III

1199 Kata

“Tentang rindu yang terbata bata. Ah mengatakanya saja aku tak bisa.” -             Tama ada di sana. Menatap Senja dari celah pintu. Saat mendengar kedatangan Senja, Tama sudah mengantisipasi kedatangan wanita itu. Menunggu dengan tidak sabaran di ruangannya, menanti apa yang sedang Senja inginkan. Karena tak biasanya wanita itu. Bahkan kalau di ingat lagi... ini kali pertama Senja menginjakan kaki di kantornya. Jadi, Tama meminta agar menunda jadwalnya untuk dua jam kedepan. Memaksa agar rapat di undur dari waktu yang seharusnya.             Senja perlahan masuk... Tama terkesiap dengan tampilan Senja siang ini. Perempuan itu menguncir rambutnya. Rapi dan membuat ujung rambutnya berada persis di bahunya.             Pintu sudah di tutup, Senja nampak memperhatikan Tama? Atau ruangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN