"Valen!" Belum juga Mas Rega memukul pria itu, tetapi pria itu sudah melakukan perlawanan. Pukulan yang ia berikan cukup keras hingga membuat kepalaku nyeri dan terasa begitu berat. Mas Rega membalas pukulan pria itu dengan membabi buta. Aku histeris ketika Mas Rega dikeroyok oleh pria-pria berbadan besar itu. "Tolong!" teriakku. Namun, kondisi siang hari yang cukup sepi, membuat tak ada satu orang yang datang. Penghuni komplek ini memang jarang di rumah ketika di siang hari. Walau Mas Rega sanggup menghadapi mereka, tetapi Mas Rega seperti mulai kelelahan dan kewalahan. Tak lama kemudian aku melihat segerombolan ibu-ibu datang. Mungkin mereka langsung mencari bantuan ketika mendengar teriakanku tadi. Pria-pria itu pun pergi ketika sudah dikerumuni oleh ibu-ibu. Walau mereka berbadan

