Lagi-Lagi Dia

1256 Kata

Malam itu hawa dingin terasa mencekam seiring dengan suasana gadis yang saat itu sedang menunggu kedatangan seseorang. Tangannya dilipat dan tubuhnya disenderkan ke sofa ruang tamu. Suara denting jam mengalun dan menjadi satu-satunya suara yang terdengar. Sudah pukul sembilan malam, tetapi suami yang baru saja mematahkan semangatnya itu belum jua pulang. Wajahnya merah padam karena sudah menunggu hampir dua jam di tempat yang sama. Namun, yang ditunggu tidak terlihat bahkan berkabar. Harus berapa lama lagi ia menunggu. Rasanya semua amarah yang mengumpul ingin segera dikeluarkan. “Kalau sampai lima menit lagi belum dateng, yaudah aku tidur,” gumamnya sembari melirik jam yang masih bersuara khas. Lima menit berlalu dan lelaki itu tidak jua datang. Dengan langkah yang terhentak, ia berjal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN