Berharap pada masa lalu, malah membuatmu semakin ragu. Seperti janji Elam tadi, malam ini, setelah acara berakhir kurang lebih hampir disetengah 11 malam, Elam meminta izin untuk menginap. Dia sendiri yang datang kepada ibu, meminta izin agar bisa bermalam di rumah ini. Menemaniku, sambil mungkin bercerita tentang masa lalu. Apalagi selama dua tahun menjalani kisah ini bersama Elam, biasanya dia lebih banyak mendengarkanku bercerita. Memberikanku bahu untuk bersandar, atau memberikanku masukan yang terkadang terasa kurang ajar. Akan tetapi malam ini kondisi berubah. Elam yang memilih untuk lebih banyak bercerita. Setelah dia mengganti pakaiannya, dengan baju almarhum ayahku, Elam terlihat santai berbaring di atas kasur lantai yang sudah digelar oleh ibu. “Udah boleh mulai nih?” tanya

