Mungkin seperti inilah rasanya jatuh cinta, tak mengenal tempat dan waktu untuk b******u, dunia seakan milik berdua. Jatuh cinta? tak terdengar baik sepertinya, namun apalah daya, rasa yang datang tanpa permisi, tak bisa juga aku hindari, lebih tepatnya menikmati, yah … aku menikmati rasa ini. "Habiskan makanannya," ucap Kenzi padaku, entah kenapa waktu cepat sekali berlalu. Sepertinya baru saja kami duduk bersama, menikmati sajian makanan ringan dengan obrolan dan pertautan manis. "Meeting sendiri?" "Nggak, ditemani Radit sama Siska," jawab Kenzi. "Langsung pulang, kan?" "Iya, langsung pulang. Sayang ampe malem lagi ya?" tanyaku manja. "Nggak, lepas meeting, aku langsung pulang," jawab Kenzi sambil merapikan rambutku dengan jarinya. "Kenapa, kangen ya?" godanya, aku mengangguk. "Ka

