Jemariku mengusap lembut rahang Mas Rega. Mas Rega menunduk dan menatap diriku. “Iya, Sayang?” katanya sembari meraih tanganku kemudian ia menciumnya. Kutatap lekat mata Mas Rega. “Kamu janji ‘kan akan berubah?” tanyaku dengan penuh harapan. Mas Rega masih terdiam, tetapi aku masih setia menatapnya sembari menanti jawaban. “Mas,” panggilku lagi dengan suara yang lebih lembut. “Iya, aku akan berusaha. Kamu bantu aku, ya,” jawab Mas Rega yang membuatku tersenyum. “Jangan tinggalin aku, ya.” Mas Rega melanjutkan perkataannya. Tanganku menggenggam erat tangan Mas Rega. “Aku akan tetap di sampingmu ... tapi jika kamu benar akan berubah,” ujarku. Mas Rega pun menjawab, “Iya, Sayang. Terima kasih.” Mataku dan Mas Rega saling tatap, kutampilkan senyum terbaikku untuknya, sembari menganggu

