Hanya Sebuah Mimpi “Tunggu. Ke mana Ibu akan membawaku?” tanya Bell yang tangannya ditarik mengikuti langkah wanita yang mengaku ibunya itu. “Ibu ingin menunjukkan sesuatu padamu.” “Apa ini soal ayahku? Ibu bilang dia tidak akan berada di sini.” “Bukan. Kalau bisa kau jangan sampai bertemu dengan ayahmu.” “Hah? Apa? Jadi benar dia pria b******k?” tukas Bell terdengar kesal. “Tidak sepenuhnya b******k, ayahmu hanya terlalu berlebihan. Kalau dia sampai mendengar putrinya mengatai b******k, mungkin ayahmu akan menangis. Haha.” “Beritahu aku siapa dan bagaimana wajahnya, aku akan menemukannya nanti. Begini-begini aku bisa menggunakan sihir,” ujar Bell sombong. Ibunya tidak menjawab dan itu membuat Bell langsung ikut terdiam. Meski dia belum yakin bahwa wanita itu ibunya karena wajah me

