P 200 J Bab 47

2419 Kata

Dengan keberadaan mereka disampingku, pastinya aku akan merasa lebih memiliki kekuatan. Sudah seperti hendak berperang saja, dan yang aku hadapi bukan siapa - siapa. Tapi, kakek dari anakku, ayah suamiku. Rasa kantuk mendera tiba - tiba, mata semakin berat terasa. Aku memejamkan mata, memposisikan dengan nyaman tubuhku. Aku bangun saat aku merasakan basah, apa aku ngompol. Tapi, aku merasa tidak sedang ingin buang air kecil. Dan, perutku juga terasa tegang. "Non," Bi Nur melihat ke arahku. Dahi dan matanya mengernyit. "Zanna ngompol, Bi." Aku berucap lirih, karena merasa ada yang tidak nyaman. "Non berasa mau pipis?" tanyanya, aku menggeleng. "Ada apa?" tanya Bara. Dia menepikan mobil yang dikemudikannya. "Den, sepertinya ini air ketuban, mungkin Non Zanna mau melahirkan." Bi Nur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN