Bab 38

1048 Kata

Bersikap tak mau tahu, lebih baik, dari pada berpura-pura tahu malah menjadi batu karena sok tahu.   Seperti yang dijanjikan pak Ranu sebelumnya, pagi ini setelah rapi semuanya, aku diantarkan oleh pak Ranu menuju ruang kamar rawat ibu, maksudku ibu yang sedang berada di dalam tubuhku. Posisi kamar yang tidak begitu jauh, membuatku merasa kursi roda ini dengan mudah sampai di depan pintu kamar rawat itu. Dengan berbekal banyak pertanyaan di otak yang akan aku bicarakan dengan ibu, perlahan pintu kamar tersebut terbuka. Ada Elam di sana yang menyambut kami. Menilai kondisi ibu sudah jauh lebih baik dari kemarin, aku mulai membuka pembicaraan. Menanyakan kabarnya. Berbasi basi, seolah orang yang tidak pernah bertemu. Padahal ini hanyalah sebuah prolog pembukaan dari pembicaraan yang akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN