Kembali terdiam. Apa kami tetap berjalan di tempat? Dua hari telah berlalu. Dan selama dua hari ini ibu tidak pernah menyinggung apapun tentang pak Ranu. Dia benar-benar memberikanku waktu untuk pulih. Karena selama dua hari ini kami menjalani kehidupan seperti dulu lagi, dimana belum terkontaminasi dengan sosok pak Ranu. Aku yang diminta Elam untuk cuti, tidak pernah sedikitpun berniat untuk melakukannya. Dia tetap menjemputku seperti biasa untuk menuju kantor secara bersama-sama. Dan aku pun berusaha untuk melupakan kejadian mengerikan malam itu. Karena kupikir hidupku tidak akan terjebak dalam kondisi yang sama, selamanya. Aku ingin maju untuk masa depan. Aku ingin bahagia. Tentu saja tanpa mimpi buruk itu. Bekerja seperti umumnya, kudengar ada temanku yang tidak masuk kantor kare

