Seperti yang dikatakan Edrick di telepon tadi, dirinya dan sang istri ... Amanda Cayne, benar-benar datang ke bandara untuk menjemput putri dan menantunya. Mereka bangkit berdiri dari kursi yang diduduki begitu terdengar pengumuman yang memberitahukan pesawat yang ditumpangi Sagita dan Orion, baru saja mendarat. Edrick dengan semangat menarik tangan sang istri agar mempercepat langkahnya, mereka berjalan dengan langkah lebar lalu berdiri di depan pintu penjemputan. Satu per satu orang-orang keluar dari bandara melewati pintu itu, sepasang suami istri itu tiada henti menatap wajah setiap orang, memastikan adakah putri dan menantu mereka di antara banyaknya orang-orang tersebut. “Itu Sagita dan Orion!” Amanda memekik girang, begitu dilihatnya sang putri sedang berjalan beriringan dengan

