CHAPTER 10

2622 Kata

Sagita mengerjap-ngerjapkan mata begitu mendengar alarm di ponselnya meraung keras hingga menggema di dalam kamar. Tangannya terulur ke arah nakas untuk meraih ponsel yang dia letakan di sana. Lalu mematikan alarm tanpa ragu. Dia pun menguap lebar, merubah posisi berbaringnya menjadi duduk di kasur. Dia merentangkan kedua tangannya tinggi ke atas untuk meregangkan sendi-sendi tubuhnya yang terasa pegal. Semalam tidurnya begitu nyenyak.  Setelah nyawanya terkumpul dan kedua matanya pun terbuka sempurna, Sagita menatap sekeliling. Merasa dirinya berada di tempat asing, Sagita sempat bingung hingga akhirnya dia ingat kemarin ikut pindah ke rumah Orion. Tentu saja kamarnya sekarang bukan lagi kamarnya yang dulu. Melainkan sebuah kamar di rumah Orion yang sengaja dipilihkan pria itu untuknya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN