Hari ini, Maverick bersama dengan tim - nya yaitu Vadazs akan berangkat ke Clivis yang terletak di sebelah timur Pulau Amadea. Fin yang merasa khawatir takut misi pertama sekaligus perintah pertamanya itu gagal tampak tidak bisa tidur dengan nyenyak selama semalaman.
Bahkan ia sampai menggunakan mantra sihir agar ia bisa tertidur dan beristirahat untuk melanjutkan aktifitasnya hari ini.
Pintu gerbang Istana Tessitura ditutup rapat dan tak membiarkan siapapun untuk masuk lagi ke dalam sana. Orang - orang yang berada dari luar yang datang tanpa keperluan tidak akan diizinkan masuk.
Sementara, Fin memerintahkan orang - orang di Clivis untuk masuk ke dalam rumah dan tidak beraktifitas di luar rumah sampai bantuan dari Istana Tessitura datang.
Hari semakin siang, matahari semakin tinggi dan persiapan Vadazs sudah mencapai 90%. Sebelum berangkat, Fin meminta pasukan Vadazs untuk makan siang bersamanya sebelum mereka akhirnya pergi untuk membasmi Netvor.
Entah membutuhkan waktu berapa lama, yang jelas jika makhluk asing itu terus berkembang, tentu saja akan memerlukan waktu yang cukup lama.
Di ruang makan, Evans menyajikan berbagai hidangan mewah seolah makanan itu adalah jamuan terakhir mereka. Tetapi bukan itu maksud Fin.
Fin memberikan makanan mewah dan paling enak di Istana lantaran ingin memberikan semangat kepada Maverick.
Sebetulnya saat tadi malam, Fin sempat berpikir untuk ikut ke Clivis. Tetapi Atlas menentangnya. Hal itu tentu saja untuk kebaikan Fin yang menjabat sebagai Raja bangsa elf.
Terlebih Fin adalah keturunan bangsa high elf yang tersisa. Selama tak ada keturunan lain, maka Fin akan dijaga dengan sangat ketat.
Bahkan selama Fin pergi nanti, mungkin Atlas yang akan menjaga Fin di Istana sekaligus memantau Fin agar terhindar dari bahaya.
* * * * *
"Tuan," panggil Winter yang berdiri di ambang pintu sembari membawakan jubah berwarna putih milik Fin.
Fin menoleh tanpa membalik tubuhnya yang sedang menghadap ke arah jendela yang sangat besar dari kamarnya, "Masuklah," titahnya.
Winter pun melangkahkan kakinya memasuki kamar Fin dan berjalan ke arah Fin. Kemudian ia menyampirkan jubah yang ia bawa itu ke bahu Fin dan merapikannya.
"Sudah selesai, Tuan," ujar Winter.
Fin berbalik, "Maverick sudah selesai?" tanyanya.
"Sudah, Tuan. Seluruh anggota pasukan Vadazs sudah berada di ruang makan dan menanti anda," jawab Winter.
"Baiklah, aku ke sana sekarang."
Fin pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan.
Sepanjang perjalanan menuju ke ruang makan, beberapa pelayan tampak tertunduk menatapnya, sebagai tanpa untuk memberikan rasa hormat kepada Fin, raja mereka.
Setibanya di ruang makan, orang - orang tampak berdiri saat melihat kehadiran Fin.
"Tuan Fin sudah tiba," pekik salah seorang pelayan istana yang mengatakan Fin sudah datang di tengah - tengah mereka.
Fin kembali melangkahkan kakinya ke arah kursi tempat ia duduk, "Duduklah," ujar Fin sembari melangkahkan kakinya.
Setelah sampai di tempatnya, Fin kemudian duduk dan diikuti dengan Maverick beserta anggota pasukan Vadazs lainnya.
"Silakan makan," ujar Fin.
Shane, Jasper dan Bradley yang merupakan orang dari Clivis tampak ragu untuk makan 1 meja bersama dengan Raja mereka. Tetapi Olivia berbisik kepada mereka.
"Sudah makan saja. Jangan merasa enak seperti itu. Justru Raja akan merasa tak enak kepada kalian jika kalian tidak makan bersama di sini bersama dengan Raja," bisik Olivia.
Shane menganggukan kepalanya ragu, sedangkan Jasper dan Bradley langsung menyambar potongan ayam bakar di hadapan mereka.
