Akibat menangis semalam mata sampai bengkak dan aku juga bangun kesiangan. Itu pun Santi yang membangun kan, lekas aku langsung solat subuh lebih dahulu. Selepas solat berlanjut dengan membersihkan kamar dan kemudian mencuci baju bajuku. Tak seperti hari biasanya, pagi ini badanku terasa lemas. Mungkin karena kurang tidur tadi malam. "Nangis lagi?" tanya Santi saat menungguku menjemur pakaian. "Kalau mau cerita, aku siap dengerin kok. Masalah cowok ya?" tanyanya lagi. Aku hanya tersenyum dan menggeleng. Berusaha terlihat baik - baik saja meski dalam hati sudah hancur tak berupa. Aku dituntut untuk tegar dan bisa. "Kamu pucet banget pagi ini, sakit ya?" selidik Santi lagi. "Kurang enak badan aja." Kembali aku berkilah, dan menjawab pertanyaan Santi dengan senyum tersungging. "Yakin mau

