Perawan 200 Juta Part 25 Part 25 Aku terkesiap saat kami beradu pandangan. Dia juga terkejut melihatku saat melihatku. Untuk sesaat kami sama-sama terdiam dan hanya saling pandang. "Zanna." "Tuan Bram," balasku lirih. Aku langsung berdiri meski belanjaan yang jatuh belum aku masukkan kembali ke dalam kantong plastik. Pria itu membantu memungutnya, kemudian memasukkannya kembali dalam kantong belanjaku. Pandangannya tertuju pada benda terakhir yang akan dimasukkan ke dalam kantong. Sebuah s**u untuk Ibu hamil yang baru saja aku beli. Pandangannya beralih ke arah perutku, tak bisa ditutupi raut wajah kagetnya kala menyadari ada yang berbeda padaku. Entah mengapa dadaku menjadi sesak seketika, mataku memanas. Aku menggigit kuat-kuat bibir bawah. Meski pada akhirnya bulir bening itu j

