BAB 23

1022 Kata
Maverick, Atlas beserta 3 orang elf lain yang berasal dari Clivis yaitu Shane, Jasper dan Bradley yang akan menginap di rumah kediaman keluarga Frederick selama 1 malam sebelum akhirnya mereka kembali ke Clivis esok hari. Usai persiapan yang melelahkan, akhirnya ke 5 pria itu memutuskan pulang. Maverick mempersiapkan kereta kuda dan beberapa persenjataan yang akan ia bawa besok. Tak hanya pedang dari baja saja, Maverick mempersiapkan beberapa s*****a lainnya yang dibentuk dari perak dan juga emas. "Maverick," panggil Atlas sesaat sebelum mereka masuk ke dalam rumah. Maverick menoleh, Shane, Jasper serta Bradley pun ikut terdiam menunggu kalimat Atlas selanjutnya. "Hari ini kau tidur di kamarku saja, biar mereka bisa tidur di kamarmu," ujar Atlas. "Aku memang berniat seperti itu, Ayah," balas Maverick. Jasper merasa tak enak hati, padahal mereka sudah menumpang disana, "Tidak perlu Tuan Atlas, kami tidur di ruang tengah pun tidak masalah," ujar Jasper. Atlas tertawa mendengarnya, "Kalian tamu kami. Bahkan tamu pertama kami selain Raja Fin yang sering ke tempat ini. Jadi sudah selayaknya kami memperlakukan kalian selayaknya tamu yang kami hormati," ujar Atlas. "Apakah tidak masalah, Tuan?" sahut Shane. "Tidak apa - apa, sudah santai saja," balas Maverick kemudian membuka pintu rumah mereka yang sederhana itu dan masuk ke dalamnya. Di rumah Maverick dan Atlas, mereka hanya tinggal berdua. Di rumah itu pun hanya tersedia 2 kamar. "Nah, silakan mandi dengan air hangat. Air panas di rumah ini terbaik di sekitar sini," ujar Atlas sembari menujuk ke arah kamar mandi berada. "Kalian lebih suka roti gandum atau kentang?" tanya Maverick. "Tu - tuan, tidak perlu repot - repot," potong Bradley yang merasa tak enak hati. "Santai saja, ayo biar aku buatkan makanan sebelum tidur," ujar Maverick. "Kami makan roti gandum saja," ujar Shane. Bradley dan Jasper menganggukan kepalanya setuju. "Baiklah, kalian mandi lebih dulu saja, biar aku dan Ayahku buatkan makan malam," ujar Maverick. Shane, Jasper beserta Bradley pun pergi ke arah kamar mandi. Meski terkesan sederhana, nyatanya di rumah keluarga Frederick terdapat sebuah kolam untuk berendam dengan air panas. Seperti yang dikatakan oleh Atlas sebelumnya, kolam itu berisikan air hangat yang nyaman dan menenangkan. Bahkan kehangatannya mampu menenangkan otot - otot yang terasa tegang. Bukan tanpa alasan Atlas membangun kolam pemandian itu, selain karena dirinya yang bertugas sebagai ajudan pribadi untuk Morrigan, nyatanya Maverick juga berlaku hal yang sama. Dan karena Fin belum menikah, seluruh pekerjaan Ratu juga dikerjakaan oleh Maverick. Namun sekarang Maverick berusaha keras memperkenalkan wanita kepada Fin agar secepatnya wanita itu bisa menikah dan memiliki Ratu yang bisa mengambil alih pekerjaannya. "Maverick," panggil Atlas tepat sebelum Maverick memulai pekerjaannya untuk menyiapkan makan malam. Maverick menoleh dan berjalan ke arah Atlas yang sudah berdiri di ambang pintu. "Ada apa, Ayah?" balas Maverick. "Masuklah." Atlas masuk ke dalam kamarnya lebih dulu dan diikuti dengan Maverick di belakangnya. Pria itu tampak mengeluarkan sesuatu dari dalam kantungnya dan ia berikan kepada Maverick. "Apa ini?" tanya Maverick saat melihat kantung berwarna hijau di hadapannya. "Bijih besi, lebih bagus dan lebih kuat dari besi biasa. Lalu ini." Atlas kembali memberikan sesuatu, sebotol kecil air berwarna bening. "Ini?" "Air mata phoenix?" Maverick sedikit tersentak mendengarnya. "Dari mana Ayah mendapatkannya?" "Itu peninggalan