Chapter 22

2668 Kata

“Woah pantainya indah sekali. Lihat ada bayi kura-kura keluar dari pasir.” “Mana-mana?” “Lucunya.” “Lucu sekali.” Bell menerobos gerombolan NS yang berjongkok mengelilingi sarang kura-kura. Tanpa segan dia mengangkat satu ekor bayi kura-kura dan tersenyum lebar. “Kelihatannya enak. Bisakah kita membuatnya menjadi sup kura-kura?” ujarnya santai. “Jangan!” teriak para NS bersamaan dan langsung mengamankan bayi kura-kura itu dari tangan jahat Bell. Mereka langsung memasang barikade untuk menghalangi Bell dengan niat jahatnya. Bell yang terusir pergi berjalan sempoyongan di pinggir pantai. Merige dan Rinna yang melihat itu hanya bisa menghela napas. Mereka tidak habis pikir apa yang sudah terjadi hingga membuat gadis itu bersikap aneh. “Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Rinna. “Menuru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN