Saat ini kami sedang duduk mengitari meja makan, aku dan Rama duduk bersebelahan, sementara Nini duduk berdampingan dengan Rima. Benar kata Rama, Nini punya sikap keras kepala. Hal itu terbukti ketika Nini memintaku untuk tinggal malam ini kemudian menelepon ke rumah, meminta ijin pada ayah dan ibu. Dan anehnya ayah mengizinkan begitu saja. Tapi...mungkin mereka pun mempertimbangkan hal yang sama. Jika kami berdua nekat pulang ke Jakarta maka pasti akan sampai rumah tengah malam atau bahkan dini hari, dan mereka khawatir jika terjadi sesuatu pada kami di jalan. Pemikiran orang tua terkadang terlalu berlebihan ku rasa. Bukankah kami adalah dua orang dewasa, bukan anak-anak lagi. "Teh, teteh sama aa' cocok pisan ya? namanya juga matching," seloroh Rima dikala kami tengah bersantap malam.