Morrigan kepadaku. Raja Morrigan berpesan untuk menggunakan ini jika terjadi sesuatu yang mendesak, tapi ternyata aku selamat jadi aku berikan kepadamu," ujar Atlas. Maverick menganggukan kepalanya, "Baiklah, aku akan menggunakannya dengan baik." "Netvor adalah makhluk asing baru, aku bahkan tak pernah melihatnya. Tapi sepertinya makhluk itu cukup kuat sampai bisa mengalahkan 2 orang kstaria dari tim divisi keamanan. Jaga dirimu dan pastikan kamu pulang dengan selamat, Maverick," ujar Atlas. Sebagai seorang Ayah tentu saja Maverick khawatir kepada anaknya, meski ia tahu anaknya mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. "Tenang saja. Anakmu itu sangat kuat, Ayah," balas Maverick. Atlas mengusap lembut bahu anaknya sembari tersenyum, "Berjanjilah untuk kembali." "Aku berjanji." * * * * * Keesokan paginya . . . Maverick terbangun di pagi hari tepat sebelum matahari benar - benar memunculkan sosoknya ke permukaan. Maverick turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar Atlas. Ruangan yang masih gelap seketika terang saat Maverick menjentikan jarinya. Kakinya kembali melangkah ke arah tempat meja makan dan mengambil segelas air dari salah satu tempat yang ada di atas sana. Sembari meneguk air putih yang ada di dalam gelasnya, Maverick mendengar sebuah suara pintu terbuka, yang ia yakin itu adalah pintu kamarnya, tempat dimana Jasper, Shane dan Bradley tidur malam ini. Trek ! "Selamat pagi, Tuan, " sapa Jasper sembari menguap. Maverick meletakkan gelasnya dan mengangguk, "Pagi. Shane dan Bradley belum bangun?" tanya Maverick. "Sedang berusaha bangun sepertinya," ujar Jasper. "Kalau begitu aku mandi lebih dulu, aku akan bersiap - siap. Kita akan berangkat ke Istana 30 menit lagi," ujar Maverick. Jasper menganggukan kepalanya mengerti, "Baik, Tuan." "Panggil aku Maverick saja," ujar Maverick sebelum akhirnya melangkah masuk ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri. Yang jelas, tidak semua bangsa elf terbiasa mandi seperti Maverick. Mungkin karena Maverick memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan peluh keringat, makanya ia sering kali melakukan pembersihan diri. Padahal biasanya elf lainnya mandi setiap seminggu sekali, seperti Fin. Ia mandi setiap 1 minggu sekali. Maverick mandi seperti biasanya, dan dalam waktu 10 menit pria itu sudah kembali rapi dan mengenakan pakaiannya. Setelah keluar dari kamar mandi, ia sudah melihat Atlas, Bradley, Jasper dan Shane yang juga sudah rapi. "Sudah siap?" tanya Maverick. "Sudah," balas Bradley, Jasper dan Shane bersamaan. Maverick keluar dari rumah, diikuti dengan 3 orang elf dari Clivis di belakangnya. Tak lupa, Atlas pun mengantarkan anaknya keluar dari rumah. Sebelum pergi, Maverick berpamitan kepada Atlas. Yang jelas, ia pasti tak akan bertemu dengan Ayahnya dalam waktu yang cukup lama. "Jaga kesehatanmu selama di sana, tetap waspada dan selalu pulihkan sihirmu, jangan memaksakan diri," ujar Atlas. "Baik, Ayah," balas Maverick. Atlas memeluk Maverick dengan erat dan menepuk punggung putra satu - satunya. Setelah berpamitan, barulah Maverick beserta Jasper, Shane dan Bradley meninggalkan area rumah Keluarga Frederick. Di perjalanan, mereka bertemu dengan Olivia yang rumahnya memang berada di dekat rumah Maverick. Olivia yang membawa anak panah di punggungnya tersenyum semangat dan berlarian kecil menghampiri Maverick beserta 3 pria lainnya kemudian mereka bersama - sama pergi menuju ke Istana untuk bersiap berangkat ke Clivis.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN