Malam-malam panjang aku lalui sendirian. sudah hampir sebulan, dan aku bisa melewatinya, meski dengan tangis setiap malam. Inilah hidup, aku mulai mensyukuri atas apa yang aku dapatkan selama ini. Di balik nestapa, ada begitu banyak keberuntungan yang sekarang baru aku sadari. Salah satunya ketika aku dipertemukan dengan Santi. Gadis itu mengajariku banyak hal. Mengajariku untuk sholat dan lebih mengenal Tuhan. Rasanya nyaman dan tenang, aku baru menemukan perasaan semacam itu sekarang. •• "Semoga beruntung, kata temanku bosnya baik," ucap Santi sambil membantuku membuka helm. "Bismillah," ucapku kemudian. Santi menepuk pipiku pelan, senyum manis menghias bibir gadis yang lebih tua dua tahun dariku itu. Teman Santi memberitahu, ada lowongan pekerjaan di sebuah toko roti, sebagai pe

