Perjalanan Pulang

1767 Kata

Arelia yang sudah berhasil masuk ke kamar terus menatap Nada yang mukanya memerah dengan senyum aneh terlukis. Ternyata keputusannya untuk menyingkir sementara adalah hal yang tepat. Gadis yang ditatap itu seakan tidak memedulikan tatapan sinis sahabatnya itu. Arelia menghela dan mengembuskan napas pelan. “Dareen ngasih obat apa sih ke kamu sampai senyum-senyum nggak jelas begitu?” tanya Arelia mengernyitkan dahi. Kemudian berjalan untuk ke meja rias untuk membereskan barang-barangnya. Nada hanya terus tersenyum. “Obat cintaa,” jawabnya masih dengan senyuman anehnya. Arelia menatap jijik sahabatnya itu. Penampilannya saat jatuh cinta benar-benar membuatnya geleng-geleng kepala. “Udah ayo kita mau pulang, nggak mau siap-siap,” tukas Arelia. Nada langsung tersadar bahwa hari ini adalah h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN