Rintikan air hujan semakin deras membasahi bumi, mendung bergelayut di langit seakan tidak mengijinkan sang Surya menyinarkan panasnya. Hawa dingin semakin membuat tubuhku rasanya membeku. Aku meringkuk dalam dekapan Rama. Ya, tuhan. Andai seseorang melihat ini sungguh sangat memalukan. Kami bukanlah sepasang kekasih, bahkan bisa dibilang perkenalan kami pun belum berlangsung lama. Tapi lihatlah, kini aku berada dalam dekapannya. Jantungku berdebar tidak karuan, meski tubuhku membeku tapi rasanya hawa panas menjalari wajahku sedari tadi. "Muka kamu merah, kenapa? Jangan-jangan kamu sakit lagi, masuk angin ya?" Tanya Rama dengan tampang tanpa dosa. Ya ampun, apa dia ini lelaki yang tidak peka? Bagaimana aku harus menjelaskan bahwa penyebab wajahku memerah mirip kepiting rebus karena di

