Pagi itu, kantor tampak riuh karena protes beberapa orang klien yang datang. Dareen yang memang meminta libur tiga hari untuk merawat Nada, terpaksa terburu-buru ke kantor untuk menyelesaikan semuanya. Meninggalkan Nada sendiri tanpa ada yang membantu merawat lukanya. Gadis yang ditinggal itu masih tetap tersenyum sebelum mereka berpisah. Ia menenangkan Dareen tentang keadaaannya. Sesampainya di kantor, lelaki itu sibuk berurusan dengan klien yang tidak lain adalah Erina dan timnya. Wanita itu merasa semua pekerjaan jadi mundur karena ketidakberadaan lelaki itu dan Nada selama beberapa hari ini. “Ini baru tiga hari Nada meninggalkan pekerjaannya di kantor. Toh, dia masih kerjakan semuanya di rumah,” bela Dareen dengan emosi. “Tuan Dareen tahu sendiri, kalau itu harus dikoordinasikan den

