Kembali kujelaskan, jika ingin menang, jangan lupa untuk saling menggenggam. Elam terlihat tidak suka setelah aku menceritakan pertemuanku tadi dengan pak Ranu. Dia yang sengaja kutemui di kantin, sebelum kembali bekerja, benar-benar mengalihkan pandangannya kepadaku. Aku tahu Elam kecewa. Tapi aku pun tidak melakukan banyak hal kepada pak Ranu. Dia hanya datang, meminta maaf. Seperti yang ibuku lakukan kepadanya, karena sudah menuduhnya yang tidak-tidak. Lalu jika ditanya setelah pertemuan ini, hubungan kami akan membaik, tentu saja tidak. Aku tidak pernah dengan mudah membukakan pintu hatiku untuk menerima orang baru. Apalagi untuk menggantikan sosok ayahku. Namun jika ditanya, apa aku akan memisahkan ibu dengannya, aku pun tidak bisa berkomentar banyak. Aku yakin waktu akan menjaw

