Part 49 "Semua … seperti mimpi ya?!" Santi tersenyum, menatap ikan yang berebut makanan di dalam kolam. Ia baru saja melempar sejumput makanan ikan dan melemparkannya ke kolam. "Iya …." Aku menjawab dengan senyum yang entahlah. Aku sendiri sulit mengartikannya, terlalu banyak hal yqng terjadi. Masih banyak yang belum aku pahami sepenuhnya, tapi, semua harus aku jalani dan aku terima. "Aku turut bahagia untuk semuanya. Aku juga turut sedih, karena aku tau, ada luka yang akan kembali tercipta." Aku mengigit bibir mendengar ucapan Santi dan tersenyum miris kemudian. Santi meletakkan toples berisi makanan ikan di atas meja. Kemudian duduk di bangku panjang, di sampingku. Aku masih dengan senyum mirisku, dia benar dengan yang dikatakannya. Masalahku dengan Kenzi belum selesai. Apapun ya