Seperti biasa, Fin memulai memakan buahnya kemudian mulai menyantap hidangan utama.
Sembari makan, Fin menatap ke arah tim Vadazs yang makan dengan lahap.
"Apa kalian membawa persediaan makan yang cukup?" tanya Fin di sela - sela makan siang mereka.
"Sudah, Tuan. Kami membawa makanan untuk 1 bulan. Jika kurang, kami akan coba membeli dan mengolah makanan yang ada di Clivis," jawab Maverick.
"Jika tak ada pasokan makanan di sana, hubungi aku. Aku akan mengirimkan bantuan makanan," ujar Fin.
"Sebaiknya tidak perlu, Tuan. Cukup fokus pada pertahanan Istana. Untuk sekarang, selama Netvor masih berkeliaran, aku tidak menyarankan untuk membuka gerbang Istana setelah kepergian pasukan Vadazs," ujar Maverick.
Fin menaikkan sebelah alisnya. "Apa sangat berbahaya seperti itu?"
"Sepertinya begitu, Tuan," ujar Olivia.
Bradley mengangguk, "Makhluk itu sangat besar dan menyeramkan. Bahkan ia mampu membuat orang yang menatapnya mematung," sahut Bradley.
Maverick yang mendengarnya segera membayangkan wujud makhluk asing bernama Netvor melalui ciri - ciri yang diberikan oleh Bradley barusan.
"Aku harap kalian pergi dan kembali dalam jumlah yang sama," ujar Fin sembari menyantap makan siangnya.
"Aku akan melindungi pasukanku dengan mempertaruhkan nyawaku," balas Maverick yang juga ikut menghabiskan makanannya.
Setelah selesai makan siang, pasukan Vadazs kembali ke ruangan mereka dan mengambil perlengkapan. Beberapa dari mereka bahkan berpamitan dengan anggota dari divisi keamanan yang lainnya.
Saat Maverick keluar dari ruangan, Levi tampak berlarian ke arah Maverick dan memberikan sesuatu kepadanya.
"Apa ini?" tanya Maverick.
"Sup jamur, ini bagus untuk energimu di sana. Hati - hati, Maverick. Aku yakin kau bisa membasmi makhluk itu dan kembali dengan selamat," ujar Levi.
Maverick menerima pemberian sup jamur yang dibungkus dengan plastik itu untuknya.
"Terima kasih," ujar Maverick.
Olivia yang baru keluar dari ruangan ikut menyapa Levi.
"Cepatlah kembali, Olivia," ujar Levi dengan mata berkaca - kaca.
"Tenang saja, kita kan bersama Tuan Maverick. Kita pasti akan kembali dengan selamat," ujar Olivia.
Levi menitikkan air matanya membuat Maverick ingin cepat pergi dari sana sebelum memukul Levi karena geli melihat ekspresinya yang sedih dan khawatir kepadanya.
"Hati - hati dan kembalilah dengan selamat ya!" pekik Levi kepada Maverick dan Olivia yang berjalan semakin menjauh darinya.
Karena gerbang Istana Tessitura mulai hari ini akan ditutup, dengan terpaksa para pekerja dan pelayan di Istana akan tinggal di lantai 1 dan di bawah tanah.
Mereka akan tinggal bersama dengan Fin sampai Istana dan Pulau Amadea aman dari serangan makhluk asing bernama Netvor.
Perlengkapan untuk berperang melawan Netvor sudah naik ke atas kereta. Maverick beserta yang lainnya pun sudah ikut masuk.
"Hati - hati di jalan," ujar Fin yang berdiri tepat di samping pintu masuk kereta kuda.
"Tenang saja. Jaga dirimu baik - baik disini," ujar Maverick.
Fin mengantarkan pasukan Vadazs sampai ke gerbang. Dan setelah semuanya siap kereta kuda pun berangkat meninggalkan area Istana.
Atlas memajukan langkahnya dan mendekati Fin kemudian melambaikan tangannya ke arah Maverick. Ia menggantikan posisi Maverick untuk sementara waktu. Selagi Maverick pergi, Fin akan berada di bawah perlindungannya.
"Kembalilah dengan selamat, Maverick," gumam Fin sembari melihat kepergian kereta kuda pasukan Vadazs menuju Clivis.