BAB 28

1570 Kata
Setelah mengumpulkan cukup banyak air yang bisa digunakan setidaknya untuk menjauhkan Netvor dari pasukan dan juga warga di kota Clivis, pasukan Vadazs pun kembali mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan. Kuda - kuda yang dibiarkan beristirahat kembali dipasangkan pada setiap kereta dan satu persatu pasukan masuk ke dalam kereta. Maverick berpamitan dengan Jodan dan Maria yang telah memberikan tempat penginapan selama 1 malam untuk para orang - orang dari pasukan Vadazs. "Terima kasih banyak atas tumpangan dan makanannya tadi malam. Kami sangat berterima kasih," ujar Maverick. Maria tersenyum dan memeluk Maverick, "Kembalilah kemari jika Netvor yang berkeliaran itu sudah kalian habisi," ujar Maria. Maverick membalas pelukan Maria dan melepasnya, "Tentu, kami akan kemari untuk berkunjung." Maverick kemudian menatap Jodan dan menyampaikan rasa terima kasihnya, "Terima kasih atas ilmunya." "Jangan ucapkan terima kasih kepadaku. Orang yang mengetahui titik kelemahan Netvor bukan aku tapi pendiri desa ini," ujar Jodan. "Baiklah nanti aku akan kemari lagi dan menyampaikannya secara langsung," balas Maverick. "Baguslah. Hati - hati di jalan, sampai jumpa nanti," ujar Jodan. "Hati - hati ya, Maverick," ujar Maria. Maverick menganggukan kepalanya kemudian ikut masuk ke dalam kereta. Kereta kuda yang membawa para pasukan Vadazs beserta s*****a, air dan juga kebutuhan makanan mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju Clivis. Satu persatu kereta kuda meninggalkan Desa Caspian. Jodan dan Maria benar - benar memperhatikan kepergian kereta kuda pasukan Vadazs sampai hilang dibalik hutan yang menjadi penghalang desa itu. Maria menoleh ke arah Jodan dan tersenyum, "Galnariel pasti akan senang jika tahu ada pasukan itu yang akan membantunya." "Tidak juga, Galnariel sepertinya tidak maiu berurusan dengan kerajaan lagi. Terbukti ia ingin menyelesaikannya sendiri sampai pergi ke tempat para dwarf untuk bisa membuat sebuah pedang yang membuat elemen air di dalamnya," balas Jodan. "Apa dia membenci kerajaan?" tanya Maria tepat sebelum Jodan pergi meninggalkannya. "Tidak mungkin. Dia pernah mengabdikan hidupnya selama belasan ribu tahun untuk Raja pertama. Tak mungkin Galnariel membenci kerajaan. Hanya saja ia membutuhkan waktu sendiri dan enggan berinteraksi sebelum waktunya." "Waktunya? Memang ada apa?" "Entah, hanya Galnariel yang tahu langkah apa yang akan ia ambil." Jodan kembali masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Maria tampak berpikir. Wanita itu tak begitu tahu banyak tentang Galnariel. Bahkan sepertinya hanya Jodan dan Maria yang tahu Galanriel pernah mengabdi ke kerajaan di masa pemerintahan Raja pertama, Ezra Sie Tessitura. Tetapi baik Jodan maupun warga Desa Caspian yang lain sama - sama tidak tahu jabatan apa yang dipegang oleh Galnariel. Yang mereka tahu hanya sebatas itu. Dan Galnariel pun menghabiskan hari tuanya dengan membangun sebuah desa kecil, bernama Desa Caspian. * * * * * Kota Clivis Target Pasukan Vadazs Tempat dimana Netvor tersebar dan memakan korban * * * * * Kereta yang ditunggangi oleh Maverick beserta pasukan Vadazs akhirnya tiba di tengah - tengah kota Clivis. Kota yang selalu ramai dengan para elf yang berdagang dengan hasil laut itu tampak tidak begitu ramai. Bahkan hanya beberapa orang saja yang terlihat di luar sana dan tetap melanjutkan aktivitas mereka. Kereta kuda yang ditunggangi oleh Maverick berjalan ke arah sebuah rumah yang diyakini sebagai rumah dari ketua atau pemimpin elf di Kota Clivis. "Di sana rumah Nona Sanura, ketua dari Kota Clivis," ujar Bradley sembari menunjuk sebuah rumah yang paling besar dibandingkan dengan rumah - rumah lainnya. Bradley pun turun lebih dulu dan diikuti dengan Maverick serta Olivia. "Sebentar," ujar Bradley kemudian melangkahkan kakinya dan memanggil Bradley dengan menggunakan kekuatan sihir yang memang dikhususkan bagi rakyat Clivis. Tak lama kemudian gerbang rumah Sanura yang tertutup perlahan terbuka. Maverick dan Bradley masuk lebih dulu. Kemudian Olivia mengisyaratkan kereta kuda yang lainnya untuk ikut masuk ke dalam. Halaman luas lengkap dengan sebuah kolam air di bagian tengah membuat Maverick mengangkat sebelah alisnya. "Ada apa, Tuan?" tanya Bradley. "Tidak ada. Hanya saja sejak aku turun aku tak merasakan kehadiran Netvor, mungkin karena ada air yang mengalir disini dan ini bukanlah air laut," ujar Maverick. Pintu rumah Sanura tiba - tiba saja terbuka dan menghadirkan sosok wanita dengan gaun panjang berwarna merah putih di ambang pintu. Bradley menundukan kepalanya dan menyapa Sanura yang berdiri di sana. "Maaf atas kelancanganku, Nona Sanura," ujar Bradley. Sanura tersenyum kemudian menatap Maverick dan berjalan ke arahnya, "Aku sudah mendengar berita kedatangan kalian saat kalian memasuki Clivis. Selamat datang di rumahku. Ayo kita masuk ke dalam," ujar Sanura. Maverick menganggukan kepalanya dan masuk ke dalam. Bradley, Jasper dan Shane pun ikut masuk ke dalam, begitu juga dengan Maverick dan juga Olivia yang turut masuk ke dalam. Sedangkan pasukan Vadazs yang lainnya tampak memberi makan para kuda yang kelelahan. "Mau minum apa?" tanya Sanura. "Tidak perlu, Nona," balas Bradley. Sanura menoleh ke arah Maverick dan juga Olivia tanpa bersuara. "Air putih saja," ujar Maverick. Sanura tersenyum dan mengangguk. Selagi menunggu Sanura mengambil air putih, Bradley dan yang lainnya duduk di tengah - tengah ruangan. Tak lama kemudian Sanura kembali dengan 6 gelas berisikan air putih dan juga kue - kue kering. "Silakan dinikmati," ujar Sanura. "Terima kasih," balas Olivia. Maverick menatap Sanura dan akhirnya buka suara dengan tujuannya datang kemari. "Kami adalah pasukan Vadazs, pasukan yang ditunjuk langsung oleh Raja untuk memberantas Netvor," ujar Maverick. "Netvor? Ternyata makhluk aneh itu sekarang memiliki nama ya," balas Sanura. "Ya, begitulah. Jadi bagaimana? Sepertinya Clivis masih bekerja seperti sedia kala," ujar Maverick lagi. Sanura meletakkan gelasnya dan menatap Maverick. "Sebenarnya kami tidak tahu kelemahan Netvor dan yang kami tahu kebanyakan korban dimakan pada malam hari, walau tak menutup kemungkinan siang hari juga bisa. Apa kalian benar - benar akan memberantas makhluk menyeramkan itu?" "Kami akan mencobanya," sahut Olivia. Sanura kembali tersenyum dan mengangguk, "Sebelumnya aku ucapkan terima kasih atas bantuannya dan bahkan membantu memulangkan 3 rakyat Clivis. Tetapi 1 hal yang harus aku sampaikan, tolong berhati - hati karena Netvor menyebar dengan cepat." Sanura pun menjelaskan bagaimana Clivis dalam 3 hari terakhir yang terasa seperti kota mati karena kehadiran makhluk itu. Tetapi karena mereka juga butuh uang dengan berjualan dan harus tetap mencari makan di laut, alhasil beberapa dari rakyat Clivis tetap melanjutkan aktifitas mereka seperti sedia kala. "Apa ada korban berjatuhan setelah 2 hari lalu?" tanya Olivia. "Ada. Banyak," jawab Sanura. "Apa? Bukankah sudah ada kebijakan untuk tidak keluar rumah?" sahut Shane. "Tetap saja susah mengaturnya. Korban terus berjatuhan," balas Sanura sembari menggelengkan kepalanya karena tak habis pikir dengan rakyat Clivis sendiri. Sanura kemudian berdiri, "Ikut aku, akan kutunjukan dimana korban - korban itu berada," ujar Sanura. Akhirnya mereka pun ikut bersama Sanura yang mengarahkan mereka pada sebuah tempat yang tak jauh dari area rumah Sanura berada. Tempat itu tampak seperti sebuah taman yang tak lagi digunakan. Mayat - mayat elf menumpuk di sana. Bahkan tampak beberapa elf lainnya yang ikut membantu merapikan para mayat itu. "Sebanyak ini?!" pekik Jasper saat melihat jasad dari bangsa elf yang menjadi korban Netvor. "Ya, sebanyak ini," balas Sanura. Sanura berbalik dan menatap Maverick, "Kami sangat berharap banyak kepadamu. Aku tak tahu apa yang harus aku berikan kepada pasukan kalian. Tetapi kami sangat berharap banyak agar makhluk aneh ini berhenti menyakiti rakyat Clivis," ujar Sanura.. Maverick bisa melihat tatapan keputus asaan dari sorot mata Sanura yang menatapnya. Hanya saja karena wanita itu adalah ketua dari Clivis, wanita itu berusaha terlihat tegar dan tidak takut sedikit pun. Padahal hatinya berkecamuk dan ingin sekali rasanya pergi dari sana. "Pertama, kita pulangkan Jasper, Bradley dan Shane terlebih dahulu ke rumah mereka," ujar Maverick. Suara isakan tangis tiba - tiba tedengar dari arah lain, membuat Maverick, Sanura dan Olivia sama - sama menoleh ke arah yang sama. "Ada apa?" tanya Olivia. "Itu adalah Ibu dan adiknya Jasper," ujar Bradley. Jasper terlihat terisak saat menyadari ada anggota keluarganya di antara tumpukan sana. Keluarga Jasper memang mengelola olahan laut mungkin itulah yang menyebabkan keluarganya menjadi korban Netvor. Setelah terisak menangis, Jasper berbalik dan menghampiri Maverick dengan matanya yang memerah akibat menangis. "Tuan, jadikan aku ke dalam pasukan Vadazs. Aku berjanji akan setia dan menghabisi Netvor. Aku tak akan terima jika mereka membunuh keluargaku seperti ini!" ujar Jasper. "Jasper, apa yang kau lakukan!" pekik Shane dan berusaha menyingkirkan Jasper dari hadapan Maverick. "Aku pikir kau akan takut setelah melihat kondisi keluargamu," ujar Maverick dan membuat Jasper serta Shane menatap Maverick. Bukannya marah dan mengusir Jasper dari hadapannya, Maverick justru berkata hal lain. "Kau tidak takut?" tanya Maverick kepada Jasper. "Tentu saja tidak, Tuan! Melihat Ibu dan adikku seperti itu, aku akan menghabisi Netvor!" ujar Jasper dengan mengepalkan tangannya di hadapan Maverick. Maverick menatap Olivia dan menganggukan kepalanya. Sejurus kemudian Olivia memeluk Jasper, "Aku turut berduka, tetapi jika kamu maju dengan perasaan penuh dendam yang ada hanyalah perasaan kecewa saja, Jasper." Jasper melepas pelukan Olivia dan menggelengkan kepalanya, "Tidak. Sejak awal aku sudah memutuskan akan bergabung. Aku akan menaruhkan hidup dan matiku!" "Baiklah, silakan masuk. Kematianmu tidak akan diakui karena kau tidak masuk secara resmi, apa itu akan baik - baik saja?" tanya Maverick. Tanpa berpikir, Jasper langsung menganggukan kepalanya, "Tentu saja, Tuan!" "Tuan, kami juga akan bergabung!" pekik Shane dan Bradley. Melihat tekad dari Shane, Jasper dan Bradley akhirnya Maverick menerima ketiga orang dari Clivis itu untuk tergabung ke dalam pasukannya. "Sebelum mulai memberantas nanti malam, aku akan adakan rapat. Boleh kami meminjam ruanganmu, Nona Sanura?" ujar Maverick sembari menatap Sanura. Sanura membalasnya dengan anggukan kepala, "Katakan apa saja kebutuhan kalian, kami siap membantu," ujar Sanura. Maverick dan yang lainnya pun kembali ke rumah Sanura dan akan melangsungkan pembahasan bagaimana mereka akan memberantas Netvor. Dan malam ini, pasukan Vadazs akan memulai misi mereka yaitu membunuh para Netvor yang berkeliaran di Clivis.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN