Momen Bersamanya

1517 Kata

Hari sudah terlalu malam ketika kedua pasangan yang baru saja bertengkar itu kembali ke rumah. Wajah yang sendu ditambah mata sembab sehabis menangis. Keduanya berjalan dalam diam. Menapaki satu per satu anak tangga untuk kembali ke kamar. Mereka sudah begitu lelah untuk mengungkapkan isi hati. “Aku kembali ke kamar, ya,” tutur Nada pelan dan berjalan lunglai. Lelaki yang bersamanya sejak tadi terdiam dan menatap punggung gadis itu yang hilang di balik pintu. Tidak ada tanda-tanda untuk menghentikan. Mereka benar-benar butuh waktu unutk beristirahat dari lelahnya diri. Di dalam kamarnya, Nada terduduk di pinggir kasur. Menatap langit malam yang penuh dengan bintang. Cahaya yang berpendar membuat hatinya hangat. Ingatan tentang kejadian tadi hadir dan membuat kepalanya begitu pening. Hat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN