Cahaya matahari pagi terpancar dari sela-sela atap yang masih sedikit terbuka. Kedua orang yang kelelahan dengan aktivitas mereka, tertidur pulas dengan saling memeluk satu sama lain. Nada bangun karena suara langkah kaki terdengar. Kemudian berpura-pura tertidur lagi. Orang yang berjalan di luar menggeser pintu kamar Nada yang memang tidak dikunci. Matanya membelalak karena melihat pemandangan yang selalu diinginkannya. Pasangan itu tidur dalam satu selimut yang sama. Bunda kemudian mengajak suaminya untuk keluar dengan perlahan. Setelah dirasa mereka sudah pergi, Nada membuka matanya kembali dan mengembuskan napas lega. Netranya kini dihadapkan untuk melihat wajah tampan suaminya yang terkena sinar matahari. Wajah tampan yang sudah berhasil membuat seorang Nada menyerahkan segalanya.

