang kempes. "Rafka ban nya kempes yang belakang" ucap Hani "hah s**l banget sih, mana tembem ban masih agak jauh lagi" ucap Rafka tiba tiba Rangga berhentiin motor nya didekat Rafka dan Hani berhenti. "kenapa Han? kenapa berhenti disini? " tanya Rangga "ini Ban motor Rafka kempes" jawab Hani "loe lupa gak ngisi angin ya? " tanya Rangga pada Rafka "tadi pagi baik baik aja kok" jawab Rafka sedikit cuek "loe gimana sih, seharusnya dicek dulu donk motornya, loe lagi sama Hani, kalo Hani kenapa kenapa gimana? " Rangga memulai memancing emosi Rafka "Rangga loe kenapa ngomong gitu sama Rafka? Rafka kan gak tau juga, namanya juga musibah" Hani tak suka dengan sikap Rangga Rangga Hanya terdiam dan menatap Hani tanpa menghiraukan Da Rangga disana. "Hani sebentar ya aku nelpon dulu! " ucap Rafka " iya Raf" "Hani ayok pulang bareng gue aja! " ucap rangga mengajak Hani pulang "trus Rafka gimana ngga? " "ya biar dia bawa ke bengkel motor nya, loe pulang sama gue, masak loe mau dorong motor sama Rafka jauh looh tembel Ban dari sini. " "kasian donk Rafka sendirian", ucap Hani " dah yuk Han pulang sama gue aja! " Rangga terus mengajak Hani pulang bersama "Hani, Rafka mau dorong motor ini ke Pom bensin itu yang didepan, Hani kalau mau pulang bareng rangga gpp" ucap Rafka saat selesai menelfon "tapi Raf, kan Rafka tadi mau ngajak Hani ke suatu tempat," jawab Hani " kita bisa lakuin kapan kapan hani'' ucap Rafka "ayok Han bareng gue ! " ucap rangga sambil menarik tangan Hani "Rangga lepasin! " Hani menarik tangannya yang dipegang rangga hingga terlepas "Hani mau bareng Rafka aja" tambah Hani "ayo Hani bareng gue, " rangga mencoba menarik tangan Hani lagi tapi tangan Rafka menghentikan tangganya "loe gak dengar Hani tadi bilang apa? " ucap Rafka "gue mau nganterin Hani pulang, toh kita rumah nya se kompleks" "tapi Hani maunya sama gue". " Rangga pulang aja sendiri, Hani mau nemenin Rafka aja" ucap Hani "Hani kamu itu sudah dibuat susah oleh nya, kok malah mau nemenin dia, nanti kalo kakakmu liat ini pasti dia marah Hani, jadi mending pulang bareng gue" rangga masih saja berusaha". "gak usah maksa deh ngga, dan kak sam gak akan marah kok, aku yakin" ada mobil berhenti tepat didepan motor Rafka. ada seseorang turun dari mobil. "mas Rafka " ucap seorang lelaki tersebut memanggil rafka "oh iya Pak ," jawab Rafka "ini mas mobilnya," "oh iya makasih ya pak, dan ini kunci motor saya, saya titip ya pak, nanti saya hubungi bapak lagi". jelas Rafka " iya mas" lalu lelaki itu pergi mendorong motor Rafka. "loh Raf itu siapa, kok motor loe di bawa? " tanya Hani "oh itu yaa orang lah, Hani masih mau ikut Rafka? " "ya Hani mau ikut Rafka"jawab hani "naik mobil mau? tanya Rafka lagi " iya Raf,". "yaudah hani msuk mobil itu dulu! " "iya" Hani berjalan memasuki mobil. "hani tetep pulang sama gue jadi mending loe pulang aja sekarang" ucap Rafka pada rangga "siiiiitttttt, " rangga pergi melakukan motor nya ngebut Rafka menyusul Hani masuk ke mobil. "Rafka ini mobil siapa? " tanya Hani pada Rafka "ya mobil gue" Rafka mulai tancap gas. "berarti orang yang bawa motor loe tadi itu? " "itu supir nenek ku" "jadi emang loe udah punya mobil sendiri tapi gue gak pernah liat loe naik mobil. " "gue lebih suka naik motor Han". -__- sampai di depan rumah model rumah desa zaman dulu tapi sudah di perbarui dengan rapi dan bagus. tapi tetep nuansa desa nya masih terasa, halaman yang bersih dan sejuk karena ada beberapa pepohonan. " ini dimana Raf? " tanya Hani "ini tempat tinggal ku, ayok kita masuk kedalam! " Rafka mengajak Hani masuk "hah Raf, apa ini rumah mu? trus didalam ada siapa? " Hani terkejut dan juga penasaran " sudah masuk dulu yukk! " "tapi Raf.. . " gpp Hani, jangan takut! " Hani berjalan begitu pelan dibelakang Rafka. "Assalamu'alaikum" Rafka mengucap salam "waalaikumsalam" terdengar suara jawaban tapi hani belum melihat siapa yang ada disana menjawab salam Rafka "nenek, Rafka pulang, dan lihat Rafka bawa siapa? " "bawa siapa emang? kamu biasanya cuma bersama ilham" "lihat dulu donk nek"! Rafka menarik Hani dan membuat Hani berdiri sejajar dengan Rafka. " siap ini, anak siapa kamu bawa pulang Raf? " tanya snag nenek "saya Hanindya nek, temen Rafka" Hani mengulurkan tangan ke nenek Rafka untuk bersalaman dan mencium tangan nenek sebagai tanda hormat "ooo saya nenek nya Rafka ya, sini nak duduk sini dekat nenek! Rafka ambilkan minum untuk nya!" perintah nenek "iyaa" Rafka pergi kedapur "kamu temen sekelas Rafka? " "iya nek, Hani temen sekelas Rafka, " "kamu tinggal dimana? " "di kompleks mentari nek, " "oo di daerah kompleks, maaf ya rumah tinggal Rafka memang tidak di kompleks perumahan, ya sederhana seperti ini" "kenapa minta maaf nek, rumah ini bagus, melihat dari depan Saja Hani suka, sperti bangunan ruang kakek nenek Hani di desa, malah rumah kakek nenek sangatlah jadul nek dekat sawah pula" "oh ya, kamu tinggal di kompleks sama siapa nak Hani? "sebenarnya orang tua Hani 4 hari lalu baru aja berangkat keluar kota untuk mengembangkan bisnis nya nek, jadi Hani hanya tinggal berdua dengan kakak laki laki Hani" "oh gitu, pasti kamu sedih ya jauh dari orang tua mu. " "tentu nek, tapi Hani gk ingin berlarut larut, sudah waktunya Hani mandiri" "bagus, benar itu Hani, jangan terlalu lama bersedih ya! " "ini minumnya Hani" Rafka membawakan jus jeruk untuk Hani "iya makasih Raf, " ucap Hani "nenek jangan galak galak sama Hani, Rafka mau ganti baju dulu" ucap Rafka pada neneknya "nenek tidak galak kan Hani? " "enggak kok nek" jawab hani Rafka masuk ke kamar nya untuk ganti baju dan akan menelpon ilham sebentar. "Rafka itu sejak kecil tinggal sama nenek dan alm kakek. kakek rafka baru saja meninggal beberapa bulan yang kau" ucop nenek Rafka "hani turut berduka nek" "iya Hani" "lalu orang tua Rafka nek? " "mereka tinggal diluar kota, membangun bisnisnya dari Rafka masih kecil mereka pergi keluar kota. Rafka sempat bersekolah disana 1 tahun sebelum pindah ke SMA Garuda, itupun karena nenek paksa," "lalu Rafka balik lagi kesini tinggal sama nenek, iya karena tahu kakeknya meninggal dan nenek tinggal sendiri, Rafka membuat masalah disekolah lama nya, memukuli kakak kelas nya Hingga babak belur, jadi dia dikeluarkan dari sekolah itu, dia sengaja bikin ulah agar dia bisa tinggal disini lagi bersama nenek" "pendek sekali Cara Rafka berfikir " gumam Hani sedikit lirih "yaa Rafka memang lah sangat emosian, dia kaku, dia juga keras kepala" "satu lagi nek, Rafka itu nyebelin" "hahahahahahahaha " nenek Rafka tertawa meliat dengar perkataan Hani. "heheheheh" Hani jadi ikut tertawa "minum dulu jus jeruknya Hani! " ucap nenek "iya nek" Hani meneguk minumannya "apa hobi kamu Hani? " "em Hani suka belajar, eh itu bukan hobi itu kewajiban sih. emm Hani suka mendengarkan lagu dan bernyanyi, Hani juga suka nonton drama Korea nek. Hani juga suka menulis" "banyak sekali hobimu Hani", " iya nek hehehe" "kamu pasti belum makan siang ya, nenek sudah masak ayo kita makan! " " nenek masak sendiri? " "iya tentu, ada pembantu tapi kerjaannya hanya membatu membersihkan rumah, kalo masak nenek suka masak sendiri, " "kapan kapan ajari Hani masak ya nek!, mama keluar kot belom sempet ngajarin Hani masak nek, jadi Hani emang gak bisa masak" "iya tentu, ayoo kita ke meja makan! " "Rafka nggak di ajak nek? "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN