Bukan Akhir

1455 Kata

Aroma rumah sakit menyeruak sepanjang Nada berjalan. Tubuh Dareen terbaring lemas. Lelaki itu masih sempat melihat nanar sang kekasih yang terus menangis, sebelum akhirnya tidak sadarkan diri. Setelah memasuki ruang operasi, Nada terduduk di bangku. Darah segar mengalir dari kedua kakinya. Namun, gadis itu tidak merasakan sakit. Hal yang di pikirkannya hanyalah keadaan Dareen. Pikiran buruk terus berkecamuk dalam benak. Gadis itu belum siap kalau harus kehilangan sosok Dareen untuk kedua kalinya. Selang beberapa menit, Arelia datang bersama Nathan, diikuti Danur yang berlari dengan wajah khawatir. Tatapan mereka tertuju kepada Nada yang terus mengeluarkan darah. Wajah pucat gadis itu begitu kentara. Hati ketiga orang itu pilu melihat keadaan Nada yang tidak lebih baik dari Dareen. “Are

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN