Kejadian tadi seakan membuat gadis itu ingin mengganti wajahnya. Ia kembali dengan muka yang masih merah dan ekspresi malu luar biasa. Kelakuan nakal Dareen kali ini membuat ia tidak tahu lagi harus gimana. Dirinya yakin kalau sebentar lagi akan ada gosip beredar tentang hubungan CEO dan karyawannya. Arelia melihat Nada yang berlari kecil ke mejanya, lalu mendekati gadis itu. “Ada apa? Yang habis makan bareng pasti senang, ‘kan?” canda Arelia yang setengah berbisik agar tidak ada yang tahu. “Areeel, boleh aku tukeran muka sama kamu,” kata Nada dengan rengekan khasnya. Arelia terkekeh dengan ide itu. “Kenapa lagi? Pasti ada yang terjadi nih?” tanya Arelia menatap heran sahabatnya. Nada masih merengek tanpa bercerita. Arelia terus mendesak Nada untuk bercerita. Akhirnya dengan terpaksa

