P200J Bab 20

1424 Kata

Sebuah pelukan dan ciuman hangat mengawali pagi ini, bagai sebuah booster untuk menjalani aktivitas hari ini. "Beneran nggak bareng?" tanya Kenzi, memastikan. "Aku jam 10 sayang, ngapain pagi-pagi datang, kelasnya juga belum buka," ucapku. Kenzi mengangguk kecil. "Sayang, tau nggak teman-temanku di les sore?" "Kelas bahasa inggris?" Aku mengangguk, "Anak-anak kecil gitu," ceritaku. "Tapi, lucu mereka juga suka ajarin aku malah. Habis susah, mereka malah pinter-pinter." "Mau aku ajarin?" tanya Kenzi dengan wajah serius. "Mau …." Aku menyahut cepat. "Bayar tapi, tapi nggak pakai uang," lanjut Kenzi. "Terus?" Aku mengangkat alisku. "Bayarannya aku ambil tiap malam, kamu harus kayak semalam," ucapnya sambil terkekeh. "Ihh, jangan di ingetin napa, aku malu." Cubitan menyasar ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN